
Rini menatap tajam saudara sepupu nya itu tak ada kata yang terucap dari mulut rini tapi hanya dengan tatapan nya doni bisa membaca apa yang akan rini katakan,
doni begitu hapal dengan tataopan horor yang rini layangkan padanya,kesel,marah,malu dan bingung tentu nya
rini bingung harus menjelaskan apa kepada kedua orang tua nya apalagi kedatangan nya didampingi oleh indra yang tidask memiliki hubungan khusus dengan nya hanya sabatas hubungan atasa dan bawahan.
"woalah ada tamu toh?ayok masuk nak,kok diem diluar terus,rini sayang kok tamu nay ga disuruh masuk?"tanya sang ibu menyambut ramah kedatangan indra.
"iya bu ini baru mau masuk,permisi ya bu"jawab indra sopan kala memasuki rumah rini
indra menyalami ibu raham ibu dari rini dan juga pak tejo ayah dari rini dengan sopan dan memperkenalkan dirinya
"perkenalkan bu,pak saya indra saya rekan kerjanya rini kantor prayoga grup"
"saya tejo dan ini istri saya rahma,kalo boleh tau kamu kerja dibagian apa?"tanya pak tejo pada indra
bapak dan ibu rini pun menyambut hangat indra mereka mempersilahkan indra duduk bersama mereka diruang keluarga agar lebih santai
"berapa umur kamu sekarang nak?"tanya pak tejo lagi.
"25 tahun pak"jawab indra
__ADS_1
"woalah,sungguh pemuda yang pekerja keras ya,umur masih muda tapi sudah punya jabatan yang lumayan tinggi"saut sang ibu yang sedari tadi hanya memperhatikan 2 lelaki berbeda generasi itu berbincang.
"nggak kok bu,saya cuma mencoba menjalankan tugas saya dengen sebaik mungkin"ujar indra merasa malu akan pujian yang dilayangkan oleh bu rahma.
"oh iya hampir lupa,kedatangan saya kemari ingin meluruskan prihal yang mungkin sudah ibu dan bapak dengan dari saudara doni"lanjut indra memberitahukan prihal kedatangan nya.
Deg
seketika rini yang sedari tadi merasa tenang karna tak ada pembicaraan mengenai kejadian di pusat perbelanjaan tadi
sontak menegakan wajahnya dan menatap tajam kepada indra yang ada disamping nya,indra tak menghiraukan tatapan rini walaupun indra mengetahui betul kalo wanita disamping nya sangat keberatan akan prihal itu.
"iya kami sudah dengar tadi,tapi sempat ga percaya soalnya rini tidak pernah kelihatan dekat dengan lawan jenis,bahkan saat kami mendesak nya untuk mencari seortang teman dekat saja rini sangat enggan,dia bilang dia akan membawa dan memperkenalkan oerang yang akan dia jadikan suami"tutur sang ibu.
"ada apa ini sebenarnya?"gumam nya dalam hati dan itulah pertanyaan yang terus terngiang ngiang didalam benaknya.
"alhamdulillah kalo begitu,jika bapak dan ibu berkenan dipertemuan kedua nanti saya akan membawa kakak perempuan dan ibu saya,karna bapak sudah meninggal 4tahun yang lalu jadi saya cuma punya kakak,kakak ipar,ibu dan dua keponakan"lanjut indra memperkenalkan anggota keluarga nya.
"apa membawa seluruh keluarga?"rini bertambah syok kala indra akan memboyong seluruh keluarga nya dalam waktu yang akan ditentukan oleh kedua belah pihak.
"tunggu pak,ibu bapak rini ijin bicara berdu
__ADS_1
a dulu ya"ijin rini kepada kedua orang tua nya,tanpa mendapatkan jawaban dari ibu dan bapak nya juga indra rini menarik tangan indra dan membawanya kearah halaman belakang rumah.
disana terdapat gazebo kecil dipinggir kolam ikan hias yang lumayan asri9 dan juga sejuk,rini terus menarik tubuh kekar indra kearah gazebo dan melepaskan tangan nya setelah sampai didepan gazebo
"maksud bapak apa?kenapa bapak bicara seolah olah bapak akan melamar saya?"tanya rini dengan sedikit meninggikan suara nya
''mas...."indra tidak menjawab pertanyaan rini dia hanya mengatakan satu kata ya itu 'mas'
''apa?"tanya rini bingung.
"mas...panggil saya mas kalo diluar kantor"kata indra enteng
"maksud bapak apa?"tanya rini lagi tak mengerti dengan sikap sang atasan
awa
"sudah saya bilang saya tidak suka dibantah"ujar indra tegas
rini pun menyerah pasrah akan sikap indra dan mecoba berbicara setenang mungkin dan membicarakan hal yang kini telah dibicarakan sang pria dengan kedua orang tua nya.
"baiklah,sekarang tolong jelaskan maksud mas indra apa?jujur saya masih bingung dengan ke adaan ini mas,tolong jelaskan"ujar rini sendu
__ADS_1
"aku akan melamar mu rin,setelah mendapat restu bapak dan ibu mu aku akan membawa seluruh keluarga ku tuk mempersunting dirimu"
bagai disambar petir disiang bolong penuturan indra membuat rini membeku "apa katanya?melamar?ada apa dengan orang ini?apa dia salah minum obat?kenapa tiba tiba dia mau melamar?bukan nya selama ini dia benci banget ya sama aku?kenapa tiba tiba melamar?"gumam nya dalam hati,benar benar tak percaya akan penuturan sang atasan.