
Kembali ke kampus pagi ini, di jalan menuju kampus Zelin memegangi rambut panjangnya yang sedikit kurang rapi.
“Hm, karena tidak mau di bantuin malah tak rapi seperti ini." ucapnya sambil menggulung ujung rambutnya.
Zelin masuk dengan wajah sedikit cemberut dan langsung duduk di bangku depan tanpa melihat sekelilingnya.
“Hai Al." panggil Mila sambil memegang bahunya.
“Eh hai Mil." jawab Zelin.
“Rambut lo lucu yah.” ucap Mila sambil melihat kearah rambut Zelin.
“Hehe, tadi pagi itu kakak ku tidak sempat mengikatnya seperti biasa, soalnya anak ku rewwel, tidam seperti biasanya." ucap Zelin santai.
“Ha? Anak lo? Lo udah punya anak?." tanya Mila sambil berbisik karena dosen sudah datang.
“Iya.” jawab Zelin sambil senyum
“Diem." bentak Raska sambil mendorong kursi Zelin dengan kakinya.
Merekapun diam karena juga takut dimarahi dosen.
“Ok, syukurlah." ucap Zelin lega sambil meregamgkan tangannya karena dosen yang mengajar tadi kaku sekali.
“He, tangan lo." ucap Raska.
“Eh maaf.” balas Zelin sambil menunjukkan giginya menarik tangannya yang mengenai perut Raska.
Raska berjalan menuju bangku sudut ujung, sibuk memainkan hpnya, sedangkan Zelin memasukan perangkat perangnya belajar tadi kedalam tas.
“Al, certain, kok lo udah punya anak sih.?" tanya Mila tiba-tiba didepan kursinya.
“Maaf Mil, bukannya tidak mau, tapi aku belum siap untuk cerita.” jawab Zelin sambil menundukkan kepalanya.
Baginya berat untuk menceritakan tentang anaknya itu. Biarlah, semua orang tau dengan sendirinya dan berteman tanpa memandang rendah orang lain.
“Mmm. Iya deh, gue tunggu yah kesiapan lo.” jawab Mila tersenyum.
“Laper nih, kantin yuk." ajak Mila.
"ayok deh, aku juga lapar."
Kelas terlhat sepi, hanya ada mereka bertiga, Zelin, Mila dan Raska.
“Bang lo kantin ga?." tanya Mila yang masih berdiri disepan kursi Zelin melihat kea rah Raska.
“Enggak." jawabnya cuek.
Di kantin terlihat cukup ramai.
Zelin sibuk berdiskusi dengan otak dan dompetnya. Menghitung penambahan dan pengurangan yang membuat dirinya menggumam sendiri.
“Al, lo ga apa-apakan? kok kayak orang kesurupan sih?." tanya Mila khawatir.
“Haha, enggak kok.” jawab Zelin sambil tertawa.
Tiba-tiba Bayu, Raska dan Dani datang. Bayu langsung duduk di bangku sebelah Zelin.
“Eh kita gabung yah." ucap Bayu.
“Ih apa-apan sih lo bang. Sana. Ini tempat cewek.” ucap Mila kesal.
Bayu dan yang lainnya tidak menggubris omongan Mila dan malah mengambil posisi masing-masing.
__ADS_1
“Al. nanti jalan yok.” ajak Bayu.
“Ayukk, boleh juga tuh.” jawab Mila.
“Eh gue ngajak Al, bukan lo Miloooo.” ejek Bayu.
“Kalau Mila mau ayok.” ucap Zelin.
Akhirnya mereka berlima berangkat ke mall setelah jam pelajaran berkhir, dan sialnya Zelin berangkat berdua dengan Raska karena mereka baru keluar kelas.
“Mmm. Boleh bicara?.” ucap Zelin.
“Hmmm.” jawab Raska.
“Kita mampir ke rumah aku dulu yah. Bentar.” ucap Zelin dengan hati-hati.
“Oke.” jawabnya sambil menghidupkan mesin mobil.
Di dalam kafe terlihat Lia sedang duduk dengan seorang pria.
‘Perasaan aku pernah melihatnya.’ ucap Zelin didalam hati.
Berjalan menuju di depan kursi kakaknya itu.
“Kak, kafe rame tidak?.” tanya Zelin langsung.
“Tidak, kenapa dek?.” ucap Lia yang masih duduk.
“Aku jalan sama temen-temen ya kak?."Zelin meminta izin kepada kakaknya.
“Iya, pergi saja. Jangan pulang kemalaman. Oh iya, lihat Melfa dulu ya, sepertinya dia rindu sama mamanya.” saran Lia sambil tersenyum.
