Mama 16 Th

Mama 16 Th
Satu persatu


__ADS_3

Hari ini Raska datang ke Albareck Group seorang diri. Memakai jas dan dasi, stelan rapi dan gagah.


Raska memasuki ruangan Presidir dari perusahaan ini, tanpa kata dan permisi.


"Siapa kamu?." Tanya pria yang ada di kursi presidir itu.


"Kamu melupakan saya pak?." Tanya Raska.


"Saya tidak mengenal kamu." Ucap Jo


"Tapi saya mengenal anda pak." Ucap Raska memegang dadanya sendiri.


"Kamu melupakan saya yang hampir mati karena peluru si*l*n dari suruhan mu itu?." Tanya Raska lagi.


"Atau, apa kamu melupakan Saya yang telah membantu perusahaan mu baik baik saja sekarang?." Ucap Raska lagi.


"Apa maksud mu?." Tanya Jo.


"Kenalkan, saya Raska Febra Abramo, pemegang saham terbesar di Albareck group ini." Ucap Raska dengan tegas sambil mengulurkan tangannya.


Jo yang merasa posisinya terkalahkan oleh Raska tercengang dan tidak menjabat tangan Raska.


"Oh. Di tolak, baiklah." Ucap Raska menarik tangannya lagi.


"Bukan seharusnya itu kursi saya?." Tanya Raska menyindir pada Jo.


Jo spontan berdiri dari kursi presidir itu. Raska berjalan ke arah Jo dan menempati kursi itu.

__ADS_1


"Seharusnya, calon istri saya yang ada di sini. Bukan begitu bapak Jo Beener?." Tanya Raska menekankan kata Beenernya.


"Maksud kamu Zelin?." Tanya Jo.


"Ups. Mulut kotor mu tidak pantas menyebut namanya bapak Jo." Ucap Raska lagi.


"Kamu tau, banyak rasa sakit yang di rasakan oleh keponakan anda itu. Kehilangan ayah dan di usir dari Albareck gruop. Kehilangan ibu, dan harus menjadi tulang punggung sendiri. Sedangkan anda, saya liat baik baik saja di sini." Ucap Raska lagi.


"Saya tidak tau kalau Elle sudah mati." Ucap Jo.


"Baiklah tidak masalah. Karena sekarang ini perusahaan saya, saya bebaskan melakukan apa saja?." Ucap Raska yang langsung di angguki oleh Jo.


"Apa bapak mau di pecat?." Tawaran Raska.


"Tidak, saya sudah lama memajukan Albareck group ini." Ucap Jo.


"Baik baik, saya akan keluar dari sini. Jangan bocorkan informasi apapun kepada keluarga saya." Ucap Jo dan keluar dari ruangan itu.


Raska tersenyum pahit.


"Ini semua belum selesai pak, mari kita selesaikan satu persatu." Ucap Raska sendiri.


Raska mengambil telpon genggamnya dan menelepon Zelin.


"Kamu dimana?." Tanya Raska pada Zelin.


"Aku di kafe, kamu dimana?." Tanga Zelin.

__ADS_1


"Aku sedang di perusahaan mu." Ucap Raska.


"Apa maksud mu?." Tanya Zelin lagi.


"Aku sedang berada di Albareck Gruop. Apa kamu mau kesini?." Tanya Raska.


"Ha? Yang benar saja?." Tanya Zelin.


"Benar sayang. Sekarang aku yang punya perusahaan ini." Ucap Raska.


"Ah. Aku sedang sibuk. Nanti saja kamu kesini langsung ya." Ucap Zelin.


"Ku matikan telfonnya. Bye." Ucap Zelin sambil mematikan telfonnya.


"Kado terindah untuk kamu, gadis baik." Ucap Raska tersenyum.


Raska keluar ruangan dan mengumukan pemindah alihan perusahaan. Semua karyawan bertepuk tangan bangga dan senang, karena sudah memiliki boss tampan dan muda seperti Raska.


"Keadaan membuat mu menjadi orang baik, dan keadaan juga yang membuat mu menjadi orang picik."


*Hai guys. salam hangat dari aku penulis awam. Aku mau mengakhiri cerita Mama 16 th ini guys.


Sebentar lagi kita sampai di ujung cerita.


Terima kasih buat kalian yang udah menemani aku.


i lop yu*

__ADS_1


__ADS_2