
Lia sibuk untuk membereskan kafe, sedangkan Melfa sedang minum susu.
“Kak Lia.” panggil Zelin.
“Iya dek, kakak lagi cuci piring.” ucap Lia.
Zelin berjalan menuju Lia.
“Kakak capek tidak akhir akhir ini? kan aku sering tinggalkan kakak, untuk ujian, mengantar yang lainnya ke Bandara kemaren.” ucap Zelin dengan nada tidak enak.
“Tidak dek, kakak malah seneng, setidaknya kakak punya aktivitas, tidak usah sungkan ya sama kakak. Kamu nikmati saja waktu kamu, selagi masih muda.” ucap Lia sedikit tertawa.
“Haha… kakak juga masih muda.” jawab Zelin.
“Dek, kakak bener bener anggap kamu kayak adek kandung kakak sendiri, jadi kakak mau kamu bahagia, manfaatin waktu kamu buat bahagia sama temen-temen kamu. Cuma kamu sama Melfa yang berarti bagi kakak sekarang, jadi apapun akan kakak lakukan agar kamu bahagia sayang.” ucap Lia tulus dan memandang Zelin.
“Kakak. Terima kasih. Aku sayang sama kakak.” ucapnya memeluk Lia dari belakang.
“Kakak lebih menyayangi kamu dek.” ucap Lia.
“Aku lebih sayang kak.” rengek Zelin
“Haha.. iya-iya.” Ucap Lia sambil tertawa.
“Ya sudah kak, aku mau liat Melfa dulu yah.” Zelin
“Iya dek.” Lia.
Melfa ternyata sudah tertidur. Dot susunya sudah habis dan menggelinding ke sebelah kasur.
“Uhh, anak mama cantik sekali sih.” sambil menggesekkan hidungnya ke hidung Melfa.
Zelin melihat hpnya, ternyata sudah banyak chat yang masuk di grup WA.
#kumpulan Jones
Admin : Mila Abramo
Mila Abramo : (mengirim foto) kapan kesini bareng? @alzelina Putri @Raska f Abramo
Dani Aefar : nyusul donggggg kalian bedua
Mila Abramo : hooh, seru tau
Dani Aefar : @Raska f Abramo ajak Al jalan-jalan kalo gak, liburan nihhh
Mila Abramo : bener tuh bang @Raska f Abramo
Bayu Aprilio D : iya tuh, kan Cuma kalian bedua yang disana.
Mila Abramo : oiii bang @Raska f Abramo gak muncul2
Raska f Abramo : paan?
Mila Abramo : @alzelina muncul weyyyy
Dani Aefar : @Raska f Abramo cuek amat bro
Mila Abramo : @Dani Aefar kayak gak tau bang Raska aja lo bang
Alzelina : kenapa aku?
Mila Abramo : jalan-jalan geh, jangan di kafe terus, nanti stress.
Dani Aefar : @Raska f Abramo ajak noh si Al jalan-jalan.
Alzelina : haha.. tidak perlu kok, lagian Cuma berdua, tidak ada kalian tidak seru
Bayu Aprilio D : hmmm. Okedeh.
Mila Abramo : oke sippp.. kita mau jalan-jalan dulu yah
__ADS_1
Alzelina : hati-hati yah
Bayu, Mila, dani : siapppp
**
Padahal Zelin berharap bisa jalan-jalan juga, apa lagi berdua sama Raska.
‘Ah.. kenapa malah kejebak sama pikiran sendiri sih.’ gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba notif WA masuk ke hp nya lagi.
#Raska f Abramo
Jalan kuy –Raska
Kemana? –Zelin
Kemana aja, kalo iya 15 menit lagi aku sampe sana –Raska
Oke deh, aku siap-siap –Zelin
‘Aaaaaaaaaaaa….. apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba Raska jadi baik seperti ini. kan aku jadi baper.’ ucap Zelin dalam hati.
Zelin mengganti baju dengan hoody krem, memang sangat hobi memakai hoodie saat tidak kekampus, dengan celana jens hitam dan sepatu hadiah ulang tahun dari Mila, rambutnya? Yah di ikat seadanya saja. Pake bedak tabur dan sedikit lip balm. Hpnya berbunyi, chat dari Raska bahwa dia sudah di depan kafe.
“Kak, aku jalan sebentar, boleh?.” ucap Zelin menghampiri Lia yang sedang menyapu.
“Udah siap-siap baru bilang kakak.” ucap Lia
“Hehe. Soalnya buru-buru kak.” Zelin
“Iya, hati-hati. Jangan kemaleman yah pulangnya.” Lia.
