Mama 16 Th

Mama 16 Th
EkstraPart.


__ADS_3

Waktu berjalan sangat cepat. Dua tahun berlalu, dan Raska sudah menyelesaikan pendidikannya. Bayu dan Lia telah mempunyai seorang anak perempuan yang cantik berumur 1 tahun. Putri cantik Bayu dan Lia di beri nama Lila, yang berarti Lio Lia.


Mila dan Dani juga sedang hangat hangatnya. Mila yang sudah mulai tidak seenaknya lagi kepada Dani sekarang sedang hamil 9 bulan. Sebentar lagi akan melahirkan. Dani menjadi suami yang siap siaga sekarang. Semua kebutuhan Mila akan dengan senang hati di penuhi oleh Dani.


Raska dan Zelin masih belum mendapatkan momongan. Sekarang mereka sudah tidak lagi menunda nunda mendapatkan adik untuk Melfa. Zelin merasa sudah waktunya untuk memiliki buah hati mereka berdua.


Melfa sudah kelas 2 SD. Kemampuan belajar dan kecerdasannya jangan di ragukan lagi karena dari didikan Zelin dan Raska yang disiplin.


Pagi ini Zelin sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya itu.


"Mas. Ayok sarapan, nanti kita telat ke kantor." Ucap Zelin.


Raska datang dari kamar mereka dengan dasi yang belum terpakai. Zelin dengan telaten memakaikan dasi suaminya itu. Raska melingkarkan tangannya ke pinggang Zelin. Mengecup kening Zelin dengan lembut.


"Terima kasih istri ku." Ucap Raska tersenyum.


"Terima kasih kembali suami ku." Ucap Zelin membalas senyumannya.

__ADS_1


"Ayok cepat sarapan, nanti terlambat. Melfa mana?." Tanya Zelin sambil mengambilkan nasi goreng untuk Raska.


"Melfa masih di kamarnya. Kamu panggil saja." Ucap Raska.


Zelin melangkah ke kamar Melfa. Membuka pintu kamar putri kecilnya itu.


"Sayang. Udah siap? Hayu sarapan." Ajak Zelin.


"Iya mah." Ucap Melfa mengambil tasnya dan mengikuti Zelin keluar kamar.


Mereka bertiga sarapan seperti hari biasanya.


"Baik mas." Jawab Zelin.


"Aku bagaimana pa?." Tanya Melfa tak mau kalah.


"Nanti papa yang jemput kamu sayang. Tidak mau kalah sekali anak papa ini." Ucap Raska memegang pipi Melfa.

__ADS_1


"Iyalah. Siapa juga yang mau kalah pah." Ucap Melfa.


Zelin sudah memegang kantor Albareck Group sejak dua tahun lalu. Membuat kantor yang di kembangkan ayahnya dulu menjadi lebih berkembang lagi.


Adelia hanya bekerja di kafe yang sekarang sudah mempunyai 3 karyawan. Adelia hanya mengawasi dan sesekali duduk di kasir agar tidak kerja berat sesuai perintah Bayu.


Lila di bawa Lia ke kafe, dan kadang di tidurkan di ayunan kamarnya dulu. Sebenarnya Bayu tidak mengizinkan Lia ke kafe lagi, hanya saja Lia beralasan ia bosan di rumah tidak ada pekerjaan. Lia merasa suntuk karena tidak ada yang bisa di ajak bicara. Mau tidak mau Bayu mengizinkan istrinya itu untuk tetap ke kafe.


Dani di buat khawatir karena Mila tak kunjung keluar dari kamar mandi setelah setengah jam lalu. Dani membuka kamar mandi, untung saja tidak di kunci oleh Mila.


"Astaga sayang. Aduh, kenapa gak manggil aku sih." Ucap Dani.


Dani menggendong Mila, menuju mobil karena muka Mila sudah penuh dengan keringat seperti menahan sakit akan melahirkan.


"Sabar ya sayang, gigit ini dulu ya, biar bibir kamu gak luka." Ucap Dani memberikan sebuah kain untuk di gigit Mila


.

__ADS_1


Mila mengambil kain yang di berikan Dani, dan menggigitnya sesuai perintah suamunya itu. Keringatnya sudah bercucuran menahan sakit akan melahirkan.


"Dia akan menjaga mu, dengan baik, sopan dan membuatkan mu tempat yang nyaman agar tidak berpindah."


__ADS_2