
Sekarang kebahagiaan Bayu dan Adelia telah terlihat. Zelin melihat ke arah Bayu dan Adelia, terlihat wajah bahagia di mata kedua kakaknya itu.
Zelin menghampiri Bayu dan Lia, memeluk kedua kakaknya bergantian.
"Selamat kak Lio dan kak Lia, Aku seneng melihat kalian seperti ini." ucapnya dengan mata berlinang.
Ia sangat bahagia dengan keadaan sekarang, walaupun masih terasa sedikit luka tapi mencoba untuk melupakan luka itu sejenak agar ia bisa menghargai sedikit kebahagiaan yang di berikan tuha padanya.
"Terima kasih Elin, kamu harus bangkit, dan mulai lagi semuanya. Banyak yang rindu sama kamu yang dulu." ucap Bayu memeluk Zelin.
Zelin membalas pelukkan Bayu. Pelukkan yang sudah jarang ia dapatkan karena ia mencoba menjaga jarak dengan kakaknya itu.
Zelin terdiam cukup lama, elusan di rambut Zelin membuat dia merasa benar benar harus bangkit lagi.
"Iya kak Lio, Elin akan coba mulai semuanya lagi." ucap Zelin melepaskan pelukannya.
"Kak Lia, aku nitip kak Lio yah, jagain baik baik, kalau kak Lio nakal cubit aja kak." ucap Zelin sambil tersenyum
"Ahaha. Iya Al. Aku akan menjaga kakak mu ini. Nanti kalau dia nakal aku tidak akan memasak untuknya" balas Lia.
Bayu pernah memuji masakan Lia sangat enak. Jadi Lia mendapatkan senjata baru untuk mengancam lelaki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu.
Zelin pun beralih, menemui Melfa yang sedang di gendong Mila. Zelin berjalan dengan anggun. Banyak lelaki yang berminat padanya, hanya saja Zelin tidak ingin terikat dengan lelaki manapun lagi. Sekedar menyapa, Zelin akan menanggapi. Tapi, ketika orang lain meminta nomor hpnya dia akan menolaknya dengan tegas.
__ADS_1
seperti contohnya tadi ada seorang pria tampan dan kaya mengajak Zelin berkenalan. Zelin tersenyum tulus pada orang itu. Tapi pria tampan itu sepertinya tidak puas dengan hanya mengenal Zelin saja.
"Gue minta nomer lo dong." Ucap lelaki tampan itu.
"Maaf. Sepertinya anda salah arti dengan sapaan saya. Permisi." Balas Zelin meninggalkan lelaki itu.
Zelin sempat berkenalan dengan pria yang bernama Anton itu. Tapi karena gerakan Anton terlalu cepat sehingga membuat Zelin menjadi tidak ingin lagi berkenalan dengannya.
"Sayangnya mama nakal gak? Selama di tempat kak Mila?", ucap Zelin mencium putrinya itu.
"Tidak mah, Melfa tidak nakal kan kak Mila?." ucap Melfa.
Melfa memang memanggil Mila kakak, karena Mila masih merasa tidak cocok di panggil tante saat itu.
"Gak dong sayang, kita kan jalan jalan juga sama om Dani, seru kan yang kemaren itu?." tanya Mila.
"Kapan kapan sama mama juga yah." ucap Zelin
"Okee ma." balas Melfa.
"Ayo turun. Kasian kak Mila menggendong mu yang sekarang sudah berat." ucap Zelinmemegang tangan Melfa.
"Aku tidak berat ma, aku kan kurus dan cantik", Melfa
__ADS_1
Semua tertawa mendengar anak kecil itu memuji dirinya sendiri.
"Haha.. baik lah. Hayo turun. Kak Mila mau ke tempat Bunda Lia." ucap Zelin
"Baik ma." balas Melfa.
Mila pun menurunkan Melfa. Melfa sekarang menggenggam tangan Zelin agar tidak kehilangan arah.
"Kakak ke tempat Bunda dulu yah sayang." pamit Mila.
Mila dan Dani pun pergi menemui Bayu dan Lia.
"Selamat bro. Gak nyangka yah, jodoh lo ga jauh jauh banget." ucap Dani sambil memberi pelukkan kepada Bayu dan salam kepada Adelia.
"Ahahah.. bisa aja lo." jawab Bayu.
"Selamat Bay." ucap Mila menyalami Bayu.
"Kak." ucap Mila memeluk Lia.
"Seharusnya kak Raska di sini kan kak. Seharusnya dia di sini bareng kita kak." rengek an Mila
"Iya sayang. Semua udah ada jalannya. Jangan rapuh lama lama."ucap Lia menenangkan.
__ADS_1
Pernikahan Bayu dan Lia tidak terlalu besar, karena alasan kemaren. Bayu takut Risya malah menghancurkan semuanya. Jadi yang datang hanya kelurga Bayu dan sahabat sahabatnya saja.
"Aku menyayangi mu. Sampai kapan pun, hanya kamu yang boleh mengisi hati ku. Itu sudah ketentuan. Tidak boleh di langgar.!"