Mama 16 Th

Mama 16 Th
Raska 3


__ADS_3

Raska mengendarai mobilnya lagi dengan tangan yang masih menempel.


***


Raska memasuki gerbang rumah Bayu dan Lia.


"Zelin. kamu benar akan tetap bersama ku kan?." Tanya Raska tiba tiba.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Raska?." Tanya Zelin.


"Aku hanya takut, ketila nanti kita akan menikah kamu malah meninggalkan ku." Ucap Raska.


"Tidak mungkin. Kehilangan mu kemaren saja sudah membuat ku sangat stres." Ucap Zelin.


"Terima kasi." Ucap Raska tersenyum.


"Kembali kasih." Balas Zelin tersenyum.


Zelin dan Raska turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu. Tidak lama Lia membukakan pintu dan terkejut melihat Raska.


"Astaga. Kamu?." Tanya Lia.


"Iya kak Lia." Jawab Raska senyum.


Lia memanggil Bayu. Bayu dengan cepat berlari ke arah Lia.


"Ada apa Lia, kenapa teriak?." Tanya Bayu.


"Astaga." Ucap Bayu melihat Raska yang berdiri di depannya bersama Zelin.

__ADS_1


"Hantu?." Tanya Bayu.


"Tidak kak Lio. Ini benar Raska kak." Ucap Zelin.


"Gimana lo bisa hidup?." Tanya Lio dengan nada dan muka yang masih kaget.


"Apa lo gak nyuruh gue masuk dulu?." Ucap Raska.


"Gue lupa. Masuka dulu." Ucap Bayu.


Semua masuk, dan duduk di ruang tamu. Bayu masih tidak percaya dan meminta penjelasan Raska.


Melfa datang dan langsung memeluk Raska.


"Papa. Kemana saja?." Tanya Melfa.


"Tidak kemana mana sayang, papa kan selalu ada di hati mu." Ucap Raska memengku Melfa.


"Tentu. Bahkan papa bisa membuat mu terbang tinggi." Ucap Raska sambil berdiri.


Raska membawa Melfa terbang di pundaknya. Zelin yang melihat Melfa bahagia jadi tersenyum. Bayu dan Lia melihat Zelin bahagia jadi terbawa bahagia.


Melfa membentangkan tangannya seperti sayap.


"Ayo pah, lebih cepat lagi." Ucap Melfa.


"Sudah sayang, kasian papa capek." Ucap Zelin.


"Sekali putaran lagi ya, pegangan yang erat." Ucap Raska pada Melfa.

__ADS_1


Melfa lagi lagi tertawa terbahak bahak.


Raska mulai berhenti dan kembali duduk sambil memangku Melfa.


"Kamu sekarang sudah berat sekali ya." Ucap Raska.


"Tidak papa. Aku langsing sekarang." Ucap Melfa.


"Wah. Siapa yang mengajari mu bahasa langsing itu?." Tanya Raska.


"Aku sering mendengar mama bertanya pada bunda, apa kah aku langsing." Ucap Melfa menirukan Zelin.


Semua tertawa karena hal sepele yang di perankan oleh Melfa.


"Papa, aku ingin jalan jalan bersama mu." Ucap Melfa.


"Baiklah, tapi ada syaratnya." Ucap Raska.


"Apapun itu." Jawan Melfa.


"Kamu mandi dulu, bau asam tadi papa cium." Ucap Raska.


"Serius? Aku rasa aku sudah wangi." Ucap Melfa polos.


"Tetap saja harus mandi." Ucap Raska.


"Baiklah. Bunbun aku mandi sendiri saja ya." Ucap Melfa.


"Baiklah. Mandi yang bersih sayang." Ucap Lia.

__ADS_1


Melfa pergi menuju kamarnya dan mandi, sedangkan Bayu masih menunggu Raska agar menjelaskan semuanya.


"Percayalah, kebahagiaan itu bisa menular. Jadi buat lah orang di sekeliling mu bahagia agar kamu juga bahagia."


__ADS_2