
#Zelin prov
Aku membuka kenangan lama. Aku membolak balikan lembaran hari hari yang aku jalani bersama Raska. Aku merasa tidak ada duka yang dia selipkan selama kami bersama. Tidak ada rasa sakit yang dia berikan pada ku.
Dia selalu menggenggam tangan ku. Memberikan aku rasa aman dan nyaman.
Aku bahagia, akhirnya aku menemukan cinta yang tulus darinya.
Aku tidak menyangka, aku dan dia akan menikah di umur kami yang masih muda.
Aku sekarang berumur 18 tahun dan Raska 22 tahun. Tapi aku merasakan yakin atas pernikahan yang akan kami langsungkan.
Pulang dari kafe malam itu, aku memberi tahu kak Lia. Dia sangat bahagia mendengar kabar baik itu.
Aku memberi tahu kak Lio bahwa Raska melamar ku. Dan kak Lio mendukung penuh.
Mommy dan Daddy juga tidak keberatan aku menikah muda. Akan ada yang bertanggung jawab penuh atas ku.
Aku berterima kasih kepada tuhan. Memberikan Raska untuk ku. Memberikan manusia berhati baik seperti dia untuk ku.
Pagi ini, aku dan Raska akan ke mall. Mencari cincin yang pas bagi kami. Aku berdandan sebisa ku. Aku berharap Raska benar benar manusia terakhir untuk ku.
#Author prov
"Rapi sekali dek, cantik." Puji Lia
__ADS_1
"Ah kak Lia, aku malu, bagaimana penampilan ku?." Tanya Zelin memastikan bahwa dia hari ini berbeda.
"Sudah sangat cantik, Raska pasti beruntung memiliki kamu yang cantik luar dalam." Puji Lia lagi.
"Ah kakak bisa saja. Terima kasih kak. Kakak juga baik baik ya sama bapak dokter itu." Goda Zelin.
"Haha. Kamu ini. Ya sudah nanti hati hati ya kalau pergi." Ucap Lia
"Siap kak." Zelin.
Tidak lama, terdengar suara mobil di depan. Mobil sport yang biasa di bawa Raska telah terparkir di depan kafe. Zelin ke depan mengahampiri calon suaminya itu.
"Hai." Sapa Zelin
"Iya pasti. Kan mau cari cincin sama kamu."jawab Zelin
"Aku perlu masuk pamitan sama kak Lia tidak?." Tanya Raska
"Tidak usah. Tadi kata kak Lia langsung aja. Biar pulangnya tidak malam." Ucap Zelin.
Raska mengendarai mobilnya ke sebuah mall besar. Toko perhiasan ini sangat luas. Harganya pasti sangat mahal.
Raska masih setia untuk menggenggam tangan Zelin. Seperti abang yang takut adiknya hilang.
Zelin dan Raska memilih cincin yang mereka sukai. Setelah cocok dengan modelnya, ternyata cincin itu butuh waktu 1 minggu pengerjaannya.
__ADS_1
Raska dan Zelin keluar dari toko perhiasan itu.
"Jadi seminggu lagi kita kesini ya?." Tanya Zelin
"Iya. Cincinnya khusus di bikinkan untuk kita. Jadi butuh waktu. Kamu sabar ya." Ucap Raska
"Mmmm oke." Balas Zelin.
"Kamu mau kemana lagi?." Tanya Raska
"Antar aku ke makam ayah sama ibu ya." Pinta Zelin.
"Oh iya. Habis itu kita ke makam ayah ku dan RSJ ya. Sudah lama tidak lihat mama karena sibuk kuliah juga." ucapnya.
"Oke."
"Ayok sekarang."ajak Raska.
Hari itu, Raska dan Zelin mengunjungi makam dan rumah sakit jiwa. Meminta izin pada mamanya saat itu. Tentu saja mamanya memberi izin, melihat kondisi anaknya yang sebatang kara tidak ada yang mengurus, apa lagi Zelin adalah putri cantik dan berhati baik pikirnya.
Semua yang mereka jalani hari ini benar benar menjadi kenangan yang tidak mungkin mereka lupakan.
Mengahabiskan waktu bersama dengan kebahagiaan yang sebentar lagi akan terasa lengkap.
"Sejauh apapun kamu pergi, meski aku dan kamu berada di dunia yang berbeda, namun rumah tempat ku pulang hanyalah kamu"
__ADS_1