
#zelin prov
Aku terbangun tengah malam. Melihat sekeliling ruangan rawat inap kak Lia yang sepi. Melfa ku titipkan pada Mila dan kak Lio, aku menyuruhnya pulang sore tadi. Sudah seminggu kak Lia belum sadarkan diri. Rencana ku untuk merebut perusahaan Albareck terpaksa aku tunda dulu karena keadaan sekarang.
Aku keluar dari ruangan itu. Aku melihat jam karet hitam di tangan ku menunjukkan pukul 4 subuh. Dan aku melihat lagi ke arah jam ini. Pemberian dari Raska sewaktu aku ulang tahun dulu, awal kami kenal.
Raska memberi kado dengan tanpa sepengetahuan orang ketika aku ulang tahun. Benar benar pria yang manis menurutku.
Aku berjalan menuju mushallah rumah sakit ini. Melewati lorong lorong sambil mengingat Raska memberikan kado kepada ku secara tersembunyi ketika itu.
Aku tidak sadar. Air mata ku menetes kala itu. Aku mencoba berteriak sayangnya suara ku enggan untuk keluar.
Kenapa semua terasa begitu menyakitkan bagi ku sekarang. Aku bingung, harus mengadu kepada siapa lagi, aku ingin bercerita tapi tidak mempunya wadah tampung.
__ADS_1
Aku membasuh muka ku sambil mengambil wudhu. Aku melaksanakan shalat tahajjud dan mendoakan orang orang yang ku sayang yang telah mendahului ku.
Aku tetap berada di mushallah sampai subuh pun beranjak. Jam 6 pagi ini aku harus memulai semuanya kembali.
Aku menyemangati diri ku sendiri. Aku tidak ingin terinjak injak lagi. Sudah cukup mengalahnya.
Aku kembali ke ruangan kak Lia. Aku melihatnya telah sadar. Aku menghampiri ranjang rumah sakit itu.
"Apa kakak ingin bercerita ke pada ku?", tanya ku pada kak Lia dengan lembut.
"Ya sudah kalau kakak tidak mau menceritakannya. Nanti kak Lio ke sini. Aku akan ke kantor, boleh kak?",tanya ku lagi.
Kak Lia mengangguk setuju. Setidaknya mungkin kak Lia mau bercerita kepada kak Lio.
__ADS_1
Aku kembali ke rumah. Mandi dan bersiap siap untuk ke kantor. Aku menelfon Mila terlebih dahulu.
"Hallo mil, aku titip Melfa dulu yah. Aku banyak urusan sekarang Mil", ucap ku pada Mila.
Aku mematikan telfon. Untung saja Mila berbaik hati mau menjaga Melfa.
Aku keluar pintu gerbang. Melihat sosok pria memakai topi dan hoodie hitam. Aku merasa tidak asing dengannya. Tapi dia belari meninggalkan ku. Aku pikir hanya orang iseng.
Di perjalanan menuju kantor aku mengingat orang yang memamai hoodie hitam tadi. postur tubuhnya seperti mas siras, atau aku hanya salah orang. Ah sudahlah. Aku lelah, ingin beristirahat tapi apa boleh buat.
Mata ku sangat mengantuk, aku memutuskan untuk tertidur dulu sejenak di dalam mobil selama perjalanan.
Aku akan kembali ke kantor yang sudah menjadi milik ku sekarang itu. Aku akan membuat keluarga Albareck benar benar hancur tanpa sisa.
__ADS_1
Maafkan aku Raska. Aku telah membawa mu masuk ke kehidupan ku yang kelam. Aku akan membalas semuanya demi kamu Raska. Kamu tenang saja. Walaupun aku tidak percaya kamu telah pergi, tapi aku selalu mendoakan mu selalu berada di sisi tuhan yang paling baik.
Aku sangat mencintai mu. Tapi, aku sudah mulai mengikhlaskan mu. Cincin yang akan kita ambil dahulu sampai sekarang belum pernah ku ambil. Karena itu punya kita, aku dan kamu.