
...****************...
“ Permisi tuan…” Ujar Ariana lalu membuka pintu ruangan Devan.
“ Ya…ada apa? “ Tanya Devan tanpa menatap Arina dan masih fokus pada layar komputer di hadapannya.
“ Tuan, maaf mengganggu waktu tuan, tetapi ada hal penting yang harus saya sampaikan dan saya tanyakan kepada tuan, ini mengenai Kaira tuan. “ Ujar Ariana lalu Devan pun berhenti mengetik keyboard komputernya dan kemudian menatap Ariana dengan seksama.
“ Ada apa dengan Kaira? “
“ Sepertinya harus ada yang diluruskan tuan, beberapa staf sedang salah paham dengan kehadiran Kaira yang terlihat baik-baik saja bekerja dengan tuan Berlin. Mereka mengira jika Kaira dan tuan Berlin sudah bermain di luar pekerjaan dan sudah menjalin suatu hubungan. Dan itu sangat mengganggu saya tuan, sebenarnya apa alasan tuan merekomendasikan Kaira untuk menjadi sekretaris tuan Berlin? “ Ariana pun dengan tanpa ragu dan sangat terang-terangan menjelaskan situasi yang sedang terjadi.
“ Ahhh…pasti karena Berlin selama ini tidak pernah berkomunikasi dengan mereka, dan setelah Kaira datang, Kaira terlihat begitu akrab dengan Berlin. “ Ucap Devan yang membuat Ariana semakin bingung.
“ Apa memang Kaira ada hubungan dengan tuan Berlin? “ Tanya Ariana yang sudah amat sangat penasaran.
“ Bagaimana aku harus menjelaskannya, ini persoalan yang rumit, coba lihat foto yang aku berikan kepadamu, aku memotong foto itu. Dan ini foto full nya, aku mengambil gambar ini dari ruangan Berlin, Berlin memajang foto ini di meja kerjanya. “ Jawab Devan lalu menunjukkan foto pernikahan Berlin dan juga Sandara.
Ariana pun semakin tercengang lalu menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Ariana terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya itu.
“ Kaira istri tuan Berlin? “ Tanya Ariana dengan kedua mata yang sudah terbelalak.
“ Itu bukan foto Kaira, wanita itu adalah Sandara, mendiang istri Berlin yang tenggelam di tengah laut dan sampai sekarang tubuhnya belum ditemukan. “ Jelas Devan lalu Arian pun tampak semakin bingung.
“ Jadi maksud tuan Devan, kemungkinan Kaira adalah istri tuan Berlin yang tenggelam di tengah laut itu? “ Tanya Ariana dengan wajah yang sudah sangat kebingungan.
“ Aku belum begitu yakin, tetapi tidak mungkin ada seseorang yang benar-benar mirip kalau mereka tidak kembar. Sedangkan Sandara selama ini tidak memiliki saudara kembar. Sandara adalah adik tiri ku, dia putri ibu ku. Dan yang membuatku sangat yakin adalah, wajah dan suara Kaira sangat mirip bahkan terlihat sama dengan Sandara tidak ada perbedaan sedikit pun. “ Jelas Devan dengan detail kepada Ariana.
Ariana pun terdiam sejenak, lalu ia memperhatikan dengan seksama foto Sandara. Ariana juga tidak melihat ada perbedaan dari keduanya. Mereka benar-banar sama bukan mirip lagi.
“ Ariana…” Panggil Devan yang kemudian menyadarkan Ariana dari lamunannya.
__ADS_1
“ Apa kau bisa membantuku? “ Tanya Devan lalu memegang bahu Ariana.
“ Apa ini soal Kaira? Apa tuan ingin mencari tahu lebih tentang identitas Kaira? Saya berpikir bahwa ada kemungkinan besar jika Kaira adalah istri tuan Berlin. Mungkin saja Kaira hilang ingatan pasca tenggelam dan mungkin kepalanya terbentur, itu kemungkinan besar yang saya pikirkan tuan. “ Jawab Ariana yang langsung paham apa yang ingin disampaikan oleh Devan.
Dan Devan pun tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan oleh Ariana kepadanya itu. Devan sangat bisa mengandalkan Ariana, selama ini pekerjaan yang dilakukan Ariana tidak pernah mengecewakan.
“ Kau memang tidak pernah mengecewakanku Ariana. Aku percayakan semua kepada mu, segera cari tahu dan laporkan padaku, dan kalau perlu, kau bisa meminta data pribadi Kaira, karena Kaira belum memberikan berkas apapun. “ Ujar Devan lalu kembali duduk di kursinya.
Dan Ariana pun hanya mengangguk lalu kemudian ia pergi meninggalkan ruangan Devan. Ariana juga dengan segera meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Ariana memberikan alasan yang masuk akal kepada para staf.
Ariana mengatakan bahwa Kaira memang sangat ramah sehingga tuan Berlin tidak bisa mengabaikan keramahan Kaira. Dan mereka pun akhirnya mempercayai Ariana dan Talia yang menyebarkan rumor itu pun meminta maaf kepada Kaira.
......................
Satu minggu telah berlalu, Kaira juga sudah menyerahkan data diri dan juga berkas-berkas yang harus dipenuhinya sebagai karyawan perusahaan yang dikelola Berlin.
