Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kebun Binatang


__ADS_3

Satu tahun yang lalu


Raska berjanji akan membawa Zelin dan Melfa jalan-jalan di minggu pagi ini. sedangkan Lia masih sibuk dengan kafe.


Lia adalah wanita yang sangat bertanggung jawab sekarang. Dia mengurus semua hal dengan rapih, dan tumbuh sebagai wanita dewasa yang cantik dan baik hati.


Umurnya sekarang sudah 23 tahun, dan sudah memiliki pria yang dekat dengannya. Yaitu Riki yang berumur 27 tahun yang berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit ternama di Negara ini.


sedangkan Dani dan Mila sudah dekat semenjak berlibur ke Belanda 2 tahun lalu. Dan Bayu, yahhh hati orang tidak ada yang tau bayu jatuh hati pada siapa.


Sedangkan Melfa sudah berumur kurang lebih 4 tahun. Melfa memang bertumbuh agak lama dari pada anak seumurannya.


Ketika umur 2 tahunan bahkan dia belum bisa duduk, karena kekurangan gizi sebelum bertemu dengan Zelin dan Lia.


Sekarang, Melfa bahkan sudah bisa di ajak bicara. Mereka merawat Melfa dengan sangat baik, semua kebutuhan yang di perlukan Melfa adalah kewajiban yang harus mereka penuhi.


“hei, udah siap belum?”, sapa Raska yang baru saja masuk kedalam kafe


“udah dong pah”, jawab Melfa


“ayok berangkat”, Zelin


“kita pamit yah Bun”, ucap Melfa salim kepada Lia

__ADS_1


“hati-hati yah sayang, inget jangan nakal”, ucap Lia mengusap kepala Melfa


“siapp bubun”, Melfa


“berangkat yah kak”, Zelin menyalami tangan kakaknya itu


“jangan pulang malem-malem. Inget yah Ras”, ucap Lia pada Raska dan Zelin


“iya kak”, balas Raska


Hari ini Raska membawa mereka jalan-jalan ke kebun binatang, karena Melfa ingin melihat hewan hewan katanya.


Di dalam mobil sekarang bukan lagi tangan Zelin yang di genggam oleh raska, tapi tangan Melfa. Setiap pergi bertiga atau berempat dengan Lia, Raska akan memegang tangan Melfa ketika membawa mobil.


“nanti aja yah. Kalau papa udah mau lepas”, ucap Raska yang masih focus menyetir mobil.


Zelin jadi ingat sewaktu dia menanyakan hal yang sama pada Raska, dan raska bilang dia tidak akan melepaskan tangannya.


Di kesbun binatang, mereka jalan bertiga, seperti keluarga. Zelin baru berumur 18 tahun dan Raska berumur 21 tahun.


Melfa terus meracau bahagia melihat hewan-hewan yang ada di kebun binatang itu. Pancaran bahagia terlihat dari matanya.


“papa, lihat hewan yang berwarna orange itu, dia pintar sekali memanjat”, ucap Melfa

__ADS_1


“papa papa, kenapa hewan yang memakai syal berbulu di lehernya itu hanya diam? ”, tanya melfa heran melihat singa yang hanya bersantai


“haha. Itu namanya singa sayang, dia adalah raja hutan, yang kalau mengaum semuanya takut padanya”, ucap raska menerangkan pada Melfa


“apa dia takut juga pada papa?”, tanya Melfa polos


“iya dong, kan semua pada takut sama papa”, ucap Raska sambil tertawa.


Zelin hanya melihat dua sosok manusia yang di depannya ini, tampak seperti ayah dan anak kandung.


‘terima kasih Raska, sudah membantu ku banyak hal’, batin Zelin


Mereka menghabiskan waktu sampai shalat Dzuhur, dan shalat dulu di mushaallah yang telah di sediakan oleh pihak kebun binatang.


Selesai beribadah mereka bertiga mencari tempat makan, karena Mlefa sudah mengeluhkan perutnya yang selalu berbunyi.


Di dalam mobil, Raska memegang tangan Melfa yang duduk di pangkuan Zelin.


“papa, perut ku berisik sekali, kenapa dia membuat ku malu”, ucap Melfa sambil mengerucutkan bibirnya.


“haha. Sabar yah sayang, kita cari tempat makan yang dekat yah”, ucap Raska menenangkan.


“sabar dong, kan anak mama cantik dan penyabar”, bujuk Zelin

__ADS_1


__ADS_2