Mama 16 Th

Mama 16 Th
Grup Chat


__ADS_3

Selesai shalat maghrib rutinitas orang di rumah ini adalah makan malam.


Zelin sudah membuatkan bubur untuk Melfa dan Lia sudah masak udang saus asam manis sebagai menu makan malam mereka sekarang.


Selesai makan, mereka kembali membuka kafe, biasanya akan tutup lagi jam 21.00.


Zelin meletakkan hpnya di dalam laci kamar, sedangkan Melfa duduk didalam kereta dorongnya.


Untung putrinya ini sangat pintar dan jarang sekali rewel.


Seorang pria dengan tinggi yang lumayan dan postur badan yang bagus masuk kedalam kafe. Menuju meja kasir.


“Saya pesen sirsak pesar satu." ucap pria itu.


Lia nampak bingung. ‘Sirsak peras?.’ dalam hatinya.


“jus sirsak?." tanya Lia meyakinkan pesanan pria itu.


“Sirsak peras, peras di tangan, jangan lupa memakai sarung tangan agar bersih dan jangan di beri gula." ujar pria itu dan berjalan menuju meja sudut.


Lia menangguk paham, dan memanggil Zelin.


“Dek, buatkan sirsak peras ya, sepeti yang orang tadi bilang, kamu dengerkan?." ucap Lia masih heran.


“Iya kak, siap.” Jawab Zelin.


Zelin mengantarkan minuman aneh itu kemeja yang berada di sudut.


Pria memakai hoodie navy itu sangat sibuk memainkan hpnya.


“Ini minumnya kak, selamat menikmati.” ucapnya lembut dan meninggalkan meja itu.


Malam ini kafe lumayan ramai. Zelin menghitung penghasilan bersih hari ini. totalnya 800 ribu.


‘Lumayan kan, bisa menabung sedikit demi sedikit.' ujarnya dalam hati.


Zelin dan Lia membersihkan kafe, menyapu serta mencuci piring agar besok pagi tidak kelabakan lagi.


Zelin melihat kearah Melfa, gadis kecil itu sekarang sedang menguap.


“Aduhhh. Lucu sekali anak mama ini." katanya sambil menggesekkan hidungnya ke hidung Melfa.


“Kamu mengantuk ya sayang, cup cup cup.” ucap Zelin sambil menimang-nimang anaknya itu.


“Kak Lia tidur gih, besok biar frash paginya. Muka kakak sepertinya lelah." ucap Zelin.

__ADS_1


“Iya dek, kakak juga merasa letih banget, Alhamdulillah kafe mulai ramai sekarang.” jawab Lia sambil membaringkan tubuhnya.


Zelin melangkah menuju ranjang, dan menidurkan Melfa yang sudah mulai pulas.


“Kalau kakak letih, apa kita perlu cari pegawai baru saja.?" usul Zelin sambil mengambil hpnya didalam laci.


“Tidak usah dek, sayang uangnya. Mending ditabung, biar bisa beli rumah, kasian Melfa, bentar lagi tidak mungkinkan kita tidur bertiga?." kata Lia sambil tertawa.


“Benar juga ya kak." ucapnya.


Zelin melihat kearah Lia, kakaknya tertidur pulas, sangat terlihat kalau Lia memang lelah.


Zelin membuka hpnya, melihat ggrup baru yang sudah ada banyak chat.


#kumpulan Jones


Admin : Mila Abramo.


Mila Abramo : (mengirim 4 gambar), bagusan yang mana woii. Biar jadiin profil grup.


Dani Aefar : Asal gue cakep hajarrrr.


Mila Abramo : Muka lu ga ada yang bagus bang. Wkwkwk


Mila Abramo : Udah tua, masih juga main ngaduuuu, dasar cemen


Bayu Aprilio D : Yang penting gue sama @alzelina cocok,


Mila Abramo : Ga ada cocok-cocoknya lo bang. @Raska f Abramo muncul dong, jan Cuma read.


Raska f Abramo : Ngikut.


Mila Abramo : @alzelina pilih dong kak


Dani Aefar : Tumben lo panggil Al kakak


Mila Abramo : kan gue lagi pengen, lagian gue masih 18 taun, lo aja yang udah tua.


Alzelina : aku masih 15 tahun, tidak usah panggil kakak Mil.


Dani, Mila, bayu : Haaaaaaaaaaa????


Alzelina : Kenapa emang? Muka ku tua yah?


Mila Abramo : Eggak, serius… kita kaget, seharusnya lo kan masih SMP.

__ADS_1


Dani Aefar : Paling enggak SMA


Alzelina : Dulu SD dan SMP ku hanya 5 dan 2 tahun.


Bayu Aprilio D : Wahhh. Gak salah gue suka sama lo


Mila Abramo : Ga tau malu banget lo bang. Btw tanggal brp lo lahir? @alzelina


Alzelina : Besok aku ultah yang ke 16


Bayu Aprilio D : Oke. Bsok lo gue traktir di kantin @alzelina


Dani Aefar : Gue bawain kado besok


Mila Abramo : Gue juga mau bawa kado


Alzelina : Wkwk, makasih yah.


Mila Abramo : Santai kali, kita kan udan temenan. @Raska f Abramo muncul kek, jan Cuma read.


Bayu Aprilio D : Kayak lo gak kenal abang lo aja


Alzelina : Emang Mila sama Raska saudaraan?


Dani : Sepupu mereka tuh, bokapnya adek kakak


Alzelina : Pantas rada mirip.


Mila Abramo : Hehe. Tapi lo sama @Bayu Aprilio D juga mirip loh Al


Bayu Aprilio D : Itu tandanya jodoh.


Melihat chat dan merasa memiliki teman seperti mereka membuat hati Zelin menghangat, setidaknya dia tidak lagi sendiri, sekarang sudah ada kakak, anak dan teman-temannya.


Zelin meletakkan hpnya diatas meja disamping ranjang. Berniat tidur karena grup sudah mulai berkicau membahas hal yang tidak penting.


Selin menatap Melfa, mengelus kepala putrinya itu.


“Tumbuhlah dengan baik yah, dengan kasih sayang mama dan bunda, semoga kelak kamu menjadi anak yang sukses.” doanya tulus.


Zelin membaringkan tubuhnya disebelah Melfa. Tak butuh waktu lama, akhirnya Zelinpun masuk ke alam mimpinya.


Zelin jarang sekali mimpi buruk. Dia hanya bermimpi di datangi ayah dan ibunya. Zelin tau, mereka pasti meminta doa darinya. Itu yang membuat zelin jarang sekali meninggalkan shalatnya.


"Yakinlah. Kamu tidak benar benar sendiri. Jika kamu merasa demikian, bawalah bersujud dan mengingat sang pencipta"

__ADS_1


__ADS_2