Mama 16 Th

Mama 16 Th
Lio Donzello


__ADS_3

Zelin kembali ke kamarnya, karena kafe sudah mulai sepi, melihat Melfa dan Mila tidur benar-benar seperti anak kecil karena Mila meringkuk seperti Melfa ketika tidur.


Zelin memanggil Mila sambil menggoyangkan bahunya.


“Mila, ayok bangun, mandi dan shalat ashar." suruh Zelin.


Mila yang mendengar mengeliat dan duduk tapi tidak membuka matanya.


“Iya Al." jawabnya sambil mencoba membuka mata.


“Tapi gue ga bawa baju, daleman juga.” ucap Mila lugu.


“Kalau kamu mau pakai baju aku saja, aku juga punya daleman yang masih baru, biar aku siapin, mandi saja.” ucap Zelin.


“Oke deh, aku mandi dulu yah.” ucap Mila yang melangkah ke kamar mandi.


Selesai shalat dan mandi Zelin meminta izin kepada Lia untuk menemani Melfa dan Mila jalan-jalan di taman.


Lia memberi izin dan mengingatkan agar pulang sebelum maghrib.


“Mil, jadi kamu sama Raska dari keluarga Abramo yah?." tanya Zelin.


“Iya Al, ayahnya Raska dan papi gue sodaraan, tapi ayahnya Raska udah meninggal dari raska umur 9 tahun. Dan mamanya jadi stress, sampai sekarang ada di RSJ.” ucap Mila sedih.


“Maaf yah, aku tidak tau.” ucap Zelin.


“Ga apa-apa Al, sekarang Raska tinggal sama keluarga gue, walaupun sering di Apart sendiri sih." jelasnya lagi.


“Kalau Bayu?." tany Zelin kepo.


“Cie mulai nanyain Bang Bayu.” goda Mila.


“Nama lengkapnya itu, Bayu Aprilio Donzello, ayahnya orang Belanda.” terang Mila


Deg


Tangan zelin berubah menjadi dingin, jantungnya berasa berhenti untuk memompa dan mengalirkan darah keseluruh tubuhnya.


“al, lo kenapa?.” tanya Mila takut.


“Kenapa tangan lo dingin?.” tanyanya lagi saat memegang dinginnya tangan Zelin.


Cukup lama termenung, akhirnya Zelin memeluk Mila, menangis di pelukan wanita cantik berbehel itu.


“Ada apa Al? kalo lo mau cerita gue mau dengeri lo kok." ucapnya tulus.


Tidak ada jawaban dari Zelin, bahkan dia sendiri masih ragu tentang kebenarannya.


Sebelum maghrib mereka kembali ke kafe, Mila sudah meminta Raska untuk menjemputnya di kafe Zelin. Sebelum adzan Raska sampai dan menelepon Mila, menyuruhnya cepat ke mobil.


“Gue pulang dulu yah, kalo ada yang mau lo omongin atau certain telfon gue aja.” ucap Mila di balas anggukan oleh Zelin


“Pulang dulu kak Lia.” sambil menyalimi tangan Lia.

__ADS_1


“Kakak pulang dulu yah manis.” cup kecupan akhir di kening Melfa.


Mila berjalan keluar kafe dan menaiki mobil sport abangnya itu.


Diperjalanan mila menceritakan kejadian hari ini kepada Raska dari mulai zelin buka kado dan mendapatkan cincin sampai Zelin menangis mendengar nama keluarganya Bayu.


Sedangkan Raska hanya memandang ke depan tanpa bergeming sedikitpun.


Di kafe Zelin masih mengingat kenangan masa kecilnya, ketika dia masih sering ke Belanda, ketempat pamannya dan bermain sama kakak laki-lakinya waktu kecil.


Flashback on


“Elin, jangan lari-lari, kasian kaki kecil mu.” ucap pria kecil berumur 7 tahun itu.


“Elin tidak apa-apa kak Lio.” jawab anak kecil yang bernama Zelin itu sambil berhenti berlari.


Lio menangkap dan memeluk zelin agar tidak melanjutkan berlarian lagi.


“Kakak sudah menangkap mu Elin, jadi jangan berlari lagi, kakak tidak mau kaki kecilmu nanti sakit.” terang Lio yang sedang menasehati adiknya.


“Ingat pesan kakak, jangan sampai kaki mu terluka, kakak tidak akan mengizinkan siapapun melukai kakimu, walaupun itu kamu sendiri.” ucapnya meninggalkan Zelin.


Zelin berlari dan memeluk kakaknya itu dari belakang,


“Terima kasih kakak telah menjaga ku dengan sangat baik.” ucapnya tulus.


