
3 tahun kemudian
“Dek. Rambutnya mau dibikin seperti apa.? kakak tidak terlalu bisa buat make up juga.” ucap Adelia sambil menyisir rambut Zelin.
“Bagaimana baiknya menurut kakak saja. Tidak perlu dandan juga kak.” ucap Zelin yang masih menundukkan kepalanya.
“Sudahlah dek. Jangan sedih terus. Kamu tidak kasian sama kakak sama Melfa?.” tanya Adel sambil mengelus punggung adiknya itu.
“Aku tidak bisa jalani ini kak. Rasanya berat sekali buat jalani ini.” tangis Zelin pecah saat bicara dengan Adelia.
“Kakak tahu, kamu mencintai Raska. Tapi dia udah tidak ada dek. Jadi kamu harus bangkit. Jangan buat semuanya jadi berantakan, semua yang udah kamu bangun selama ini kacau. Raska juga bakalan tidak suka kamu seperti ini.” jelas Adelia.
“Aku tau kak. Tapi aku masih belum bisa buat ikhlaskan. Rasanya masih kemaren aku sama Raska jalan-jalan, Melfa manggil Raska papa. Rasanya berat kak. Bahkan aku merasa genggaman tangan Raska masih sangat hangat sampai sekarang.” ucap Zelin.
“Kakak tau dek, kamu pasti sedih. Karena kehilangan cinta pertama mu. Kakak tau ini berat. Tapi kamu harus jalani dengan ikhlas. Udah setahun lebih Raska ninggalin kita semua. Kamu harus bangkit.” bujuk Adelia
Zelin mengatur nafasnya. Dadanya terasa sesak saat kembali mengingat Raska.
Mengingat beberapa tahun menghabiskan waktu untuk mengurus Melfa, kuliah dan mengerjakan tugas bersama dan tiba-tiba sekarang Zelin harus merelakan pria yang selama ini menggenggam tangannya.
Hal yang paling susah untuk di lupakan adalah cinta pertama mu.
Kejadian indah yang membekas di hati Zelin rasanya tak bisa menutupi kesedihan yang di ukir karena kehilangan.
Tapi bagaimana pun masih ada orang lain yang mengharapkan kebangkitannya.
Mengharapkan wanita cantik ini tersenyum kembali.
Hari ini adalah acara wisuda mereka.
Semua tampak siap dengan pakaian formal masing-masing, serta toga yang sudah menempel di kepala mereka.
Acara selesai, dan mereka bertemu dengan keluarganya.
Mengabadikan momen bahagia kali ini.
Zelin mengarah pada Stev dan Mira yang sudah menunggu kedatangannya dengan Bayu. Ada Melfa dan juga Lia yang terlihat bahagia.
__ADS_1
“Selamat mama.” suara kecil Melfa terdengar indah saat itu.
“Terima kasih sayang.” ucap Zelin sambil mencium pipi anaknya itu.
“Mommy, daddy.”, panggil Zelin pada Stev dan Mira.
Zelin tidak kuat menaham tangisnya.
“Seharusnya di sini ada Raska Mommy.” ucapnya sambil memeluk Mira.
“Sabar sayang. Kita gak pernah tau rencana tuhan sebenarnya.” Ucap Mira menenangkan putrinya itu.
Mila dan dani menghampiri mereka semua, Setelah bertemu dengan mommy dan daddynya.
“Selamat kakak Mila dan kak Dani.” ucap Melfa.
Mereka memeluk Melfa bergantian.
“Terima kasih sayang.” ucap Dani dan Mila.
“Oh iya. Aku lupa. Selamat deddy ku yang paling gagah.” ucap Melfa memeluk Bayu.
“Aduhhh, bisa aja anak daddy ini merayu agar daddynya tidak merajuk.” sambil menggendong Melfa.
“Iya dong daddy. Kalo daddy merajuk, nanti gak ada yang beliin es krim lagi.” ucap Melfa
“Hahaha.” mereka semua tertawa melihat tingkah Melfa, kecuali Zelin yang hanya tersenyum sedikit saja.
Mila mengahampiri Zelin yang tiba-tiba memberi jarak dari keramaian itu.
“Al. Lo harus sabar. Bagaimana pun bang Raska udah tenang di sisi tuhan. Lo harus ikhlasin. Jangan kayak gini terus. Lo harus mikirin orang sekitar lo.” ucap Mila sambil memeluk Zelin.
“Aku tau Mil. Tapi rasanya masih berat. Aku masih tidak tau harus bagaimana. Hati aku masih selalu merasa kalau Raska masih hidup.” ucap Zelin
“Jangan mikir itu lagi Al. kita udah makamin bang Raska sama-sama setelah dia pulang dari pengobatan di Jepang waktu itu.” Mila mulai menaikan nada suaranya.
Zelin yang mendengar bentakkan dari Mila pun kaget. Tidak biasanya Mila membentaknya seperti ini. apa benar yang di lakukannya selama ini salah?
__ADS_1
“Terima kasih Mil. Aku akan coba buat mulai semua dari awal lagi." ucap Zelin
“Oke. Kita lewatin semua sama-sama yah." pinta Mila
“Iya Mil.” ucap Zelin.
Dani datang mengahmpiri Zelin dan Mila.
“Gimana pun kedepannya. Kita berdua bakalan terus sama lo kok Al.” ucap Dani merangkul Mila.
“Iya Al.” ucap Mila membalas rangkulan Dani.
“Udah ah. Kalian malah pacaran di depan ku.” ucap Zelin sambil meninggalkan mereka berdua.
Zelin berjalan menuju keluarganya. Menatap Bayu, kakak yang penuh kasih sayang selama ini padanya. Dan setahun terakhir.
Setelah kepergian raska, Zelin bahkan sering membuat Bayu kecewa karena menjauhi Bayu
Bayu membalas tatapan adiknya itu.
Adik yang ia sayangi melebihi dirinya sendiri. Adik yang setahun terakhir tidak lagi pernah tersenyum kepadanya. Adik selama ini hidup dalam keterpurukkan karena sahabatnya meninggalkan dia. Adik yang selama ini selalu ia jaga.
Bayu paham dengan kondisi yang menimpa Zelin, tidak ada rasa kesal darinya karena Zelin sangat jarang menanggapinya sekarang.
Bayu paham dengan keadaan Zelin. Karena kehilangan orang yang amat kita cintai memang menyakitkan.
“Maafin Elin kak Lio.” ucap Zelin sambil memeluk kakaknya itu.
“Maaf Elin udah mengecewakan kak Lio. Maaf Elin udah ngacangin kak Lio. Maaf Elin udah nyuekin kak Lio. Maaf semua salah elin sama kak Lio." ucap Zelin.
“Tidak apa-apa sayang. Kakak paham sama kondisi kamu saat ini, kakak juga gak pernah kesal sama kamu. Cuma kakak minta tolong yah. Jangan kayak gini lagi. Kakak tidak sanggup kalau harus liat kamu terpuruk kayak gini. Kakak ngerasa bersalah tidak bisa jaga kamu.” Bayu meneteskan air matanya.
“Kak Lio tidak boleh menangis. Elin janji, Elin tidak akan sedih lagi kok kak.” ucap Zelin
“Janji yah. Kakak tidak mau adek kecil kakak ini kenapa-kenapa.” ucap Bayu sambil mengelus rambut Zelin.
Zelin tersenyum. Dan memeluk keluarganya bergantian meminta maaf. Karena selama ini sudah larut dalam kehilangan.
__ADS_1