Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#50


__ADS_3

*****


Selama ini Sandara jarang sekali tersenyum di hadapan Berlin, namun setelah ingatannya hilang Sandara jadi lebih sering tersenyum dan juga tertawa di hadapan Berlin.


Berlin terkadang merasa sedih, namun di sisi lain ia cukup bahagia karena Sandara tidak mengingat hal-hal buruk yang sudah menimpa diri nya selama ini.


Berlin mengantarkan Sandara ke kamar mandi dan menunggu Sandara di luar. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Sandara pun menghampiri Berlin yang kini masih berbaring di atas tempat tidur nya.


Sandara menarik-narik baju Berlin lalu kemudian Berlin yang mengerti maksud Sandara pun langsung bangun dan beranjak dari tempat tidur nya.


Berlin mendorong kursi roda Sandara dan membawanya ke meja makan. Lalu mereka menikmati sarapan pagi mereka. Suasana di rumah Berlin saat ini begitu damai.


" Dara...hari ini kebetulan aku free...apa kau ingin jalan-jalan bersama ku? " Tanya Berlin yang tiba-tiba saja mengosongkan jadwalnya dan ingin menghabiskan waktu bersama dengan Sandara.


Lalu Sandara mengangguk dan tersenyum ke arah Berlin. Sandara terlihat sangat bahagia, ia merasa jika dirinya beruntung bisa memiliki Berlin disisi nya tanpa mengingat masa lalu yang pahit yang pernah di alaminya dulu.


" Baiklah, habiskan makanan mu, setelah itu kita berangkat. " Ujar Berlin yang kemudian memakan makanannya dengan lahap.


Setelah mereka selesai sarapan, Berlin dengan segera membawa Sandara masuk ke dalam mobil nya. Dan kemudian ia menuju wahana bermain.




Mereka terlihat senang dan juga sangat menikmati setiap permainan yang ada di wahana bermain tersebut. Dan Frans...ia masih melihat dari kejauhan, Frans merasa sedikit kesal dan ada kecemburuan di hati nya.


Lalu Frans pun akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti Berlin dan juga Sandara hari ini. Frans kembali ke mobil nya dan ia pun kembali ke kost nya.


Di samping itu,


Di kediaman Remon Saw...


Remon juga selama ini terus melihat situasi dan kondisi di rumah Berlin. Ia meminta salah satu pelayan di rumah Berlin untuk selalu mengawasi Sandara, dan melaporkan kepada nya setiap perkembangan Sandara.


Remon juga sudah menyusun strategi untuk menghabisi Sandara. Remon sangat ingin Berlin kembali mematuhi dirinya dan melupakan Sandara. Selama ini Remon sudah geram karena Berlin selalu saja memberontak dari nya hanya kerena Sandara.

__ADS_1


Lalu,di tempat lain...


Dan kemudian hari sudah mulai gelap, malam pun tiba...


Berlin dan juga Sandara pun sudah kembali ke rumah Berlin. Mereka kini tampak lelah namun mereka masih bisa tersenyum satu sama lainnya.


Setelah menghabiskan waktu seharian bersama-sama, kini mereka bergantian membersihkan tubuh mereka lalu setelah itu berbaring di atas tempat tidur.


Karena cukup lelah, tidak butuh waktu lama...mereka pun dalam sekejap sudah tenggelam dalam mimpi indah mereka masing-masing.


Dan keesokan harinya, Berlin sudah mulai menjalani rutinitas nya yang super sibuk. Ia sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, dan Sandara yang masih terlihat kelelahan itupun masih terlelap dalam tidur nya.


Berlin tidak tega membangunkannya, dan ia hanya mengecup kening Sandara lalu segera berangkat ke kantor nya.


Pukul 09.00..


Sandara membuka kedua matanya, ia melihat ke sekelilingnya dan tidak mendapati sosok Berlin. Lalu Sandara menghela nafas nya, ia sudah tau kalau Berlin pasti sudah berangkat ke kantor tanpa membangunkannya.


Sandara meraih kursi roda nya dan berusaha untuk naik ke kursi roda nya. Setelah itu Sandara membasuh muka nya dan kemudian keluar dari kamar nya.


