Mama 16 Th

Mama 16 Th
Mas Siras


__ADS_3

"Kenapa kamu datang sekarang?." Ucap Zelin pada pria berhoodie itu.


"Tidak apa. Aku hanya ingin bertanya. Apa kamu mengenal Raska?." Tanya pria berhoodie itu.


"Kenal. Kamu siapa?." Tanya Zelin.


"Aku Riski, abangnya Raska." Ucap Riski.


"Kata Mila, Raska adalah anak tunggal." Ucap Zelin.


"Iya, sepengetahuan mereka, tapi Raska tau kalau aku adalah abangnya." Ucap Riski.


"Aku udah lama memperhatikan mu. Aku melihat mu di rumah sakit waktu itu." Ucap Riski.


"Jadi kamu yang mengikuti ku malam itu?." Tanya Zelin.


"Aku hanya tidak sengaja melihatmu." Ucapnya.

__ADS_1


"Baiklah. Lalu ada perlu apa kamu?." Tanya Zelin.


"Raska meminta ku untuk menjaga mu, bahkan di saat kamu sendiri seperti sekarang. Setau ku Raska akan kembali ke Indonesia besok, dan tugas ku mengawasi mu selesai." Ucap Riski.


"Jadi selama ini kamu memesan di sini untuk memata matai ku?." Tanya Zelin.


"Tentu saja, kalau tidak untuk apa aku meminum minuman aneh yang sangat asam itu." Ucap Riski dengan nada meledek.


"Haha. Kamu sendiri yang menginginkan itu." Jawab Zelin sambil tertawa.


"Aku menitipkan Raska pada mu. Semenjak ibu di rawat aku tidak pernah melihat dia membuka hatinya untuk jatuh cinta selain pada mu." Ucap Riski dengan nada lebih serius kali ini.


"Apapun yang di lakukan Raska nanti, tolong. Jangan kecewa padanya." Ucap Riski.


"Tentu saja." Balas Zelin.


"Dia meminta ku menjaga mu, karena kamu penting baginya, bahkan lebih dari dirinya sendiri. Selama di Jepang aku percaya keajaiban cinta itu ada. Kamu dan Raska sama sama saling mendoakan, dan itu adalah sihir yang nyata. Terima kasih Zelin. Kamu telah membuat orang banyak beruntung di dekat mu." Ucap Riski.

__ADS_1


"Oke. Terima kasih untuk minuman anehnya selama ini. Sampai bertemu nanti." Ucap Riski meninggalkan Zelin.


Zelin masih terduduk di bangku kafe. Kata kata dari Mila dan Riski bahwa Raska akan datang berputar putar di otaknya. Seperti mimpi, tapi nyata. Zelin takut, akan kecewa bila Raska berubah padanya. Tapi, apa boleh pilih. Dia bahkan sangat bahagia Raska benar benar tidak mrninggalkannya.


Zelin membaringkan tubuhnya di kasur kamar. Malam ini sendiri, tanpa Melfa.


"Tuhan baik, bahkan sangat baik pada ku. Terima kasih tuhan." Ucap Zelin memeluk fotonya bersama Raska.


"Raska. Terima kasih, kamu benar benar tidak meninggalkan ku." Ucap Zelin menangis.


"Sampai bertemu sayang. Aku tidak sabar menceritakan banyak hal kepada mu." Ucap Zelin.


"Terima kasih karena kepergian mu kemarin mengajarkan ku banyak hal. Aku tidak akan marah jika kamu kembali dengan keadaan yang tidak baik atau bahkan, mungkin kamu melupakan ku. Tidak masalah. Bagi ku yang terpenting, kamu kembali, aku bisa melihat mu lagi, melihat kamu tersenyum, makan, minum, dan hal hal biasa yang sering kita lakukan. Walauoun entah masih ada kata kita atau tidak, aku akan tetap bisa menerima kamu. Apapun kondisi dan sebagai apapun aku di hidup mu nanti." Ucap Zelin.


Hari ini lelah, bahkan sangat melelahkan baginya. Sekaligus hari yang sangat membahagiakan, karena faktanya Raska akan kembali padanya.


"Banyak hal baik mendatangkan orang baik, dan banyak hal buruk mendatangkan orang buruk. Kamu hanya perlu memilih, kamu ingin di datangkan hal yang baik atau hal yang buruk."

__ADS_1


__ADS_2