
Waktu berjalan cepat. Raska tidak menyangka ia dan Zelin bahkan sudah 3 hari menikah. Selama tiga hari juga Raska melihat semakin hari Zelin terlihat semakin cantik. Ditambah lagi dengan sifatnya sekarang yang mulai manja, sangat manis.
Melfa tinggal bersama Zelin dan Raska di apartemen yang di beli Raska. Apartemen ini memiliki 3 kamar tidur dan ruang tamu yang luas.
Melfa sudah di ajarkan tidur sendiri. Dan satu kamar menajadi kamar tidurnya.
Pagi ini Zelin terlambat bangun, karena hujan semalaman membuat dirinya tidur sangat pulas.
"Raska. Ini jam berapa?." Tanya Zelin yang masih menutup matanya.
"Masih tengah malam. Kamu tidur saja lagi." Ucap Raska yang masih setia memandangi wajah cantik Zelin.
"Mmmm. Baiklah." Ucap Zelin menyelimuti tubuhnya lagi.
Raska tersenyum.
"Baiklah istri ku. Hari ini biarkan suami mu yang tampan ini saja yang masak ya." Teriak Raska meninggalkan tempat tidur.
Zelin tersadar dan melihat jam kamarnya.
"Raskaaa... Kenapa tidak membangunkan ku." Ucap Zelin.
__ADS_1
"Aku tadi sudah membangunkan mu untuk subuhan. Kamu bilang kamu sedang datang bulan." Ucap Raska.
"Yah tapi ini sudah jam 8 lewat Raska." Ucap Zelin.
"Meneriki suami berdosa istri ku." Goda Raska.
"Sudahlah, aku mau mandi." Ucap Zelin kesal.
Raska ke kamar Melfa, ternyata anak pintar ini sudah selesai mandi.
"Aduh. Anak papa wangi sepertinya." Ucap Raska.
"Baik tuan putri. Tunggu di meja makan ya, akan segera hadir masakan dari papa super ganteng." Ucap Raska.
Melfa tertawa dan berjalan ke meja makan bersama Raska.
Raska pintar dalam segala hal. Apa lagi memasak.
Hari ini menu sarapan pagi adalah nasi goreng. Setengah jam berlalu Zelin sudah mandi dan terlihat rapi.
"Nasi goreng ala papa super ganteng." Ucap Raska pada Melfa dan Zelin.
__ADS_1
"Terima kasih papa super ganteng ." Ucap Melfa.
Zelin tersenyum melihat Raska dan Melfa yang semakin menempel.
"Wah. Enak sekali." Ucap Melfa.
"Sepertinya besok besok papa saja yang memasak." Ucap Melfa.
"Nah. Benar sekali kamu. Karena nasi goreng ini enak, mulai besok papa super ganteng yang masak." Ucap Zelin bahagia.
"Aku juga." Ucap Raska mengeluh.
Mereka semua akhirnya tertawa.
'Terima kasih Raska. Suami paket lengkap ku.' Batin Zelin.
"Terima kasih, kehidupan ku sekaranv benar benar sempurna. Terima kasih sudah mau menyempurnakannya bersama dengan ku. Aku tidak tau. Bagaimana keadaannya jika waktu itu kamu menyerah dan melupakan ku. Aku sangat mencintai mu mama 16 tahun." Ucap Raska.
"Terima kasih kembali suami super ganteng. Aku juga sangat mencintai mu." Balas Zelin.
"Perihal sempurna dan tidak sempurna, itu tergantung kepada mu, akan lebih baik jika kamu sama sama menyempurnakan, bukan mencari yang sempurna, karena itu hanya fana."
__ADS_1