
Semua sudah berkumpul di rumah sakit. Zelin, Raska, Lia, Bayu. Melfa masih berada di sekolahnya, sedangkan Lila di titipkan pada Mira dan Stev karena Bayu dan Lia ke rumah sakit.
Dani sangat cemas di dalam ruangan. Mila terlihat sangat kesakitan, Dani memberikan tangannya agar bisa di pegang oleh Mila. Sungguh, pegangannya sangat erat.
#Dani Prov.
Aku sangat cemas, setengah jam sudah Mila tidak keluar dari kamar mandi, dan aku memutuskan untuk mendobraknya. Ternyata pintu kamar mandi tidak di kunci Mila. Aku terkejut melihat Mila yang sudah tidak berdaya di dalam kamar mandi.
Tanpa berpikir panjang, aku menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Mila menggigit bibir bawahnya, aku takut akan berdarah jadi aku memberikan sebuah kain agar dia tidak menggigit bibirnya lagi.
Di perjalanan, aku menelepon Raska dan Bayu, memberi tahu bahwa Mila akan melahirkan. Aku berada di dalam ruangan persalinan. Kain yang di gigit Mila tadi masih terus berada di mulutnya. Tapi, tangannya meremas seprai ranjang pasien. Aku tidak tega, jadi aku memberikan tangan ku padanya agar dia menggenggam tangan ku saja.
Genggaman Mila sangat erat, aku tidak tega melihatnya kesakitan seperti ini. Memandang wajah Mila yang sedang berjuang melahirkan anak pertama kami. Aku mengingat awal kali aku jatuh cinta pada gadis tomboy ini.
Senyumannya sangat manis dan tulus. Hatinya lembut walaupun sering menyebalkan terkadang. Aku tidak menyangka akan jatuh cinta pada perempuan yang aku kira polos dan kekanak kanakan ini. Semenjak liburan ke Belanda aku dan dia memutuskan untuk bersama.
Mila adalah sosok perempuan penyang, ia memperhatikan semua yang terbaik untuk orang orang di sekitarnya. Bahkan ia bisa merubah menjadi kejam jika ada orang lain mengusik orang orang terdekatnya.
__ADS_1
Bagiku, dia sangat istimewa. Banyak kejutan yang ia berikan pada ku dari waktu ke waktu kami bersama. Sikapnya yang terkadang manja membuat ku semakin mencintainya.
Aku ingin tetap bersamanya sampai kapanpun. Dengan keadaan apapun, aku akan tetap memcintai Mila.
Putra kami lahir. Aku memberinya nama Gevin Abramo Aefar. Putra pertama kami sangat mirip dengan Mila. Aku meneteskan air mata, terharu. Waktu berjalan begitu cepat hingga sampai di titik kami menjadi orang tua sekarang.
Aku mengazankan putra ku. Dengan doa supaya bisa menjadi anak yang soleh dan bijaksana. Segala ucapan ucapan baik ku selipkan dalam doaku untuknya.
Mila masih belum sadar pasca melahirkan. Aku bersyukur Mila melahirkan dengan normal. Aku membawa Gevin ke tengah tengah sahabatku. Mereka yang ada bersamaku dari awal aku bersama Mila.
#Author Prov
"Enak aja lo. Bibit unggulnya dari gue nih." Bales Dani.
"Selamat yah Dani." Ucap Adelia dengan senyuman.
Dani membalas ucapan Adelia dengan anggukan dan senyum kembali.
__ADS_1
"Gue pengen gendong dong." Ucap Raska.
Dani memberikan Gevin ke gendongan Raska.
"Aduh. Gemes banget si." Ucap Raska mencolek coleh dagu Gevin.
"Lo udah kasih nama?." Tanya Raska pada Dani.
"Udah dong. Namanya Gevin Abramo Aefar." Jawab Dani.
"Wah curang lo. Ada dua nama keluarga di namanya Gevin. Auto sultan tu." Ucap Bayu.
"Yah gue harus menghargai keluarga istri gue dong." Ucap Dani bangga.
"Gue tu. Kalo gue gak ngizinin nikah gak bakal ada nih si Gevin." Ucap Raska tidak mau kalah.
Mereka tertawa bahagia kala itu, bahagia menyambut kedatangan pendatang baru di dalam hangatnya kebersamaan mereka.
__ADS_1
"Terima kasih sudah membuat ku jatuh cinta dan tetap di posisi pertama dalam hidupmu."