
Bayu sampai di depan rumah mewahnya itu.
Menggendong Lia yang sudah tidak memiliki tenanga untuk berjalan. Lia di bawa ke dalam kamar tidur tamu.
Bayu meminta pelayan mengganti baju Lia karena sudah basah kuyup dan ia pun juga harus mengeringkan tubuhnya.
Lia sekarang mengenakan kaos putih kebesaran, karena itu baju kaos Bayu dan celana selutut milik Zelin yang tertinggal dulu waktu menginap.
Bayu menelfon Zelin, memberitahu bahwa Lia ada di rumahnya.
Awalnya Zelin khawatir dan ingin menyusul. Karena sudah larut malam bayu melarang, dan menyuruh besok datang ke rumahnya.
Malam ini Bayu tidur di sofa kamar tamu, takut nanti bila Lia membutuhkan sesuatu.
Sebenarnya, Bayu sudah jatuh hati pada Lia seiring berjalannya waktu, hanya saja bayu mengahargai Riki yang telah dekat dengan Lia.
‘cepat sehat yah’, ucapnya dalam hati melihat ke arah kasur king size yang di tiduri Lia.
Pagi ini, Zelin datang ke rumah Bayu, bersama Melfa. Zelin berencana akan menitipkan Melfa sebentar, karena akan ke kantor Daddy nya hari ini dan juga ingin melihat kondisi kakaknya itu.
Zelin dan Melfa masuk kedalam kamar tamu, terlihat Lia yang masih terbaring. Melfa langsung berlari ke arah Lia.
“bundaaaa”, panggil Melfa
__ADS_1
Adelia yang mendengarkan panggilan itu perlahan membuka matanya.
Melihat sekeliling dan menemukan orang-orang yang ada untuknya.
Lia tiba-tiba menangis. Zelin yang melihat itu pun langsung menghampiri kakaknya itu.
“ada apa kak, cerita sama aku mau?”, Zelin berbicara pada Lia.
Lia terus menangis, dan Zelin memeluk kakaknya, mengelus punggung Lia, memberikan semangat dan kekuatan untuk kakaknya itu.
Zelin tau, sakitnya yang di rasakan Lia. Bedanya mungkin saat ini Lia merasa terhianati.
Bayu pun mendekati Lia dan Zelin.
“elin, biar kak Lio aja yang jaga Lia di sini, kamu mau ke kantor daddy kan? Melfa suruh main di taman aja dulu”, bisik Bayu pada Zelin.
Setelah pamit pada Bayu, Zelin menuju kantor di antar oleh supir pribadi yang sudah di siapkan Daddy stev.
Sesampai di kantor, Zelin berjalan dengan langkah yang angkuh, wajahnya datar, tanpa senyuman, tidak seperti biasanya. Zelin menuju meja resepsionis.
“saya mau bertemu sama manejer perusahaan ini”, zelin bicara tegas
“apa sudah memiliki janji?”, Sisi
__ADS_1
“saya tidak perlu mengatur waktu untuk bertemu dengan manejer di perusahaan ini”, Zelin
“memang anda siapa?”, Sisi bertanya dengan nada yang mulai kesal
“saya Alzelina Putri Donzello”, jawab Zelin, menekan kan kata-kata Donzellonya.
“haha. Tuan Donzello hanya memiliki satu anak, yaitu tuan muda Bayu”, ucapnya dengan nada mencemooh.
Zelin yang mulai geram mengambil hp yang ada di dalam tas nya. Menelfon satu kontak yang bernama Daddy stev
“hallo Daddy, perempuan di meja resepsionis yang bernama Sisi ini tidak percaya kalau elin anak daddy, dia bahkan mengejek elin”,ucap nya sambil merengek.
Dia tau namanya sisi dari name tag yang di gunakan oleh wanita itu.
Sisi sudah mulai ketakutan, tangan dan kakinta gemetar. Bagaimana mungkin wanita kampungan di depannya ini anak dari bosnya, yang dia tahu anaknya hanya bayu, pria yang sekarang sedang di dekatinya.
Zelin menyudahi telfonnya. Kasihan melihat wanita di depannya ini sudah ketakutan. Walau bagaimana pun dia masih punya hati untuk mengasihani orang lain.
“inget kata-kata saya. Jangan mudah menilai orang dari luar saja, seharusnya anda sadar diri, apa posisi anda di sini”, ucap Zelin.
Sisi hanya menekuk kepalanya. Dan menunjukkan jalan menuju ruangan menejernya.
Hari ini Zelin telah resmi di umumkan menjadi CEO di perusahaan cabang Donzello.
__ADS_1
Zelin bertekat akan merebut perusaan yang telah di kembangkan oleh ayahnya dulu.
Walaupun masih 19 tahun tetap saja sekarang Zelin adalah seorang CEO di sini, mau tidak mau mereka harus menghormati Zelin.