“Oke kak, makasih kakak cantik.” sambil mencium pipi kakaknya itu.
Berbaring sebentar di sebelah anaknya, mengusap rambut Melfa.
‘Walaupun aku bukan mama kandungmu, tapi aku sangat menyayangi mu." ucap Zelin didalam hati.
Tak lama, Zelin melirik jam karet hitamnya. 15.20. sudah waktunya ashar. Zelin shalat dulu baru kedepan lagi menemui Raska.
“Maaf lama, tadi shalat dulu.” ucap Zelin.
“ya." ucap Raska.
Mall yang tak jauh dari rumahnya pun sama sekali tidak memakan waktu yang lama untuk kesana, sangatt sebentar, bahkan bisa berjalan kaki.
Raska dan Zelin masuk kedalam mall.
“Mending shalat dulu, biar aku menelfon yang lain.” ucap Zelin.
Raska mengangguk dan berjalan menuju mushalla mall, Zelin menunggu didepan.
“Halo Nay, kamu sama yang lain dimana?.” tanya Zelin melalui telfon.
“Kami dilantai 3, cepet sini, biar kita poto box bareng.” ucap Mila.
“Eh kok kamu Mil.” tanya Zelin kaget.
“Tadi dia yang ngambil hp gue Al.” ucap Bayu.
“Oh oke, bentar lagi kami kesana.” jawab Zelin.
Tak terlalu lama menunggu Raska keluar dari mushalla mall.
__ADS_1
“Dimana mereka?." sambil memakai sepatu
“Di lantai tiga, katanya mau poto box.” ucap Zelin senyum.
Sudah lama tidak poto box, terakhir saat bersama ayah dan ibu, suasana hatinya menjadi sendu, sedikit murung rasa dadanya sakit sekarang.
‘Ayah. Ibu, aku merindukan kalian.’ ucapnya di dalam hati.
Di lantai 3 terlihat Mila yang sudah tidak sabar untuk berfoto bersama tiga pria tmpan ini. merapikan rambutnya, dan menambah liptint agar terlihat tidak pucat.
“Ayokkk, langsung aja.” ajak Mila saat Zelin dan raska sampai didepan mereka.
Posisi foto saat ini mila dan Zelin duduk dikursi depan, ketiga pria itu berdiri di belakang.
Raska berdiri dibelakang Zelin, Dani berdiri dibelakang Mila dan Bayu di antara Raska dan deni.
4x mereka mengganti gaya, dan akhirnya selesai.
Mila mengurus semua file fotonya.
“Nanti gue yang bikin grup yah, gue share di grup aja. Oh iya Al. minta nomer WA lo?.” pinta Mila dengan sangat semangat tingkat Dewa.
Selesai poto box mereka berkeliaran mencuci mata, tapi tidak dengan Mila, karena cewek satu ini sibuk untuk belanja dan mengahmburkan uangnya.
Selesai berkeliaran, yang lainnya merasa lelah dan mengajak makan di resto mall.
‘Aku bisa aja ikut mereka makan di situ, tapi sayang uang ku.’ ucapnya dalam hati.
“Ayok. Gue laper nih.” ajak Bayu.
“Kalian duluan aja, gue mau pulang duluan. Soalnya ada urusan." bantah Raska.
“Aku juga duluan ya, kasian anak ku ditinggal lama-lama." ucap Zelin.
“Hmm. Okedeh, Ras lo tolong antar Zelin sampe selamet yah. Gue titip jagain calon pacar gue, gue laper banget soalnya”, ucap Bayu yang tidak tau malunya.
“Oke”, jawab raska singkat.
Zelin dan Raska kembali keluar Mall.
“Tidak usah anter Ras. Kan tidak jauh juga.” ucap Zelin memecah keheningan.
“inget omongan Bayu.” bales Raska.
“Tapi aku tidak merasa harus mengikuti kemauan Bayu kan? aku juga tidak mau pacaran sama dia
” bantah Zelin yang mulai kesal.
“Yasudah. Bodo amat.” ucapnya meninggalkan Zelin.
Zelin kembali pulang ke kafe.
Sesampai di kafe ternyata Lia baru mau menutup kafe karena magrib segera datang.
“Habis jalan sama siapa dek.” ucap Lia yang masuk kedalam kamar.
“Sama temen-temen kampus kak.” ucap Zelin yang berbaring di kasurnya.
“Ada Bayu?.” tanya Lia curiga dan tertawa.
“Ada kak, aku mandi dulu yah, bentar lagi mau shalat." ucapnya melangkahkan kaki ke kamar mandi.
"Terkadang kita sendiri tidak bisa memilih. Kepada siapa hati dan perasaan bisa di letakkan"
__ADS_1