
Mila mendudukkan dirinya di depan Risya dan mulai dengan ceritanya.
"Dulu, ada seorang perempuan yang cantik banget. Namanya Alzelina Putri Albareck." Ucap Mila
Deggg
Risya yang mendengar itu terkejut dan badannya bergetar.
"Ayahnya Afdhal Albareck, ibunya Elle Donzelo. Al seorang anak yatim piatu berhati baik bak malaikat. Merawat seorang anak yang di temukannya di tempat sampah dan memberikannya kasih sayang seperti anaknya sendiri, menjadikan wanita yang di temuinya saat malam hari karena hampir saja di lecehkan menjadi kakaknya. Al hidup dengan kesederhanaan dan penuh ke jujuran." Ucap Mila.
Mila menghela nafas sejenak.
"Al ketemu sama Raska, saling mencintai namun harus di pisahkan karena kerakusan keluarga Albareck yaitu ibu lo. Ibu lo yang nyuruh kacung kacung si*l*nnya itu untuk membunuh Zelin dan yang kena malah abang gue. Lo paham apa kesalahan lo sekarang? Lo paham gak Risya." Teriak Mila.
Risya bingung. Perasaannya bercampur aduk, antara takut, sedih dan lainnya.
Mila membuka tutup mulut Risya dengan kasar sampai Risya kesakitan dan merintih.
"Gue gak tau kalo Al itu Elin." Ucapnya jujur.
"Karena sangkin bodohnya elo, elo ngerusak kebahagiaan adik lo sendiri." Ucap Mila penuh amarah.
__ADS_1
"Gue gak tau masalah Raska, gue hanya tau soal Bayu dan gue ngaku salah." Ucap Risya.
"Gak semudah itu dong. Lo tau, karena pernuatan gil* lo itu Lia koma dan di rawat di rumah sakit, jadi... setidaknya pembalasan gue harus setimpal dong." Ucap Mila mengeluarkan pisaunya.
"Dan masalah Raska, lo tenang aja, gue akan balas secara pelan pelan sama keluarga lo, sampai semuanya hancur berhamburan." Ucap Mila sambil tertawa keras.
Risya yang mendengar Mila seperti ini langsung ketakutan. Mila menggoreskan pisau tajam yang ia pegang ke lantai, yang tidak jauh dari kaki Risya. Semakin lama semakin mendekat dan melukai punggung kaki wanita itu.
Risya teriak, kesakitan. Air matanya mulai jatuh perlahan ketika Mila mulai menggoreskan pada kaki yang satunya lagi.
"Udah. Sampai di sini aja, tapi kalo lo berani ngerusak hubungan Bayu sama Lia lagi, gue pastiin, pistol dan pisau ini akan merebut kehidupan lo." Ucap Mila pergi meninggalkan Risya.
Risya mencoba membuka ikat tangan yang sudah di longgarkan Mila. Menghapus air mata yang tadi ia teteskan karena terpaksa.
'Belum sadar juga lo Risya.' Ucap Mila.
Mila mengambil telepon genggam di saku celananya.
"Dodi. Gue minta lo atur semua rencana buat ngehancuri perusahaan Albareck. Gue tunggu kabarnya di rumah." Ucap Mila.
Mila kembali ke rumah besar milik keluarganya. Mommy dan daddy sedang di Jepang jadi ia leluasa membawa Dodi ke rumah.
__ADS_1
Satu jam menunggu Dodi dan akhirnya ia masuk menemui Mila yang sudah duduk manis di ruang tamunya.
"Ada kabar bail boss." Ucap Dodi.
"Apa?." Tanya Mila.
"Perusahaan Albareck sedang mengalami krisis dana dan sahamnya jatuh anjlok." Ucap Dodi.
"Haha. Dunia baik sekali pada mu Al." Ucapnya bicara sendiri.
"Beli semua saham Albareck atas nama Alzelina Putri." Ucap Mila
"Baik boss." Balas Dodi dan meninggalkan Mila.
Mila mengambil telepon genggamnya dan memanggil seseorang.
"Hallo Dani. Kita ketempat Al yuk. Gue pengen ngumpul." Ajaknya dengan santai.
"..."
"Oke, gue tunggu di rumah yah." Jawabnya lagi dan mematikan teleponnya.
__ADS_1
'Al. Orang baik pasti akan di lindungi, sementara gue dulu yang gantiin abang gue buat lindungi lo." Ucap Mila.
"Orang baik pasti akan di lindungi walaupun dengan cara yang salah."