“Siap kak.” Zelin
Zelin masuk kedalam mobil sport itu. Baru saja duduk tangannya sudah di genggam lgi sama Raska.
“Jangan di lepasin.” ucap Raska
“Iya-iya, kita mau kemana?.” Zelin.
“Kamu mau kemana?.” Raska
“aku ikut saja deh.” Zelin
“Oke” Raska
Sepanjang perjalanan Raska memegang tangan Zelin tanpa terlepas, wanita manis ini akan tertidur jika tangannya melepaskan genggaman itu.
“Udah makan?.” Raska
“belum.” Zelin
“Kenapa?.” Raska
“Lupa.” Zelin
“Bisa makan lupa?.” Raska
“Yah emang lupaaaaa.” Zelin
“Jangan sampai lupa sama aku yah nanti.” Raska
“seperti mau pergi jauh saja kamu." Zelin
“Yw udah makan dulu yuk.” Raska menepikan mobilnya di sebuah restoran.
Raska tiba-tiba menarik ikat rambut Zelin.
“Jangan di iket.” Raska
__ADS_1
“Kenapa?.” Zelin
“Leher jenjang kamu terlalu bagus buat di liat orang lain." Raska.
Mereka masuk ke dalam resto dan langsung memesan makanan.
Selesai makan Raska malah sibuk sama hpnya.
“Kenapa di ajak jalan kalau sibuk sama hpnya.” ucap Zelin sedikit berbisik.
‘Emang dasar yang di sindir saja tidak punya perasaan.’ ucapnya dalam hati.
“Ayok deh pulang.” ucap Zelin dengan nada kesal
“Tunggu, kita belum jadi jalan.” Raska yang masih sibuk dengan hp.
“Tidak usah, pulang saja.” Zelin mulai meninggikan suaranya.
“Aku lagi cari jalan di GPS, soalnya aku gak tau jalan yang cepet sampe di sana.” ucap Raska akhirnya jujur.
“haha. Aku kira kamu sibuk mengabari cewek kamu.” Zelin.
“Aku lagi sama dia, kenapa aku harus ngabari.”,
Raska
‘Duh.. Raska, jangan bikin hati aku deg degan dong.’ ucap Zelin dalam hati.
“Udah ketemu, ayok.” ucap Raska menarik tangan Zelin.
Mereka menuju kasir dengan tangan yang masih menempel, seolah-oalah mereka akan menyebrangi jalan.
Terdengar bisikan-bisikan dari pembeli yang lain tentang betapa serasinya pria tampan dan wanita manis ini.
“Raska, aku malu kamu gandeng terus.” Zelin
“Tapi aku gak malu.” ucap Raska sambil mengambil kembalian uangnya dan pergi.
Raska menyambungkan hpnya ke layar mobil agar mempermudah melihat GPS. Masih dengan memegang tangan Zelin.
‘Oh tuhannnnn… kenapa dia jadi seperti ini.’ batin Zelin.
Zelin melihat jam karet hitmnya. 10.13. mereka sudah berangkat kira-kira 1 jam 30 menit, dan akhirnya sampai. Raska dan Zelin turun dari mobil.
‘Ini hutan’, batin Zelin.
“Ayokkk.” ucap Raska sambil memegang tangan Zelin lagi.
“Raska, kamu tidak bakalan macem macemkan?.” Zelin yang belum melangkah.
“Enggak bakal, aku gak bakal macem-macem sebelum kita nikah.” ucap Raska yang mulai berjalan.
“Enak aja bahas-bahas nikah. Aku masih 16 tahun tahu.” Zelin yang sudah mulai melangkah.
“16 tahun juga udah jadi mama. Jadi ga apa-apa dong.” Raska.
“Huftttt.” Zelin.
Zelin dan Raska berjalan memasuki hutan itu. Tidak lama terlihat sebuah danau yang jernih dan vila yang bagus.
Airnya bening sampai terlihat ikan-ikan kecil menari-nari di dalamnya. Ada tumbuhan-tumbuhan air di tepi danau.
Vila berwarna coklat tua berlantai dua masih terlihat rapi dan bagus, bahkan masih layak huni.
‘Raska gak mungkin macam-macamkan?.’ batin Zelin.
Raska masih nyaman memegang tangan hangat wanita manis di sebelahnya itu.
Senyum manis mereka di bibir indahnya. Hoodie over size membuat wanita ini semakin lucu, bahkan rambutnya yang berantakan semakin membuatnya manis.
"Semuanya akan pernah merasakan, apa itu rasa bahagia."
__ADS_1