
Setelah menghabiskan es krim mereka kembali ke rumah Bayu, berniat untuk membahas pernikahan mereka nantinya.
Mila dan Dani turut hadir di rumah Bayu hari ini. Mommy dan Daddy Bayu masih di Belanda, sedangkan Mami dan Papi Mila masih di Jepang.
"Jadi kapan kalian nikah?." Tanya Dani.
"Tanggal yang bagus menurut kalian kapan?." Tanya Raska.
"Terserah lo aja Ras, yang nikah juga kan elo." Jawab Dani.
"Kalo gue maunya seminggu lagi." Ucap Raska.
"Gak tahan banget ya bang?." Ucap Mila.
Raska dan Zelin hanya tersenyum mendengar ucapan Mila.
"Gue juga setuju kalo seminggu lagi. Secepatnya lebih baik." Ucap Bayu.
"Bagaimana Zel?." Tanya Raska pada Zelin.
Semuanya tertawa mendengar perubahan nada bicara Raska yang tadi dingin menjadi lembut.
"Dasar lo Ras. Giliran sama Al aja lo pake kamu kamuan." Goda Dani.
"Suka suka gue." Ucap Raska.
"Aku terserah kamu aja Ras." Ucap Zelin.
"Kak Lio. Mommy dan daddy bagaimana?." Tanya Zelin.
"Tenang saja. Mommy dan daddy akan datang kok." Ucap Bayu.
"Baiklah." Balas Zelin.
__ADS_1
"Zelin. Kamu bawa Melfa ke kamar aja. Sekalian kamu istirahat sama kak Lia." Ucap Raska.
"Baiklah." Ucap Zelin.
Zelin, Melfa, Lia, dan Mila bernajak mau beristirahat.
"Eh lo kemana dek, sini dulu." Ucap Raska memanggil Mila.
"Lah, gue cewek sendirian buat apaan." Ucap Mila.
"Lah. Lo kan cowok." Ucap Raska.
"Enak aja lo. Pacar gue tu." Ucap Dani.
Mila duduk kembali ke sofa tempat dia duduk tadi.
"Ada apa bang?." Tanya Mila santai.
"Jadi gimana si Risya dan keluarganya itu?." Tanya Raska.
"Jadi lo ngapain aja dek?." Tanya Raska.
"Ngancem si Risya dikit aja." Ucap Mila.
"Lo ga apa apain anak orangkan?." Tanya Dani kaget.
"Enggak. Cuma di goresin dikit aja." Ucap Mila.
"Astaga. Apanya yang lo lukain Mila. Nanti kalo lo yanv di apa apain gimana?." Tanya Dani.
"Astaga. Lebay banget lo Dan. Kayak gak tau Mila aja." Ucap Bayu.
"Yang penting lo gak keluar batas, gue gak mau lo kenapa napa." Ucap Raska pada Mila.
__ADS_1
"Okay. Udah kan? Gue mau rebahan ni." Keluh Mila.
"Yaudah sana." Ucap Raska.
Mila meninggalkan mereka bertiga.
"Jadi gimana rencana lo nanti Ras?." Tanya Dani.
"Gue mau ambil semua saham yang udah gue beli dari keluarga Albareck, sampai gak ada satu aset pun yang tertinggal." Ucap Raska.
"Jangan terlalu beresiko Ras. Gue gak mau adek gue jadi janda beneran cuma karna bales dendam." Ucap Bayu.
"Tenang aja. Kita mainnya aman dan bersih kok." Ucap Raska.
Oke deh. Gue serahin semua sama lo. Lagian gue mau ke Belanda, gue belum bulan madu bro." Ucap Bayu.
"Wah. Gue juga berencana mau ke Belanda." Ucap Raska.
"Gue juga mau ikut kali." Ucap Dani.
"Makanya, nikah dulu dong. Biar enak. Kan Ras?." Ucap Bayu sambil tertawa.
"Yoih broh. Biar ada temen tidur. Gak sama kalian lagi." Ucap Raska.
"Ras. Kalo nikah kita barengan gimana?." Ide Dani.
"Ogah. Zelin tu gak mau resepsi. Cuma mau akad nikah aja." Ucap Raska.
"Wah. Hemat banget lo." Ucap Dani.
"Yaiya dong. Gitu kalo cari calon bini." Ucap Raska.
"Tapi kalo lo mau nikah secepatnya gak apa apa sih Dan. Biar kita tungguin." Ucap Bayu.
__ADS_1
"Nah boleh tu." Jawab Dani girang.
"Berjuang dari awal bersama, harus tetap bersama sampai akhir."