Elle Donzello datang memanggil kedua anak kecil ini, yah itu Zelin berumur 3 tahun dan Bayu berumur 7 tahun.


“Zelin, Lio ayo makan, nanti ayah dan daddy marah menunggu lama.” ucap Elle, mama Zelin.


“ayok kak lio, nanti ayah dan daddy marah pada kita.” celoteh Zelin kecil.


Flashback off


Zelin kini menangis di pundak Lia, Lia bingung karena tidak tau permasalahan yang terjadi pada adiknya ini.


“Kamu kenapa dek?.” tanya Lia,


“Kak, tenyata Bayu itu kak Lio, saudaranya aku.” ucapnya masih dalam tangisan.


“Kamu serius?.” tanya Lia meyakinkan.


“Iya kak, namanya sama seperti nama kak Lio.” kini tangisnya mulai mereda.


“Alhamdulillah dek, kamu masih bertemu saudara mu." ucap lia sambil mengusap rambut Zelin.


Malam itu Zelin tertidur dengan tenang, karena lelah menangis dipelukkan Lia.


Lia membuka hpnya, terlihat chat dari seorang pria yang sedang mendekatinya.


Pria berwatak tenang dan berwibawa, menjadi seorang dokter di rumah sakit tempat dia dan Zelin membawa Mefa ketika jatuh dulu.


Semenjak saat itu, pria yang di sebut dokter Jo itu sering berkunjung ke kafe dan mengajak Lia bicara.

__ADS_1


Awalnya terasa canggung, tapi semakin lama, mereka terlihat semakin dekat. Bahkan sudah saling memiliki rasa nyaman.


Tiba-tiba hpnya mendapat pesan WA


#dokter Jo


Sudah malam Adel, kenapa kamu belum tidur? –Jo


Iya, baru aja mau tidur. –Adelia


Apa yang kamu pikirkan? –Jo


Aku tal memikirkan apa-apa. –Adelia


Kalau begitu tidurlah, dan matikan hpmu. –Jo


Melihat perhatian dokter Jo Lia tersenyum, rasanya nyaman sekali diberi perhatian oleh orang yang kita suka.


Suka? Astaga… bahkan Lia saja tidak sadar akan perasaannya.


Lia melihat kearah Zelin dan Melfa, terlihat wajah polos dua orang keluarganya ini tengah tertidur pulas. Lia tak henti-hentinya berterima kasih kepada tuhan karena telah memberinya takdir untuk bertemu dengan orang sebaik Zelin.


‘Akan selalu ada orang baik disetiap sisimu, jika kamu menjadi orang baik juga disisi orang lain.'


Ucapnya didalam hati.


‘Semoga kamu segera bertemu keluarga ibu mu ya dek, kamu berhak mendapatkan kebahagiaan, karena kamu orang baik, jangan mengeluh, semoga hari besok tuhan menambah semangat kita dari hari ini, semoga hari besok tuhan memberi kita karunia dan takdir yang lebih indah dari yang kita bayangkan.’ tambah Lia dalam hati.


Adelia melirik jam dinding, pukul 23.30. matanya sudah mulai mengantuk dan akhirnya masuk kedalam alam mimpinya.


Dikediaman Abramo, Raska masih sibuk dengan hpnya, entah apa yang dilakukan pria ini, sejenak pikirannya teringat tentang perkataan Mila.


‘Ada hubungan apa Bayu dengan Zelin?.' tanyanya dalam hati.


Akhirnya, Raska menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki kebenarannya.


Jam 01.00 pesan masuk di hpnya.


#Dodi


Semua yang boss minta sudah saya kirim ke email boo –Dodi


Ok –Raska


Raska mengecek emailnya, dan terkejut saat melihat nama keluarga Bayu dan ibunya Zelin sama.


‘Jadi mereka sepupuan.' ucapnya dalam hati.


Raska menyeringai, tersenyum melihat fakta bahwa Bayu menyukai adik tersayangnya sendiri. Lelah dengan pikirannya hari ini, akhirnya Raska juga membaringkan tubuhnya di kasur king size itu.


“Selamat malam zelin ", ucapnya.


Raska masuk ke dalam mimpinya, mimpi yang sudah menemaninya semenjak 11 tahun yang lalu, mimpi yang membawanya bertemu dengan wanita cantik dan baik hati.

__ADS_1


"Jika kamu tidak bertemu dengan orang baik di dunia, maka buatlah orang lain menumakan orang baik, dan pastikan itu kamu"


__ADS_2