
Sila tak bisa berhenti memikirkan tentang semua yang terjadi siang tadi.Akhirnya sila bertemu bahkan akan setiap hari bertatap muka dengan putrinya yang sekuat tenaga sila lupakan tapi tak kunjung hilang dalam ingatan.
begitu banyak pertanyaan yang bersarang dipikiran nya dan yang paling mengganggu sila adalah keberadaan putri yang tengah hamil besar berada dikantor ega dan putri pun memanggil nya mamah.
Apakah ega menikah dengan putri.?kalo benar ega mencintai putri kenapa dulu ega berbuat itu padanya.?apa alasan ega membuat sila hancur bahkan sampai sekarang sila tidak bisa membuka hati untuk pria lain karna merasa tak pantas dicintai karna sudah ternoda.
sementara dikediaman nya ega terus mengurung diri didalam ruang kerja nya,ega begitu bahagia bisa kembali melihat wanita yang selama ini dia rindukan dan dia nantikan
tapi rasa bahagia nya pun kini beralih menjadi rasa cemas dan rasa takut.Takut kalo sila akan meminta ara dan memisahkan nya dengan sang putri.
tok...tok...tok...
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan ega pandangan nya beralih ke arah pintu yang sedikit terbuka.
"boleh mamah masuk sayang.?"tanya mamah sinta pada sang putra.
"iya mah....masuklah,ada apa tumben mamah belum tidur...ini sudah lumayan larut loh mah."ucap ega bangkit dari kursi kerjanya dan beralih duduk ke sofa disamping sang mamah.
"iya mamah belum bisa tidur....ga tadi ara cerita sama mamah kalo dia sudah punya calon bunda dan ara juga minta mamah buat jodohin kamu sama bunda bidadari nya dan setelah mamah tanya ke putri,putri bilang kalo itu adalah sila.?benarkah itu nak.?dan kenapa ara bisa bertemu dengan sila.?apa sila tau kalo ara adalah anak kalian.?"ega diberondong pertanyaan oleh sang mamah san entah harus yang mana dulu ega menjawabnya.
"satu satu dong mah tanya nya...ega jadi bingung mau jawab yang mana dulu."jawab ega sedikit kesal karna sang mamah terua bertanya.
"baiklah...baiklah mamah minta maaf,ok sekarang cerita aja dari awal kalian bertemu."lanjut sang mamah yang sangat penasaran dengan pertemuan nya dengan gadis idaman nya itu.
__ADS_1
ega pun menceritakan perihal pertemuan nya dengan sila dan cerita tentang sila yang menjadi wali kelas yang ara tempati.
menurut cerita ara,sila adalah guru yang baik dan ara merasa nyaman dengan sila dan itulah kenapa ara memanggilnya bunda dan sila pun tak keberatan.
"terus,apa rencana kamu selanjutnya.?"tanya sang bunda.
"ga ada."jawab nya pasrah dan menyerahkan semua nya pada nasib.
"kok ga ada sih ga.?mamah tau loh seberapa besar kamu mencintai sila,apa kamu ga mau jelasin dan perjuangin sila.?"
"sila itu benci banget sama aku mah,tadi aja dia langsung pergi walaupun ara manggil terus tapi dia ga peduli,bahkan sekedar ketemu muka sama aku aja dia ga mau mah,gimana mau jelasin.
ega ga mau nyakitin dia lagi mah,biar ega aja yang terluka,ega ga bisa lihat sila sedih dan nangis sedang kan sekarang ega sudah ga bisa nemenin dan hapus air mata nya kaya dulu.
Disekolah...
seperti hari sebelum nya ara memasuki kelas dengan wajah ceria nya,didalam kelas sila tengah duduk dimeja nya.
"assalamuallaikum bu guru."sapa ara pada sila,sila yang mendengar sapaan anak asuh nya pun menolah dan berbalik menghadap ara.
"wa'alaikumsalam sayang,apa kabar.?ara di antar sama siapa nak.?"sila mencoba bersikap biasa biasa saja walaupun hati nya bergejolak ingin sekali mendekap sang putri tapi rasa kecewa dan benci terhadap ayah sang membuat sila menahan semua rasa yang ada dihati.
"sama ayah bu guru...tapi ayah ga bisa antar ara masuk soalnya ayah harus keluar kota jadi ayah cuma antar ara sampai depan aja."jelas nya.
__ADS_1
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Waktu terus berjalan tak terasa waktu nya pulang sekolah pun tiba,seperti biasa sila dan ara berjalan beriringan menuju parkiran.
saat sampai depan sekolah sila dikejut dengan kedatanga putri.
"mamah putri..."ara melepaskan genggaman tangan nya pada sila dan berlari menuju ke arah putri yang datang untuk menjemputnya.
karna setiap kali ega keluar kota ara selalu tinggal dengan putri karna putri dan reza adalah orang tua angkat ara jadi setiap ega tidak ada ara akan berada dirumah putri.
"halo sayang,ayo kita pulang,tapi sebelum pulang anterin mamah beli baju buat dede bayi yah."
"ok mamah cantik."
setelah berbincang singkat dengan ara putri mengalihkan pandangan nya pada sila dan berjalan mendekati sila.
"hai sil...sudah mau pulang ya.?"tanya nya sedikit canggung.
"iya put."jawab nya singkat.
"bisa temenin aku dulu ga.?sudah lama kita ga ketemu,aku pengen ngobrol sebentar,bisa.?"
sila tampak ragu menerima ajakan putri tapi tak sila pungkiri kalo sila juga sangat merindukan sahabatnya itu,begitu banyak cerita yang ingin dia sampaikan tapi karna sudah lama tak bertemu jadi ada kecanggungan di antara mereka.
__ADS_1