Mama 16 Th

Mama 16 Th
Belanda


__ADS_3

Zelin, Raska, Bayu, Lia, Mila dan Dani sampai di bandara Belanda. Wajah Zelin bahagia bukan main karena terakhir ke Belanda waktu ia masih sangat kecil.


Ia mengingat kenangannya bersama Zelin, yang berlari di halaman belakang rumah. Bayu selalu memarahi Zelin karena takut kaki adik kecilnya itu akan luka.


Bayu akan menjadi sangat posesif tentang Zelin dulu. Sampai akhirnya ia dapat kabar bahwa Ibu dan adik kecilnya itu di telantarkan oleh keluarga Albareck.


Bayu yang ketika itu akan masuk kuliah meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk kuliah di Indonesia saja. Ingin bersama dengan adik kecilnya.


Sampai akhirnya, Bayu bertemu dengan seseorang yang cantik dan baik. Menyukai gadis itu, dan sempat sedikit kecewa karena tau kalau perempuan itu sudah memiliki anak.


Faktanya lagi, ternyata wanita yang ia sukai itu adalah adik kecilnya sendiri. Sekarang Zelin sudah tumbuh menjadi gadis yang mandiri.


Bayu menatap Zelin dengan dalam. Tanpa sadar ia merangkul Zelin, memeluk seakan mereka tidak akan di pertemukan lagi. Zelin membalas pelukkan kakaknya itu. Keluarganya, sahabatnya, bahkan semuanya ada Bayu di dalam hidupnya.


"Ada apa kak Lio?." Tanya Zelin dengan lembut.


"Tidak apa. Kakak hany merindukan mu." Ucap Bayu.


Bayu melepaskan pelukannya dengan Zelin. Memegang pipi Zelin dengan tangan kanannya.


"Bagaimanapun kedepannya nanti, kamu harus bahagia sayang." Ucap Bayu.


"Pasti kak Lio. Kak Lio tidak perlu khawatir." Ucap Zelin.


"Lo harus jaga adek gue baik baik ya Ras. Awas aja sampe dia kenapa napa." Pinta Bayu pada Raska.

__ADS_1


"Aman terkendali bro. Gue jaga segenap jiwa dan raga." Ucap Raska sambil tertawa.


"Udah udah, ayok ke hotel. Gue pengen rebahan nih." Ucap Mila.


3 pasangan ini berpencar, karena memilih hotel yang berbeda beda sesuai keinginan masing masing.


Bayu sampai di kamar hotelnya. Membaringkan badan, sedangkan Lia sibuk merapikan isi koper kedalam lemari hotel. Mereka akan satu minggu di sini.


"Sayang." Panggil Bayu kepada Lia.


"Iya. Kenapa mas?." Tanya Lia melihat ke arah Bayu.


"Pengen di peluk." Ucap Bayu manja.


"Astaga. Kenapa kamu malah seperti anak kecil sih." Ucap Lia mendatangi suaminya itu.


"Aku ingin makan sate." Ucap Bayu.


"Ini Belanda sayang, mana ada sate." Ucap Lia.


"Tapi aku ingin makan sate, buatkan untuk ku ya." Minta Bayu dengan nada memalas.


"Mmm. Apa kamu tidak kasihan dengan ku? Aku lelah." Ucap Lia tak mau kalah.


Bayu memnundukkan kepalanya. Membuat Lia menjadi tidak tega melihatnya.

__ADS_1


"Baiklah baiklah. Tapi, nanti kamu bantu aku ya." Ucap Lia.


"Pasti sayang." Ucap Bayu kembali gembira.


"Lepaskan pelukkannya dulu. Kainnya belum rapi semua." Ucap Lia.


"Ih. Tqpi masih pengen di peluk." Rengekan Bayu lagi.


Lia pasrah dengan kelakuan suaminya yang aneh hari inu. Tidak lama Bayu menarik tangan Lia dan jatuh ke dalam pelukkannya yang sedang tidur. Lia di peluknya seolah memeluk guling.


"Jangan tinggalkan aku ya." Ucap Bayu.


"Tidak mungkin, kamu itu suami ku." Jawab Lia.


Lia menatap mata Bayu yang sepertinya tidak ada kebohongan di dalamnya.


"Terima kasih sudah mencintai ku." Ucap Lia memeluk erat Bayu.


"Aduhhh." Ucap Bayu.


"Kamu kenapa?." Tanya Lia dengan nada cemas.


"Kamu memeluk ku terlalu erat, aku sesak nafas." Ucap Bayu tertawa.


"Astaga. Aku kira kenapa." Balas Lia lega.

__ADS_1


"Terima kasih sudah sangat mencintaiku."


__ADS_2