
"Terima kasih." Ucapnya dengan mata berlinang.
"Jangan menangis, aku tidak suka." Ucap Raska
Zelin yang mendengar tertawa terbahak bahak.
"Kamu terlihat seperti wanita ketika bilang aku tidak suka." Ucapnya menirukan Raska.
"Kamu mengejek calon suami mu itu dosa Zelin." Ucap Raska.
"Biar saja." Ucapnya sambil berlari.
Raska yang merasa kesalpun mengejar Zelin. Lama berlari akhirnya Raska menangkan Zelin. Memeluk wanita cantik itu dari belakang, meletakkan dagunya di atas kepala Zelin.
"Seperti ini dulu ya." Ucap Raska memejamkan matanya.
"Jangan mudah melupakan ku Zelin, karena aku benar benar mencintai kamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu." Ucap Raska sangat tulus.
"Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama, aku ingin selalu menggenggam tangan mu agar kamu tidak mengantuk ketika naik mobil, aku mau bertemu dengan mata cantik mu setiap membuka dan menutup mata ketika bangun dan aku tidur. Terima kasih sudah mau bersama ku." Ucap Raska.
Zelin meneteskan air matanya.
"Aku yang seharusnya berterima kasih. Terima kasih karena selalu menggenggam tangan ku, terima kasih karena sudah berupaya membuat aku nyaman, terima kasih karena sudah mau sempurna bersama aku. Aku tidak punya pilihan selain kamu. Aku tidak punya rumah untuk hati ku berteduh selain kamu." Ucap Zelin.
__ADS_1
Raska membalikkan badan Zelin, mencium puncak kepala Zelin dengan tulus dan lembut.
"Ayo kita ambil cincin kita, setelah itu menikah dan hidup bersama selamanya." Ucap Zelin.
"Baiklah tuan putri ku." Ucap Raska dengan tersenyum.
Selama perjalanan Zelin selalu melihat wajah tampan Raska yang sedang menyetir mobil, sesekali dia melihat ke arah tangannya yang sedang di genggam oleh Raska. Zelin tersenyum sendiri. Merasa sekarang sangat bahagia.
'Ibu, ayah, Elin sudah menemukan kebahagiaan Elin sekarang.' Ucap Zelin dalam hati.
Samlai di delan mall mereka keluar dari mobil. Teryata sudah ada orang yang mengincar mereka.
Raska melihat seseorang yang mengarahkan pistolnya ke arah Zelin dan
Peluru itu mengenai Raska yang sedang memeluk Zelin. Zelin yang kaget sontak berteriak. Semua orang berdatangan dan mengelilingi Raska yang sedang berlumuran darah di pangkuan Zelin. Orang orang yang mencurigakan tadi langsung pergi.
Zelin melfon Bayu, Mila dan Dani. Tak menunggu lama ketiga orang ini datang dan membawa Raska ke rumah sakit.
Di rumah sakit Mila mengabari mommy dan daddynya yang kebetulan tengah di Jepang.
"Kata mommy Raska akan di bawa ke Jepang Al." Ucap Mila
"Apapun Mil, apapun itu, asalkan Raska sadar." Ucap Zelin frustasi.
__ADS_1
Bayu memeluk Zelin. Pelukkan Bayu hangat, tapi tidak sehangat pekukkan Raska tadi. Pelukkan Bayu membuatnya tenang, tapi tidak setenang pelukkan Raska tadi.
Kenangan sepanjang hari ini berputar putar di ingatan Zelin. Terdengar samar samar suara Raska yang tulus tadi siang.
Zelin berteriak, dan akhirnya jatuh pingsan.
Sedangkan Raska langsung di bawa ke Jepang untuk pengobatannya.
**
Zelin tidak sadarkan diri selama 2 hari. Tangannya di infus dengan pakaian rumah sakit dan muka yang pucat. Lia dan Bayu masih menunggu di ruangan itu, sedangkan Melfa tertidur di sofa ujung.
Zelin menggerakkan tangannya. Terngiang ingatan ketika Raska di tembak dan Zelin kembali menangis.
"Elin, tenang dek."ucap Bayu.
"Tidak. Mana Raska kak Lio. Mana." Teriak Zelin dengan sekuat tenaganya.
"Raska udah di tangani oleh dokter yang hebat di Jepang, dia akan baik baik saja. Kamu tenang Elin." Ucap Bayu.
Zelin tidak mereda dan maeih terus berteriak nama Raska. Bayu memanggil dokter dan menyuntikkan obat tenang agar Zelin dapat terlelap kembali.
"Cinta, akan membuat mu terlindungi, meskipun kadang kau harus kecewa dengan takdir dari cinta itu sendiri"
__ADS_1