Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kado Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini Raska dan Zelin sudah selesai dengan ritual sarapan paginya. Sedangkan Melfa menginap di rumah Bayu dan Lia.


Lama hening hingga makan selesai. Raska menelungkupkan sendoknya.


Hari ini Raska akan memberikan hadiah kepada istrinya itu. Kado pernikahan belum ia berikan.


"Mmm. Sayang." Ucap Raska.


"Iya. Kenapa?." Tanya Zelin yang baru selesai minum.


"Ini." Raska menyodorkan kertas kertas.


"Ha? Tiket ke Belanda?." Tanya Zelin kaget.


"Iya. Kan kita belum bulan madu." Jawab Raska tersenyum.


"Wah. Terima kasih Raska." Ucap Zelin menghampiri dan memeluk suaminya itu.


"Sama sama sayang." Ucap Raska membalas pelukkannya.


Tidak lama Zelin melepas pelukkannya, dan ingin kembali duduk ke kursinya. Tapi tiba tiba Raska menarik tangannya, hinggan Zelin terduduk di pangkuan Raska.


"Raska. Aku malu." Ucap Zelin mrmegamgi kedua pipinya yang merah.


"Kenapa kamu selalu malu." Tanya Raska heran.


"Aku tidak tau, tapi ketika wajah mu terlihat dari dekat jantung ku berdetak dua kali lebih cepat." Ucap Zelin polos.


Raska yang mendengar pengakuan dari istrinya itu tertawa puas. Raska melihat wajah Zelin setiap titiknya.


"Kamu semakin hari semakin cantik." Goda Raska.

__ADS_1


"Sudah. Aku mau kembali ke kursi ku. Beresin meja makan." Ucap Zelin.


"Siapa bilang kamu boleh berdiri." Ucap Raska mempererat pangkuannya.


Raska mendekatkan wajahnya ke wajah Zelin. Dan


cup


"Raska. Kamu nakal sekali." Ucap Zelin memukul dada Raska, lalu menundukan wajahnya.


"Nakal kenapa?." Tanya Raska.


"Kamu mengambil ciuman pertama ku." Ucap Zelin lagi.


"Kamu kan istri ku sayang." Ucap Raska dengan sabar.


"Tapi aku malu sayang." Ucap Zelin.


#inget yah. Mereka udah nikah. Jadi jan iri.. wkwkwk#


"Iih." Ucap Zelin malu.


"Plis." Ucap Raska dengan muka menyedihkan.


"Baiklah. Tapi lepaskan ku dulu." Ucap Zelin.


Raska melepaskan pangkuannya kepada Zelin dan dengan gesit Raska lagi lagi mengecup bibir Zelin.


"Jafi candu." Goda Raska.


"Raskaaa." Ucap Zelin sedikit berteriak.

__ADS_1


"Aku masih ada 1 kado lagi." Ucap Raska.


"Apa?." Tanya Zelin penasaran.


"Coba tebak, hal yang kamu rindukan." Ucap Raska.


Zelin berpikir sambil menupang dagunya dengan kedua tangannya. Wajahnya memandang wajah tampan Raska.


"Tidak ada yang lebih aku rindukan selain kamu. Terima kasih. Aku bahkan tidak tahu, apa yang akan terjadi jika kamu benar benar meninggalkan aku. Terima kasih Raska." Ucap Zelin serius memandangi suaminya itu.


"Iya sayang. Aku juga tidak tau jadinya aku bila kamu tidak ada." Ucap Raska.


"Jadi coba tebak lagi. Apa kado mu." Pinta Raska.


"Aku tidak tau Raska." Keluh Zelin.


Raska menyerahkan sebuah map berwarna biru. Zelin yang bingung langsung membuka map itu dan matanya berkaca kaca.


"Raska." Ucapnya lirih.


Raska hanya membalas dengan senyuman.


"Terima kasih." Ucap Zelin sudah dengan air matanya.


Raska menghampiri istrinya. Menghapus air mata Zelin dengan jemarinya telaten.


"Tidak usah berterima kasih. Itu hak kamu sayang. Perusahaan itu sudah menjadi milik mu seutuhnya." Ucap Raska.


"Terima kasih. Aku sangat mencintai mu." Ucap Zelin.


"Aku lebih mencintai mu." Ucap Raska mengecup puncak kepala Zelin.

__ADS_1


"Terima kasih, karena sudah membuat kita menjadi sesuatu yang sempurna."


__ADS_2