Mama 16 Th

Mama 16 Th
Meminta Izin


__ADS_3

Lia dan Bayu terlihat semakin dekat. Semenjak bayu menenangkan Lia hari senin kemaren.


Bayu selalu memantau setiap hal yang di lakukan Lia. Menelfon untuk memastikan Riki tidak lagi datang mengganggunya.


Zelin sekarang sudah sibuk dengan urusan kantor, sepertinya dia benar-benar berniat untuk sukses dan merebut kembali semuanya.


Zelin sering pulang terlambat, bahkan jam 9 malam dia baru sampai di kafe.


Sebenarnya Zelin melakukan ini juga untuk melupakan Raska, walau bagaimana pun hidup harus tetap berlanjut bukan. Walaupun rasanya sangat mustahil melupakannya.


Siang ini, zelin sudah berjanji dengan kakaknya untuk makan siang di kafe.


Zelin pun bingung, tidak biasanya adelia memintanya untuk makan siang di kafe, atau mungkin aka nada hal yang ingin di bicarakan kakaknya itu.


Zelin membuka pintu kafe, masuk dengan elegan bak wanita karir. Rambutnya yang sangat panjang di ikat rapi tadi pagi oleh adelia.


Zelin sedikit terkejut, melihat Bayu yang duduk berhadap hadapan dengan kakaknya itu.


“eh ada kak Lio juga”, ucap Zelin sambil duduk di antara mereka berdua.


“iya elin, sebenarnya kakak yang mau bicara sama kamu”, ucap Lio


“ada apa kak?”, tanya Zelin


“kalau kakak menikah dengan Lia bagaimana?”, tanya Bayu serius.


Lia yang mendengar bayu bicara dengan langsung ke intinya terkejut.

__ADS_1


‘tidak pakai basa basi dulu gitu’, katanya dalam hati sambil menundukkan kepalanya


Zelin memandang ke dua kakak yang saat ini di depannya dengan tatapan tajam yang biasa ia gunakan untuk bawahannya di perusahaan.


Membuat Bayu dan Lia menelan salivanya.


Bagaimana mungkin Zelin yang terkenal lemah lembut bisa memiliki tatapan mematikan seperti ini.


“kalau kamu tidak setuju tidak apa apa Al”, ucap Lia lembut.


Beberapa detik berikutnya Zelin pun tertawa


“haha. Aku sangat setuju kak, bagaimana mungkin aku bisa menolaknya. Aku sangat menyayangi kalian berdua”, ucap Zelin tulus


“terima kasih elin”, ucap Lio


“tapi, kak Lia udah pastiin kan? Kalau kak Lio tidak main main?”, tanya Zelin


“iya iya, elin tau, kak Lio kan yang terbaik. Tapi elin mau bilang jujur yah. Pikiri baik baik. Karena pernikahan sekali seumur hidup. Kak Lio harus bisa menerima masa lalu, kelebihan dan kekurangan yang ada pada kak Lia, begitu juga sebaliknya. Elin gak mau, nanti kalian berhenti di tengah jalan”, ucap Zelin dengan tulus.


Zelin tidak ingin karena hal ini nanti hubunganbya dengan Bayu atau Lia akan renggang jika terjadi permasalahan. Apalagi pernikahan bukan hal yang bisa di permainkan


“iya elin, kakak udah mikiri mateng-mateng kok”, jawab Bayu


“syukurlah kalau sudah. Aku senang, akhirnya kita jadi saudara sungguhan kak lia”, ucap Zelin menggenggam tangan Lia


“kakak minta terima kasih sama kamu dek, semenjak ketemu kamu dan Melfa kakak punya hal yang menjadi alasan kakak bertahan”, ucap Lia

__ADS_1


“iya kak, aku juga minta makasih sama kakak. Udah berjuang sama-sama”, ucap Zelin


“sudah sudah, oh iya Elin. Rencananya bulan ini kami akan menikah”, jelas Bayu


“tidak apa kak. Lebih cepat lebih baik bukan?”, jawab Zelin


“oke deh, aku mau bikin minum dulu. Haus”, ucap zelin berdiri meninggalkan Lia dan Bayu.


Zelin membuat jus melon tanpa gula untuk dirinya sendiri.


“sirsak perasnya satu”, ucap pria berhoodie hitam.


“eh mas siras”, balas Zelin.


“iya mas, siapp. Ntar saya antar”, Zelin


Pria berhoodie itu kembali mengambil tempat duduk di pojok, dan masih setia dengan hp nya.


‘kenapa kadang aku sangat tidak asing dengan pria itu. Mmmc mungkin saja karena dia sering kesini kali yah’, pikirnya sendiri.


♡♡♡


Sekedar info yah gaes.


Kalo kalian baca cerita nya dr bab awal. Ada judul penglihatan itu gak masuk hitungan yah. Soalnya Itu sudah ku hapus. Dan aku tidak tau kalau bakan tetap ada.


Maaf sebelumnya gues

__ADS_1


Terima kasih buat yang baca


Aku menyayangi kalian ♡


__ADS_2