Dan saat Sandara sudah berada di ruangan televisi, laki-laki itu menoleh ke arah Sandara dan kemudian menghampiri Sandara.


" Halo sayang...menantuku tersayang sudah bangun. " Ujar Remon lalu memeluk tubuh Sandara.


Sandara hanya diam, dan masih berpikir...


" Menantu? Apa dia ayah Berlin? Kalau begitu dia adalah mertuaku? " Batin Sandara.


Dan kemudian Sandara tersenyum ramah ke arah Remon. Lalu Remon yang melihat senyuman ramah Sandara itu pun tertawa sambil menutupi mulut nya.


" Wah...kau sangat cantik kalau tertawa seperti itu. " Ujar Remon sambil membelai rambut Sandara.


Sandara pun kembali tersenyum lalu menulis beberapa kalimat pada buku yang ia taruh di atas kaki nya.


| Ada apa ayah mertua? Apa ayah mencari Berlin? Berlin sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi hari ini mungkin ayah tidak bisa bertemu dengannya. |

__ADS_1


" Ahahaha...iya aku tau Dara...hari ini aku sengaja kemari karena merindukan menantuku yang sangat cantik ini. " Jawab Remon yang kembali membelai rambut Sandara.


" Apa beliau sangat menyayangi ku? Sepertinya beliau sangat baik, beruntung sekali aku di kelilingi dengan orang-orang yang dapat menerima keadaanku yang seperti ini. Terlebih lagi mereka terlihat sangat menyayangi ku. " Batin Sandara.


" Dara...apa kau ingin pergi ke suatu tempat? Ah...apa kau ingin bertemu dengan ayah mu? " Tanya Remon yang kini mulai menjalankan rencana jahat nya.


| Ayah? Apa aku masih memiliki ayah? Tapi kenapa Berlin tidak pernah memberitahu ku? |


" Ya...kau masih punya ayah, Berlin sebenarnya ingin memberitahu mu, tapi aku bilang kepada nya. Kalau biar aku saja yang memberitahu mu. " Jawab Remon yang mencoba membohongi Sandara.


| Baiklah ayah mertua, aku akan ikut dengan mu dan bertemu dengan ayah ku. |


Lalu Remon pun tersenyum licik, kali ini sangat mudah baginya untuk membodoh-bodohi Sandara. Dan Sandara tanpa tau apa-apa itu pun dengan sangat patuh mengikuti Remon begitu saja.


Saat Remon dan beberapa anak buah nya yang sudah menunggu di luar membawa Sandara masuk ke dalam mobil nya, Frans yang selalu siaga itu pun melihat dan kemudian ia mengikuti mobil Remon yang kini sedang membawa Sandara.



Perasaan Frans sudah sangat tidak karuan, rasa khawatir sudah menyelimutinya. Ia ingin menghubungi Berlin, namun Frans ingin melihat situasinya terlebih dahulu. Ia tidak ingin membahayakan nyawa Sandara.


Frans masih saja mengikuti mobil Remon dengan sangat hati-hati. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pantai. Remon membawa Sandara turun dari mobil nya. Lalu Sandara yang merasa bingung itu pun memberikan beberapa kalimat yang di tulisnya kepada Remin.


| Apa ayah ku tinggal di sekitar pantai? |


" Iya...ayah mu sudah lama tinggal di sini, apa kau sudah sangat penasaran? Kau ingin langsung menemui ayah mu? " Tanya Remon sambil tersenyum menyeringai ke arah Sandara.


Lalu Sandara mengangguk dan mengembangkan senyumannya. Sandara terlihat senang karena ia mengira Remon akan benar-benar mempertemukannya dengan ayah nya. Sandara tidak tau kalau Remon mempunyai niat jahat dan ingin menghabisi nyawa nya di pantai di mana ia membuang ayah nya dulu.


Jangan lupa like comment and vote ya ❤️❤️❤️


Klik tombol favorit juga ya ❤️❤️❤️


Terimakasih atas dukungannya ❤️❤️❤️


Love kalian ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2