
Email masuk di hp Mila. Mila membuka pesan yang berisi data diri Risya Alexa Beener. Mila tersenyum menyeramkan.
"Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Ucap Mila sendiri.
Risya Alexa Beener adalah anak dari Tisya Albareck dan Jo Beener dan yang terpenting dia adalah sepupu Zelin.
Mila sudah mengetahui nama keluarga Zelin karena Raska dulu, jadi sangat mudah baginya untuk membuat keluarga Risya hancur karena dendamnya sudah bertumpuk.
Hari ini Mila menyuruh Dodi untuk membawa Risya ke hadapannya dengan keadaan apapun.
"Gue mau lo secepatnya bawa Risya itu ke hadapan gue, dengan keadaan sadar atau pun enggak." Ucap Mila mematikan telfonya.
Mila mengendarai mobil sprot milik Raska dulu kearah gedung lama yang sudah tidak terpakai lagi. Raska adalah Abang sepupu yang sudah seperti abang kandungnya sendiri, dan lagi lagi keluarga Risya yang membuat dia harus berpisah dari Raska.
Mila sampai di halaman gedung tua itu dan masuk, perempuan cantik berbehel ini tidak ada takutnya kali ini.
Setengah jam menunggu Dodi, dia datang dengan membawa seorang wanita cantik, siapa lagi kalau bukan Risya.
Matanya di tutup, dan tangan di ikat. Risya berdiri di depan Mila, dekat dan sangat dekat. Sampai Risya menyadari orang yang membawanya tadi pergi tetapi ada orang di depannya.
"Siapa lo?." Ucap Risya dengan suara sedikit bergetar.
"Lo pasti tau gue, apa lagi denger suara gue." Ucap Mila.
__ADS_1
"Siapa sih lo, bukain ikat mata gue." Ucap Risya berteriak.
"Haha. Siapa lo yang berhak nyuruh nyuruh gue?." Bentak Mila sambil mencekam rahang Risya.
"Au. Sakit. Lo gila ya." Ucap Risya.
Mila membuka penutup mata Risya dan berdiri di belakangnya. Memegang kedua bahu Risya dari belakang.
"Gue sebenernya gak mau main kasar. Tapi lo sendiri yang bikin gue main kasar sama lo." Ucap Mila sambil menendang lutut Risya.
Risya terjatuh dan meringis kesakitan, dan betapa terkejutnya waktu dia melihat yang melakuka itu semua Mila. Perempuan cantik yang biasanya lembut di kampus dulu sekarang sangat bar bar seperti sekarang.
"Kenap? Kaget?." Ucap Mila.
"Waitttt.. tentu ada dong. Pertama, lo bikin gue sama Abang tersayang gue Raska harus pisah, yang kedua, lo hampir aja bikin acara pernikahan Bayu dan Lia gagal dan yang ketiga." Ucapan Mila terhenti.
"Apa yang ke tiga?." Tanya Risya.
"Lo dan keluarga sialan lo itu bikin hidup sahabat gue susah." Jawab Mila.
"Gue gak paham maksud lo Mila. Gue gak pernah bikin lo sama Raska jauh dan bikin hidup sahabat lo susah." Jawab Risya.
"Haha. Lo ingat.. Elle Donzello dan Afdhal Albareck?." Tanya Mila.
__ADS_1
"Itu om gue, apa hubungannya sama lo?." Tanya Risya.
"Lo mau gue dongengin gak sebelum ajal menjemput lo?." Ucap Mila dengan sangat menakutkan.
Risya yang mendengar itu langsung memejamkan matanya.
Mila mengeluarkan pisau dan sebuah pistol.
"Gue berbaik hati sama lo, lo boleh pilih, kiri apa kanan?." Tanyanya pada Risya.
"Lo gila ya Mil, lo mau ngebunuh gue?." Tanya Risya.
"Kenapa enggak?." Jawab Mila sambil mengangkat satu alisnya.
"Gue gak tau alasan pasti apa yang bikin lo benci sama gue, gue juga gak paham alasan satu dan tiga yang lo sebut tadi. Masalah Bayu dan Lia, ok gue minta maaf. Tapi gak seharusnya lo kayak ginikan." Ucap Risya.
"Aduhh. Lo kalo mulutnya gak di tutup berisik yah." Katanya sambil mengambil lakban.
Menutup mulut Risya dengan lakban itam itu.
"Gue mau ngedongeng buat lo, masa lo gak mau sih." Ucap Mila
"Terkadang keadaan yang membuat seseorang harus berbuat kejam"
__ADS_1