
Hari ini Zelin dan Raska akan mengambil cincin pernikahan mereka. Wajah Zelin tampak sangat bahagia. Bercermin di depan kaca memandangi kalung pemberian Raska ketika dia ulang tahun yang ke 18 tahun. Ketika itu Raska memberikannya secara diam diam agar tidak diketahui yang lain.
Zelin memegang kalung itu. Tersenyum melihat dirinya di pantulan cermin itu. Lalu menambahkan sedikit bedak dan lipgloss di bibirnya.
Lia datang, memegang pundak Zelin.
"Bahagia sekali kamu dek." Ucapnya tersenyum.
"Iya kak. Aku tidak sabar dengan pernikahan ini." Ucap Zelin antusias.
"Apa kamu sudah benar benar yakin dek?." Tanya Lia memastikan.
"Kenapa memang kak?." Tanya Zelin dengan muka yang mulai sedih.
"Kakak tidak melarang kamu, kakak hanya mengingatkan. Menikah hanya sekali seumur hidup kamu dek. Kamu akan melihat dia setiap hati, menyiapkan kebutuhan dia setiap hari, apa kamu sudah sanggup?." Tanya Lia lagi.
"Kak. Aku merasa sanggup, aku sudah lama hidup sendiri kak. Jadi aku sudah terbiasa mengurus semuanya. Kakak doakan saja aku ya kak." Ucap Zelin.
"Iya dek. Kakak selalu mendukung kamu dek." Jawab Lia.
"Bagaimana kak, penampilan ku?." Tanya Zelin.
"Cantik sekali memang." Puji Lia.
Tidak lama suara mobil Raska datang.
"Kak, itu Raska, aku pergi ya kak." Ucap Zelin.
"Hati hati dek." Ucap Lia.
"Iya kak." Balas Zelin.
__ADS_1
Zelin berjalan ke luar rumah dengan muka yang sangat bahagia. Raska turun dari mobilnya.
"Cantik sekali hari ini." Puji Raska.
"Jadi cuma hari ini aku cantik?." Tanya Zelin
"Masuk dulu saja, nanti kamu malah tidak jadi ikut karena merajuk. Tuh kan, bibirnya saja sudah seperti kerucut." Goda Raska.
"Iih Raska. Kamu ini mengesalkan." Ucapnya sambil masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh Raska.
Raska masuk dan menjalankan mobilnya. Memegang tangan Zelin.
"Sudah. Kan kita mau ambil cincin nikah. Kamu malah seperti itu." Ucap Raska.
"Hm." Katanya
"Atau kamu mau kemana dulu? Jalan jalan dulu?." Bujuk Raska.
"Oke deh. Kita ke Duffan saja ya." Ucap Raska
"Yeay. Terima kassih Raska." Ucap Zelin.
Mereka sampai di Duffan, membeli permen kapas, menaiki wahana Duffan, dan mulai lelah.
"Aku lelah Raska." Ucap Zelin.
"Ayo duduk di sana." Ucap Raska menunjuk bangku kosong.
Mereka berjalan menuju bangku. Raska memberikan minuman berkaleng kepada Zelin.
"Aku haus, mau minum es." Ucap Zelin.
__ADS_1
Lalu mengambil minuman yang di pegang Raska dan meminumnya.
"Kenapa sama saja?." Tanyanya.
"Aku tau kamu akan menukarnya. Jadi aku membeli yang sama. Kamu lagi datang bulan. Aku membaca di internet tidak boleh meminum es." Ucap Raska.
"Terima kasih Raska, sudah sangat peduli pada ku." Ucap Zelin.
"Tentu saja. Sekarang, kamu segalanya bagi ku." Ucap Raska.
"Aku boleh bertanya?." Tanya Zelin.
"Tentu saja." Raska.
"Kepan kamu mulai munyukai ku?." Tanya Zelin.
"Dari awal bertemu di kampus. Aku sudah memperhatikan mu, ternyata Bayu lebih dulu selangkah dari ku." Ucapnya.
"Maksud kamu kak Lio dulu selangkah?." Tanya Zelin.
"Aku melihat mu ketika berkenalan ospek, rambut berantakan mu nampak cantik, terus ketika aku lihat Bayu menyukai mu aku hanya diam saja, setelah aku cari tau, ternyata Bayu kakak mu. Jadi aku tidak punya saingan lagi." Ucap Raska bangga.
"Lalu kenapa kamu ikut bicara formal seperti ku?." Ucap Zelin.
"Aku ingin kamu nyaman bersama ku. Jadi aku menyukai apapun yang kamu sukai." Ucap Raska.
"Bagaimanapun kedepannya, aku akan melindungi kamu Zelin, tidak boleh ada yang menyakiti kamu." Ucap Raska.
"Terima kasih." Ucapnya dengan mata berlinang.
"Ketika kamu jatuh cinta, kamu akan menjaganya seperti menjaga diri sendiri"
__ADS_1