Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kekecewaan Adelia


__ADS_3

Malam ini Adelia sudah rapi, dengan polesan make up yang natural dan rambut yang di gerai.


Memakai dres di bawah lutut berwarna cokelat susu dan sepatu yang senada untuk acara makan malamnya hari ini.


Zelin masuk ke dalam kamar mereka, melihat kakaknya yang sudah rapi ia pun ikut tersenyum.


“cie yang mau makan malem, sepertinya bentar lagi akan ada yang di lamar ni”, goda Zelin.


Pipi Lia pun memerah karenanya.


Semenjak Melfa di bawa ke rumah sakit 4 tahun lalu, Riki dan Lia dekat.


Tak jarang juga mereka makan malam romantis dan kadang juga membawa Melfa jalan-jalan.


Sosok Riki adalah sosok ke bapak an. Jadi tidak salah apa bila Lia jatuh hati pada pria tampan itu.


“adek. Jangan seperti itu, kakak malu”, ucap Lia sambil menutup kedua pipinya dengan tangan.


“haha. Tidak apa kak, lagian kak Riki itu pria yang baik. Lagian umur kakak sekarang sudah 24 tahun, dan kak Riki pun sudah 28 tahunkan”, terang Zelin


“iya sih dek. Doakan yang terbaik aja yah?”, Lia


“pasti kak. Good luck kak”, Zelin.


Akhirnya, Riki datang, dan mereka berdua berangkat menuju restoran yang cukup mewah.


Riki memang selalu baik padanya.

__ADS_1


Memberi semangat dan perhatian kepadanya dan Melfa.


Riki dan Lia masuk kedalam restoran itu. Duduk di meja yang sudah di siap kan oleh Riki sebelumnya.


‘romantis banget sih’, batin Lia


“kamu mesen apa Lia?”, Riki bertanya sambil memegang buku menu.


“samain aja”, ucapnya sambil tersenyum manis.


🌸🌸


Setelah makan, Riki memulai pembicaraan yang serius.


“lia. Aku mau ngomong serius sama kamu boleh?”, tanya Riki dengan sopan


“apa kamu mau menjadi istri ke dua ku?”, Tanya Riki sambil mengeluarkan kotak yang sudah terbuka.


Terlihat sebuah cincin berwarna silver dengan hiasan permata di atasnya. Harganya jangan di tanya lagi. Sudah pasti mahal.


“apa?”, tanya Lia kaget


“aku tidak mungkin menjadi istri kedua, sedangkan kamu belum menikah”, jawab Lia terkejut.


“aku sudah menikah sebelum bertemu kamu” jawab Riki dengan santai.


“jika aku tau kamu sudah menikah, tidak mungkin aku mau bersama mu”, jawab Lia kecewa.

__ADS_1


“kamu pikir siapa yang mau dengan wanita janda seperti mu, kalau bukan di jadikan istri ke dua. Masih untung saya mau menerima kamu dan anak mu itu”, terang Riki.


“terima kasih untuk makan malamnya”, ucap Lia dan langsung bearnjak pergi meninggalkan Riki.


Lia berjalan, di tengah malam yang masih ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang. Dia berharap, mala mini hujan, agar tidak ada yang tau kalau dia akan menagis.


‘hah… dasar manusia gila, bagaimana mungin dia bisa begitu yakin kalau aku ini janda. Kenapa dia tidak memastikan dulu dan kenapa aku begitu bodoh tidak tau kalau dia sudah menikah. Kenapa harus sesakit ini. waktu 4 tahun begitu berat untuk di lupakan. Tapi aku harus apa, tidak mungkin aku menangisi suami orang seperti ini', ucap Lia pada dirinya sendiri.


Sepertinya langit berpihak kepadanya, atau langit sedang bersedih juga.


Hujan datang tanpa aba-aba.


Datang sangat deras, dengan angin sepoi yang membuat tubuh kecilnya menggigil kedinginan. Lia menangis sejadi-jadinya.


Seharusnya dia akan bahagia sekarang. Seharusnya dia akan menikah sebentar lagi.


Tetapi malah salah orang seperti ini.


Tak lama bermain dengan hujan, sebuah mobil sport berhenti menutup jalan Adelia yang telah terhuyung- huyung. Kini wanita cantik ini sudah terlihat pucat pasi.


“lia, hei. Kenapa malah hujan hujanan di sini”, tanya Bayu dengan nada khawatir.


“tidak apa apa. Tinggalkan aku sandiri”, jawab Lia


“gak mungkin gue ninggalin lo di sini, dengan kondisi basah kayak gini, kalo lo ada masalah lo bisa cerita sama gue, apapun. Gue bisa jadi pendengar yang baik buat lo”, terang Bayu meyakinkan Lia.


Akhirnya, Lia pun luluh, dan masuk kedalam mobil Bayu.

__ADS_1


Bayu mmbawa Lia ke rumahnya, agar bisa di rawat oleh pelayan di rumah, kasian jika bayu membawa ke rumah Zelin. Pasti adiknya akan sangat cemas dan takut.


__ADS_2