Namun semua data tersebut dipalsukan oleh Frans, dan karena Ariana adalah wanita yang cerdik, Arian pun memeriksa keaslian setiap berkas yang diberikan Kaira kepadanya.
“ Ternyata ini semua palsu. “ Gumam Ariana lalu kemudian dengan segera Ariana membawa berkas-berkas tersebut kepada Devan.
“ Tuan, semua berkas ini telah dipalsukan. “ Lapor Ariana kepada Devan, dan Devan pun langsung memeriksa semua berkas tersebut.
“ Sudah tidak bisa diragukan lagi, Kaira adalah Sandara, dan aku seratus persen yakin. Ariana, antarkan aku ke alamat Kaira. “ Pinta Devan lalu kemudian Ariana dan Devan pun segera bergegas mengunjungi rumah yang di tinggali Kaira.
Dan setelah sampai di rumah tersebut, Devan dan Ariana membunyikan bel, kemudian Natara membukakan pintu rumahnya.
“ Permisi nyonya, apa benar ini rumah Kaira? “ Tanya Devan dengan sopan.
“ Iya, tapi maaf, anda siapa? Dan ada keperluan apa mencari Kaira? “ Tanya Natara yang sedikit terkejut karena ada yang datang mencari Kaira.
“ Saya Devan, salah satu pemilik perusahaan yang saat ini Kaira sedang bekerja di perusahaan kami. “ Jelas Devan dan kemudian Natara sedikit lega karena Natara sempat khawatir jika masa lalu Kaira kembali, walaupun Natara tidak tahu bagaimana masa lalu Kaira, namun ia selalu saja waspada karena Natara tidak ingin Kaira mengingat masa lalu nya, Natara ingin jika Kaira tetap bersama-sama dengan putranya.
__ADS_1
“ Oh begitu, ada perlu apa tuan? Bukankah Kaira sedang bekerja saat ini?”
“Iya nyonya, kami hanya sedang survei saja, karena kami ingin meningkatkan kinerja karyawan kami dan memberikan karyawan kami hadiah jika mereka bisa melampaui target yang diberikan perusahaan, dan saya hanya ingin melihat-lihat saja kediaman Kaira. “ Jelas Devan yang membuat alasan tanpa berpikir terlebih dahulu.
Lalu Natara pun membiarkan Devan dan juga Ariana masuk kedalam rumahnya. Devan melihat-lihat seisi ruang tamu dan ia sangat terkejut ketika melihat foto Kaira bersama dengan laki-laki yang sudah tidak asing lagi baginya.
“ Frans…” Gumam Devan lalu mendekati foto yang dipajang di ruangan televisi.
Natara yang mendengarnya pun sedikit terkejut lalu menanyakan kepada Devan kenapa ia bisa mengenal putranya.
“ Apa kau mengenal Frans? “ Tanya Natara yang langsung melihat Devan dengan sangat penasaran, Ariana juga terlihat penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Devan.
“ Ya…dia mantan asisten saudaraku. “ Jawab Devan lalu Devan menjadi sangat yakin jika Kaira adalah Sandara.
“ Apa hubungan Frans dengan Kaira? “ Lanjut Devan yang kemudian menanyakan hubungan antara Kaira dan juga Frans.
“ Kaira adalah calon menantuku, Frans membawanya, saat itu Kaira sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, dia lumpuh dan hilang ingatan, lalu Frans merawatnya sampai sekarang Kaira sudah bisa kembali berjalan.” Jawab Natara yang mengira jika Devan pasti mengenal Frans cukup baik.
Kemudian Devan melihat ke arah Ariana dan kini Devan sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya selama ini. Devan merasa sangat bersyukur karena ternyata Sandara masih hidup dan saat ini Sandara ada tepat di dekat Berlin.
“ Apa Frans menceritakan kepadamu nyonya mengenai Kaira? Ataupun sesuatu tentang Kaira? “ Tanya Devan menyelidik.
“ Frans hanya bilang kepada ku jika Kaira hampir saja meninggal di tangan keluarganya sendiri, jadi Frans membawa Kaira kemari. “ Jawab Natara yang tidak sadar sudah menceritakan segalanya kepada Devan.
“ Terimakasih nyonya, kau selama ini pasti sangat kesulitan merawat Dara. Dan Frans, aku tidak tahu mengapa Frans menyembunyikan suatu kebenaran besar dari mu nyonya. Frans adalah mantan asisten saudaraku, dan Kaira adalah Sandara, dia istri saudara ku. Ternyata selama ini Frans yang sudah membawa lari istri mantan tuannya.” Jelas Devan yang membuat Natara terkejut lalu gula darah serta darah tingginya pun menjadi naik.
Natara memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing, serta lututnya yang sudah terasa mati rasa dan juga lemah. Natara pun memegangi sofa ruang tamunya dan jatuh terduduk, kemudian Devan dan juga Ariana pun langsung pergi meninggalkan rumah Frans.
Tidak lama kemudian Frans dan juga Kaira pun datang, Frans membuka pintu rumahnya dan terkejut ketika mendapati ibunya yang tengah menangis di depan ruangan televisi.
__ADS_1
Frans langsung menghampiri ibunya, dan Kaira pun juga ikut terkejut dan mengikuti langkah Frans yang kini sudah memegangi bahu ibunya itu. Kaira juga menjadi khawatir setelah melihat Natara yang sedang menangis terisak itu.