
Raska menceritakan keadaannya selama di Jepang. Koma selama setengah tahun dan melanjutkan pengobatan yang lainnya. Raska juga menjelaskan tentang yang ia dan Mila lakukan pada keluarga Albareck.
Raska terbangun dari koma selama enam bulan. Bahkan awalnya Raska sangat susah mengenal Mila dan orang tuanya. Seiring berjalannya waktu dan pengobatan yang maksimal Raska berhasil melewati semua masa sulitnya.
Riski adalah saudara Raska berbeda ibu. Hubungan Raska dan Riski sangat baik sehingga Raska meminta bantuan kepada abangnya itu untuk memantau keadaan Zelin.
"Bang. Gue minta tolong banget sama lo. Lo awasi Zelin ya. Gue percayain semuanya sama lo." Ucap Raska kala itu.
Riski mengangguk, karena baginya sekarang, keluarga yang tersisa adalah Raska.
Berita ke gagalan pernikahan Bayu dan Lia juga sampai ketelinganya. Raska meminta Dodi, orang kepercayaannya untuk mengurus semuanya bersama Mila.
Mila melakukan semua yang di perintahkan oleh Raska, karena dia juga tidak suka orang lain mengganggu kehidupan sahabatnya.
Keluarga Albareck yang mengalami kekurangan dana telah menerima suntikan dana dari Raska. Tanpa keluarga Albareck tahu kalau sebenarnya Raska akan merebut semuanya untuk Zelin.
__ADS_1
Dodi membantu Raska mengurus semua hal tentang perusahaan Albareck. Sekarang perusahaan itu sudah atas nama keluarga Abramo.
Zelin yang mendengar itu semua terharu dan menangis.
"Raska. Aku tidak percaya ini semua." Ucap Zelin.
"Aku akan melakukan apa pun demi kamu." Jawab Raska.
"Raska. Gue ga paham kenapa lo segitunya sayang sama adik gue. Tapi, thanks bro, gue gak tau kalo harus bales lo pake apa." Ucap Bayu.
"Gue cuma minta restu dari lo." Ucap Raska.
"Lo beneran mau nikah sama Elin?." Tanya Bayu.
"Lo pikir? Buat apa gue berjuang kalo bukan karena dia." Jawab Raska sambil tersenyum.p
__ADS_1
Zelin melihat kearah Raska. Beruntung memiliki sesorang yang mengerti sama dirinya.
'Terima kasih Raska. Kamu selalu membuat ku nyaman ketika bersama mu. Kamu menggenggam tangan ku terus, kamu mengubah cara bicara mu agar aku nyaman berkomunikasi dengan mu, bahkan kamu rela terluka demi aku.' Ucap Zelin dalam hati.
"Bagaimana kak Lia?." Tanya Raska.
"Kakak setuju saja. Asal Zelinnya oke. Semua kehidupan kalian ya kalian yang menjalani. Pikirkan matang matang dan berjanji kalau menikah hanya sekali seumur hidup kalian." Ucap Lia.
"Iya kak. Aku sudah berjanji dengan segenap jiwa ku. Aku akan bersama Zelin sampai kapanpun." Ucap Raska menggenggam tangan Zelin.
"Ih. Aku malu." Ucap Zelin merenggangkan tangannya dengan Raska.
"Kenapa kamu selalu malu? Aku ini calon suami mu." Ucap Raska.
"Tetap saja aku malu." Ucap Zelin.
__ADS_1
Bayu dan Lia tersenyum melihat tingkah Raska dan Zelin.
"Berjanji pada hati. Bahwa menikah hanya sekali dalam satu kehidupan."