Mama 16 Th

Mama 16 Th
Kenangan 3


__ADS_3

Hari ini Zelin menjalani rutinitas kuliah seperti biasa. Sampai di kampus duduk di dekat calon suaminya itu


"Heh. Ngapain lo nempelin Raska mulu sih." Ucap Sasya yang tiba tiba datang.


"Suka suka aku, hubungan Raska sama kamu apa? Emangnya kamu siapa?." Balas Zelin lantang.


"Inget yah janda, Raska itu milik gue, jadi jangan mimpi di siang bolong deh lo bisa sama Raska." Balas Sasya lagi.


"Hm. Raska. Apa benar kamu dan Sasya itu pacaran?." Tanyanya pada Raska dengan nada mengejek.


"Tentu tidak dong, aku mana mau sama perempuan dengan mulut berbusa seperti dia." Ucap Raska pada Zelin.


Sasya yang merasa malu langsung pergi meninggalkan kelas, dan seketika membuat mood Zelin buruk. Bibirnya mengerucut yang mengartikan dia sedang kesal.


"Kenapa?." Tanya Raska.


"Tidak apa apa." Jawab Zelin.


"Ayo cerita. Aku tidak suka muka kamu seperti itu." Ucap Raska.


"Aku lagi badmood. Nanti kita jalan ke mall ya." Pintanya dengan mata berbinar.


"Iya deh. Tapi jangan ditekuk lagi mukanya." Pinta Raska


"Siap." Ucap Zelin bersemangat.


Hari ini Raska dan Zelin belajar sampai sore. Setelah kuliah Raska menepati janjinya untuk mengajak Zelin ke mall. Selama di mobil Raska tidak melepaskan genggaman tangannya dengan Zelin.


Sampai di mall Zelin mengajak Raska untuk ke supermarket di mall itu.


"Kamu mau beli apa Zelin?." Tanya Raska


" Kamu tidak peka sekali." Jawab Zelin cemberut.


"Maksud kamu bagaimana?." Tanya Raska bingung.

__ADS_1


"Aku datang tamu, mau beli roti tawar." Jawan Zelin malu.


"Oh aku mengerti." Jawabnya dengan muka yang senang.


Raska menarik tangan Zelin ke rak roti dengan muka yang bahagia.


"Raska. Bukan ini maksud ku." Jawab Zelin kesal lagi.


"Kamu bilang mau roti tawar." Ucap Raska bingung.


"Aku sedang datang bulan Raska. Mau membeli pembalut." Ucapnya kesal.


"Ya aku tidak tau soal itu. Maaf." Ucap Raska


Akhirnya mereka pergi ke rak pembalut.


"Aku malu mengambilnya." Ucap Zelin sedikit berbisik.


"Kamu mau yang mana?." Tanya Raska.


"Tinggi sekali, aku juga tidak bisa." Ucap Raska.


"Minta tolong sama mbak yang di situ." Pinta Zelin.


"Kenapa tidak kamu saja.?" Ucap Raska.


"Kenapa kamu malah menyuruh ku?." Ucap Zelin dengan nada kesal.


"Iya iya. Tunggu ya sayang." Ucap Raska.


Raska berjalan menuju kariawan mall. Meminta salah seorang dari mereka mengambilkan barang yang dia mau.


"Yang mana mas?." Tanya karyawan itu.


"Yang di ujung paling atas mbak." Jawab Raska.

__ADS_1


"Pembalut mas?." Tanya karyawannya lagi.


"Iya." Jawabnya.


"Kan masnya cowok." Ucap karyawannya lagi.


"Terus?." Tanya Raska.


"Itu buat istri saya yang di pojok sana, ambilin aja. Apa susahnya sih." Ucapnya mulai kesal.


"Masih muda udah nikah mas.?" Tanya karyawan itu lagi, sembari memberikan pembalut.


"Kalau pengen punya umur panjang, kurang kurangin ngurus hidup orang." Jawan Raska ketus, dan meninggalkan karyawan itu.


"Ganteng ganteng galak ya." Ucapnya.


Raska dengan muka kesalnya berjalan ke arah Zelin.


"Ada apa? Kenapa muka mu seperti itu?." Tanya Zelin pemasaran.


"Aku kesal dengan pegawainya. Kepo sekali." Ucap Raska kesal.


"Haha. Sabar ya sayang. Maaf aku merepotkan mu." Ucap Zelin


Muka Raska langsung berubah bahagia.


"Tidak apa apa. Aku senang di repotkan oleh mu." Jawab Raska.


"Apa kamu tidak malu membeli ini?." Tanya Zelin sambil memegang pembalut.


"Tidak. Kenapa harus malu?." Tanya Raska polos.


"Tidak apa apa. Terima kasih." Ucap Zelin sambil tersenyum.


"Dia yang benar benar mencintai mu akan melakukan apapun demi kamu"

__ADS_1


__ADS_2