
Mila dan Dani tengah sibuk dengan hp mereka masing masing. Mila sesekali melihat ke arah Dani yang juga sesekali melihat ke arahnya.
"Ngapain sih liat liat." Ucap Mila tiba tiba memecah keheningan.
"Yang sopan ngapa, sama suami sendiri." Ucap Dani dengan nada menyedihkan.
"Ogah banget." Jawab Mila.
"Mmm. Bulan madu yuk." Dani tiba tiba memejamkan matanya setelah mengutarakan isi hatinya.
"Kemana?." Tanya Mila langsung.
Dani membuka matanya perlahan, dan wajahnya sumringah karena tidak melihat raut kesal di muka Mila.
"Ke Belanda. Barengan sama yang lainnga. Kayak janji kemaren." Ucap Dani.
"Kapan?." Tanya Mila.
"Minggu depan kalo lo mau." Ucap Dani.
"Oke deh." Jawab Mila
**
Hari ini adalah keberangkatan mereka semua ke Belanda.
__ADS_1
Melfa sudah di titipkan kepada Stev dan Mira.
Zelin dan Raska duduk bersebelahan di dalam pesawat, dan tangan kanannya memeluk istrinya itu.
"Kamu seneng sayang?." Tanya Raska pada Zelin.
"Tentu saja, kembali ke Belanda adalah impian ku mas." Jawab Zelin.
"Apa?." Ucap Raska sedikit berteriak.
Zelin menggelengkan kepalanya seolah tidak tau yang di ucapkan suaminya itu.
"Ulangi lagi, tadi kamu memanggilku apa?." Ucap Raska.
"Tidak, aku malu." Ucap Zelin menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.
"Panggil aku terus seperti itu." Pinta Raska.
Zelin menangguk memyetujui, Raska mengecup puncak kepala Zelin berkali kali.
"Aku sangat mencintai mu." Ucap Raska.
"Aku lebih mencintai mu." Jawab Zelin.
**
__ADS_1
Di sisi lain Bayu dan Lia sudah asik dengan cerita mereka berdua. Mila dan Dani adalah salah satu pasangan yang tidak romantis, melainkan harmonis. Jarang berbicara lembut, bahkan tidak ada panggilan kesayangan pada mereka berdua.
"Mil. Lo gak mau gue rangkul juga gitu? Kayak Bayu sama Raska?." Tanya Dani.
"Ogah. Males banget gue di rangkul lo." Ucap Mila.
"Halah, waktu wisuda dulu juga gue rangkul lo biasa aja." Ucap Dani lagi.
"Beda situasi tau. Geli banget sekarang di peluk lo." Ucap Mila.
"Gimana mau punya anak kali di rangkul aja kagak mau." Ucap Dani
Mila yang mendengar itu langsung menjitak kepala Dani.
"Ngomong sekali lagi gue lempar lo keluar pesawat." Ucap Mila.
Zelin yang mendengar itu tertawa.
"Sudah sudah. Gak baik jadi istri durhaka Mil." Jawab Zelin.
Mila hanya menyengir. Menunjukkan gigi behelnya.
"Maap ya suami ku." Ucap Mila menyalami Dani.
Dani tidak terlalu menanggapi lagi karena sudah mulai mengantuk.
__ADS_1
"Pernikahan itu sederhana, tapi istimewa."