Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kenangan 6


__ADS_3

Zelin tidak mereda dan masih terus berteriak nama Raska. Bayu memanggil dokter dan menyuntikkan obat tenang agar Zelin dapat terlelap kembali.


**


Zelin keluar dari rumah sakit di jemput oleh Bayu, Lia dan Melfa. Lia mengemasi pakaian Zelin sedangkan Bayu dan Melfa duduk di sofa.


Zelin masih betah memangku lututnya di atas kasur dengan tatapan yang kosong. Rambut acak acakkan dan muka kusam seperti tidak terurus.


Selama di rumah sakit Zelin selalu tidak mau bila orang lain memegangnya, termasuk Bayu dan Lia yang membuat badannya seperti tidak terurus.


Zelin memaksa Bayu agar pulang hari ini, dia tidak mau berlama lama mencium bauk obat yang busuk itu katanya.


"Sudah dek, ayo ke mobil." Ucap Lia mendekatkan diri pada Zelin.


Zelin menjauhkan badannya, seolah olah tidak ingin di pegang Lia.


"Aku bisa sendiri." Ucap Zelin dingin.


Bayu, Lia dan Melfa hanya bisa melihat saja. Tidak ada yang berani memegang Zelin.


Dengan langkah yang pelan, dia berusaha berjalan sendiri, memegangi dindin rumah sakit dan membuka pintu ruangan.


Zelin berjalan, tidak ada tenaga baginya saat ini bahkan untuk menopang kakinya sendiri.

__ADS_1


Bayu melihat adiknya lemah seperti itu tidak tega, tapi tidak punya pilihan.


Bayu menggendok Melfa sedangkan Lia membawa tas pakaian. Mereka berjalan di belakang Zelin, mengimbangi kaki kecil yang melangkah sedikit demi sedikit sambil menahan rasa sakit.


Air mata Bayu dan Lia tidak terbendung. Mulai menetes dan selalu di hapus tiap tetesannya itu.


'Kamu kuat Elin.' Ucap Bayu dalam hati.


**


Mereka semua sampai di rumah Bayu. Ada Mira dan Stev yang sudah menanti putrinya pulang. Zelin tetap berjalan sendiri. Tertati tati tapi masih saja mencoba sendiri.


"Elin sayang, apa mommy boleh memeluk mu." Ucap Mira.


"Halo Mil." Ucap Bayu.


"..."


"Apa? Lo serius? Ini gak lucu Mila." Ucap Bayu yang seketika terduduk.


"Ada apa Bayu?." Tanya Lia


"Raska. Raska udah meninggal." Ucap Bayu sambil menangis.

__ADS_1


Zelin yang mendengar itu terseyum, dia tertawa seperti sangat bahagia.


Semua orang melihat ke arahnya. Bahkan Melfa merasa takut dan Lia membawanya ke dalam kamar dahulu.


"Elin. Kamu kenapa?." Tanya Stev.


Stev sangat cemas dengan keadaan anaknya ini. Seharusnya Zelin menangis bukan tertawa menakutkan seperti ini pikirnya.


"Elin. Kamu jangan seperti ini." Ucap Mira sambil menangis.


Zelin masih belum berhenti tertawa. Tertawa yang menyeramkan, bukan seperti Zelin yang biasanya.


"Elin. Kendalikan diri kamu. Kakak tidak suka kamu seperti ini." Ucap Bayu.


Seketika Zelin berhenti tertawa. Raut wajahnya berubah datar.


"Kenapa? Semua yang ingin bersama ku telah pergi. Kalau kak Lio tidak suka melihat aku seperti ini, pergi saja. Tinggalkan aku sendiri. Aku hanya membawa beban bagian kalian. Aku mengerti. Aku yang menyebabkan kekacauan semua ini." Ucap Zelin sambil menangis.


Tidak ada yang bisa membantah ucapan Zelin sekarang. Semuanya hanya diam dan hanya bisa melihat gerak gerik Zelin.


Zelin berjalan ke arah kamarnya di rumah ini. Berjalan dan sesekali terjatuh dan mencoba berdiri lagi.


Semua yang melihat Zelin saat ini menangis. Melihat perempuan ini biasanya tertawa ceriah sekarang lemah tanpa tenaga.

__ADS_1


"Ketika Cinta itu pergi dari mu, maka kamu akan merasakan sakitnya kehilangan"


__ADS_2