
Aku menghabiskan waktu bersama Raska di hari itu.
sungguh benar benar merasa tenang dan bahagia. Aku merasa inikah yang namanya jatuh cinta. Betapa baik nya tuhan memberikan rasa cinta kepada umatnya.
Raska adalah pria yang selalu menggenggam tangan ku seperti takut untuk berpisah dengan ku.
Aku dan Raska melewati banyak sekali rintangan waktu yang menjelma menjadi masalah. Karena umur ku yang masih remaja, Raska memahami kadang pemikiran ku masih labil.
Dia membimbing ku menjadi lebih baik lagi, mengajarkan ku artinya waktu yang di berikan tuhan untuk di manfaatkan demi kebaikan.
Kami melawati semester demi semester bersama. ujian mid atau ujian semesterpun belajar rutin.
semua waktu yang kami jalani sangat berharga waktu itu. 2 tahun lebih kami saling menggenggam sampai akhirnya dia pergi karena ku.
Aku membenci keluarga Albareck, dia mengincar ku tapi membunuh kekasih ku.
__ADS_1
Aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan bersenang senang. Aku akan membalaskan semuanya.
Raska tertembak karena menutupi tubuh ku.
peluru itu masuk dan mengenai jantungnya, Raska di bawa ke Jepang dan ternyata dokter yang katanya pintar pun tidak bisa menyelamatkan nya.
Aku kecewa pada semua orang ketika itu. Aku tidak ingin bertemua siapa siapa setelah pemakaman Raska lagi. Aku membenci semua yang terjadi pada ku.
Seharusnya ketika itu aku wisuda bersama Raska. Raska berjanji mengajak ku balik ke Belanda, Raska berjanji menggenggam tangan ku terus dan tidak akan melepaskan ku. Banyak janji janji yang telah terucap oleh Raska tapi tidak bisa ia wujudkan.
Aku merasa hampir gila karena di tinggal Raska. Aku menginginkannya kembali. Bahkan aku tidak bisa melihat ia yang terakhir kalinya karena sudah terkafankan ketika pulang dari Jepang.
Luka dan Duka Raska belum mengering, aku mendapatkan luka baru.
Kak Lia, kakak angkat ku. sekarang terkapar sekarat karena kelalaia ku juga.
__ADS_1
Akuberasa tidak berguna sekarang.
Aku merasa semua yang dekat dengan ku terkena musibah.
Aku tidak tau apa yang menyebabkan kak Lia berfikiran sependek itu.Setau ku kak Lia adalah wanita yang sangat sabar. Ia tidak mungkin gegabah seperti sekarang ini.
Aku merasa ada hal yang membuat ka Lia melakuka itu semua. Tapi siapa? Aku bahkan tidak tahu kak Lia memiliki teman. Kenapa semua misteri hanya menjadi teka teki.
Aku tidak sepintar itu, sehingga selalu bisa menjawab teka teki yang telah di siapkan untuk ku. Aku hanya manusia biasa yang mencoba menerima segala luka. Sampai pada saat aku tidak lagi bisa berdiri dengan kaki ku.
Aku tidak tahu, akan berapa banyak lagi duka yang akan ku dapat, bahu ku yang dukunya kokoh sekarang sudah mulai goyah dan roboh. Aku tidak punya alasan lagi untuk tetap bertahan ketika badai kencang datang lagi esoknya.
Aku mulai menyerah, menyerah akan semua yang tuhan katakan takdir. Takdir buruk yang datang terus menerus menemanikusekarang. Aku tidak lagi ingin memperjuangkan, aku akan berjalan sesuai alurnya. Jika aku terjatuh, aku tidak akan bangkit lagi, Jika aku tenggelam aku tidak akan naik lagi ke permukaan.
Aku sangat menyerah.
__ADS_1