
Zelin tersenyum melihat kelakuan Raska yang begitu manis baginya.
Selesai makan Raska melajukan mobilnya kembali menuju mall, tempat dimana ia terkena tembakan dan tempat dimana ia dan Zelin memesan cincin pernikahan.
Mobil sampai dan sudah terparkir. Raska menggendong Melfa dengan tangan kanannya, dan menggandeng Zelin dengan tangan kirinya. Seperti benar benar posesif sekali.
"Aku sudah lupa tempatnya dimana." Ucap Raska.
"Astaga." Ucap Zelin.
"Aku ingat. Ayo lah." Ucap Zelin.
Zelin menunjukkan arah dimana mereka memesan cincin itu.
Seorang pegawai toko berlian datang menghampiri Raska yang sudah di depan toko.
"Ada yang bisa di bantu pak?." Tanya karyawan itu.
"Kamu?." Kata Zelin.
"Eh." Ucap karyawan itu.
"Bukannya kamu sekretaris kak Lio." Ucap Zelin.
"Saya di pecat." Jawab karyawan yang biasa di panggil Sisi itu.
"Kenapa?." Tanya Zelin.
"Karena kamu." Ucap Sisi.
"Kenapa kamu menyalahi calon istri saya. Seharusnya kamu yang sadar diri, telah meremehkan dia ketika itu." Ucap Raska.
__ADS_1
"Sudah sudah. Aku minta maaf Sisi. Aku tidak bermaksud apa." Ucap Zelin.
"Iya. Aku sudah melupakannya." Ucap Sisi.
Setelah lama berbincang dan mengambil cincin, akhirnya Zelin dan Raska yang menggendong Melfapun pergi.
"Kenapa kamu tahu semua?." Tanya Zelin.
"Tentu saja. Aku tahu semua tentang mu. Apapun." Ucap Raska.
"Siapa lagi yang memberi tahu mu soal itu. Riski? atau Dodi?." Tanya Zelin
"Tidak dua duanya." Jawab Raska yang masih menggandeng tangan Zelin.
"Ayah yang memberi tahu." Ucap Melfa.
"Wah. Tebakan kamu benar. Seratus buat kamu." Ucap Raska mencium pipi Melfa.
"Es krim papa." Ucap Melfa.
Merekapun memutar haluan ke arah MD di mall itu.
Raska memesan es krim sesuai permintaan Melfa. Melfa duduk bersama Zelin.
Tidak lama es krim pesanan Melfa datang. Melfa menujukkan wajah yang bahagia seperti di beri hadiah besar.
"Jangan buru buru makannya ya." Ucap Raska.
"Iya pa." Jawab Melfa.
"Zelin. Menurut mu kapan waktu yang pas untuk kita menikah?. Tanta Raska.
__ADS_1
"Aku tidak mau menunda lagi." Ucap Raska.
"Aku mengikuti kamu saja. Kapan pun." Jawab Zelin tersenyum.
"Bagaimana kalau seminggu lagi?." Tanya Raska.
"Baiklah. Nanti ku tanya pada mommy dan daddy, kapan bisa pulang ke Indonesia." Jawab Zelin.
"Mm. Kamu mau pesta yang bagaimana?." Tanya Raska.
"Aku tidak ingin pesta. Cukup akad saja sudah." Ucap Zelin.
"Untuk apa membuat resepsi yang mewah lagi. Aku sudah punya Melfa, dan menikah dengan kamu adalah keberuntungan ku." Ucap Zelin.
"Kamu serius? Tidak ada resepsi?." Tanya Raska.
"Tentu saja serius." Jawab Zelin pasti.
"Setelah ini mau kemana?." Tanya Raska pada Zelin.
"Kita antar Melfa ke tempat kak Lio, setelah itu kita ke rumah sakit, aku ingin jenguk mama mu." Jawab Zelin.
"Mama sudah baikan. Tidak di rumah sakit lagi. Mama sekarang di Jepang bersama mommy." Ucap Raska.
"Astaga. Aku tidak tahu." Ucap Zelin.
"Tidak apa. Besok mama akan datang di pernikahan kita." Jawab Raska.
"Baiklah." Ucap Zelin.
Melfa masih memakan es krimnya dengan sangat rapi. Melfa sudah di ajarkan menjadi anak pintar yang mandiri oleh Lia dan Zelin.
__ADS_1
Setelah menghabiskan es krim mereka kembali ke rumah Bayu, berniat untuk membahas pernikahan mereka nantinya.
"Aku mencintai mu. Terima kasih sudah hadir dan tidak membuat dunia ku gelap lagi."