Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kecewa Lagi


__ADS_3

Waktu berjalan, hari demi hari. Dan kesedihan terlewati. Hidup berjalan menyusuri takdir, berharap ada secericik cahaya di tengah kebahagiaan orang yang kita sayang.


Seminggu lagi adalah hari kebahagiaan antara Lia dan Bayu. Siapa sangka, dulu yang hanya kenal melewati Zelin sekarang telah berjodoh.


Takdir memang mengejutkan. Kadang itu hal yang indah dan terkadang itu juga hal buruk. Tergantung bagaimana kamu menyikapi takdir kamu sendiri.


Bayu sudah mempersiapkan semua kebutuhan untuk pernikahannya dan Lia. Ia meminta bantuan Mommynya agar Adelia tidak terlalu repot mengurusnya.


Bayu terkadang sampai lupa memberi kabar Adelia karena pekerjaannya yang banyak, baginya sekarang lelahnya setiap hari akan terganti ketika ia bersama dengan Adelia nantinya.


Adelia menutup kafenya sendiri, karena Zelin masih di luar. Adelia memcuci semua piring dan mengelap meja meja kafe agar besok pagi pekerjaannya tidak terlalu berat.


Setelah membereskan kafe akhirnya Adelia membawa Melfa untuk segera pulang ke rumah mereka dengan taxi online.


Lia beristirahat di kamarnya, karena sudah jam 9 malam. Melfa sudah tidur sedangkan Zelin masih belum pulang. Sebuah notifikasi masuk di hp Lia

__ADS_1


# tidak di kenal 08xx xxxx xxxx


Gua sedang mengandung anaknya Bayu -08xx xxxx xxxx


Lia yang membaca itu terkejut, matanya berlinangan, tapi dia menguatkan hatinya, agar tidak langsung percaya pada orang ini. Bisa saja orang itu hanya akan merusak hubungannya dengan Bayu.


Gue punya buktinya -08xx xxxx xxxx


Wanita itu mengirim gambar Bayu yang sedang tidur dengan seorang wanita, badannya tertutup selimut. Dan sebuah gambar USG.


Siapa kamu? –Lia


Ok –Lia


Malam ini Lia merasa sangat di kecewakan. Bagaimana mungkin ketika Bayu sudah memiliki pasangan menikah dengan dirinya. Apakah dia sekeji itu sampai harus jadi yang ke dua lagi.

__ADS_1


‘bahkan aku baru mau melangkah ke kehidupan baru. Kenapa saat ini rasanya lebih sakit di bandingkan kehilangan kak Riki’, batin Lia.


Lia menangis, pikirannya kacau, ia merasa tidak ada yang bisa menghargai wanita rendah seperti dirinya. Wanita yang tidak memiliki apa apa untuk di banggkan.


Malam ini Zelin pulang terlambat. Sudah jam 11 dia sampai di rumah. Dan seminggu lalu Zelin, Lia dan Melfa sudah pindah ke rumah baru. Lebih luas dari kafe. Tapi Lia masih kerja di kafe, karena bingung harus melakukan aktifitas apa lagi.


Zelin mengambil kunci dari tasnya, ternyata rumah belum di kunci Lia. Zelin masuk kedalam rumah, melihat Melfa dan mencium kening adalah rutinitas Zelin jika terlambat pulang ke rumah.


Di sebelah kamar Melfa adalah kamar Lia, Zelin membukanya. Dan melihat Lia tertidur di tutupi selimut sampai ujung kepala. Zelin tersenyum, setidaknya sekarang hidupnya sedikit-sedikit membaik.


Zelin masuk kedalam kamarnya. Membersihkan diri, dan merebahkan badannya di kasur king size, mengambil foto dirinya dan Raska yang sudah di bingkai yang terletak di atas meja lampu tidur.


“good night Raska”, ucap Zelin.


Raska selalu berada di hati Zelin. Kenangan mereka tidak akan mudah di hilangkan. Zelin sudah terbiasa memeluk foto Raska, setidaknya ia merasa Raska menerima pelukkannya.

__ADS_1


Tidak lama, Zelin tertidur masih dengan rasa yang sama.


"Kamu kecewa, berarti kamu terlalu berharap kepada manusia."


__ADS_2