
...****************...
“ Lihatlah…” Ujar Kaira sambil memberikan kartu nama Ariana kepada Frans.
“ Apa ini? Ariana? Siapa dia? “ Tanya Frans berturut-turut sambil membolak-balikkan kartu nama tersebut.
“ Dia ingin aku bekerja di perusahaan tempatnya bekerja, dan karena perusahaannya sedang membutuhkan pegawai secepat nya. Dia memintaku untuk datang ke kantor itu besok. Dan aku langsung bisa bekerja di sana. Bagaimana menurutmu? Ah ya…dia juga mengatakan kalau persyaratan untuk melamar pekerjaan bisa diberikan menyusul. “ Jelas Kaira dengan detail kepada Frans.
Frans merasa ada sedikit yang mengganjal dan tidak beres, lalu ia meminta Kaira untuk menunggu sebentar, dan kemudian Frans langsung menghubungi nomor Ariana yang tertera pada kartu namanya.
“ Halo…apa betul ini nona Ariana Syu? “
“ Halo selamat malam, dari PT. BD bersaudara…iya betul, ada yang bisa saya bantu? Maaf dengan tuan siapa di sana? “
“ Frans, apakah betul nona Ariana menawarkan pekerjaan kepada kekasih saya yang bernama Kaira pagi ini? “
“ Baik tuan Frans, ya betul sekali…perusahaan kami sedang membutuhkan sekretaris secepatnya, dan ketika saya bertemu dengan nona Kaira. Nona Kaira memenuhi kriteria perusahaan kami. “
“ Ah begitu rupanya, baiklah terimakasih. “
“ Terimakasih kembali dan selamat malam. “
Dan Frans pun menutup panggilan teleponnya, ia masih merasakan keganjilan dan juga keanehan. Namun kata-kata Ariana sangat meyakinkan sehingga akhirnya Frans pun setuju jika mulai besok Kaira bekerja di perusahaan tersebut.
“ Baiklah, besok aku antar kau ke perusahaan itu. “ Ujar Frans kepada Kaira setelah ia mematikan teleponnya.
“ Benarkah? “ Tanya Kaira yang tampak senang karena Frans langsung menyetujuinya.
Frans pun mengangguk dan tersenyum tipis ke arah Kaira. Dan besok saat mengantar Kaira, Frans berencana untuk mencari tahu tentang perusahaan tersebut.
Dan keesokan harinya, Kaira sudah berdandan dengan sangat rapi. Lalu setelah menyelesaikan sarapannya mereka pun berangkat. Sebelum berangkat bekerja, seperti yang sudah di janjikan Frans semalam, Frans hari ini mengantar Kaira terlebih dahulu sekaligus ia juga ingin tahu tentang perusahaan yang secara cuma-cuma menerima Kaira bekerja sebagai sekretaris.
Setelah sampai di perusahaan tersebut, Kaira langsung menghubungi nomor Ariana dan memberitahu Ariana bahwa dirinya sudah sampai di lobi perusahaan.
Ariana pun langsung turun ke lobi dan menghampiri Kaira yang saat ini sedang bersama dengan Frans. Frans dari kejauhan pun terus memperhatikan Ariana yang kini tengah berjalan ke arah nya dan juga Kaira.
“ Selamat pagi…silahkan ikut dengan saya. “ Sapa Ariana lalu meminta Kaira untuk mengikutinya.
Lalu Kaira pun melepaskan genggamannya dari Frans dan langsung mengikuti langkah kaki Ariana. Frans pun tidak langsung pergi, ia masih sangat penasaran dengan perusahaan itu. Frans pun menghampiri seorang scurity dan menanyakan kepada scurity tersebut mengenai perusahaan tersebut.
__ADS_1
“ Permisi pak…” Sapa Frans dengan sopan, dan kemudian scurity tersebut berbalik ke arah Frans.
“ Iya tuan, ada yang bisa saya bantu? “ Tanya scurity tersebut.
“ Saya ingin bertanya mengenai perusahaan ini, apakah benar perusahaan ini sedang membutuhkan pegawai untuk menjadi sekretaris dari pemilik perusahaan? “ Tanya Frans yang langsung to the point dan tanpa basa-basi itu.
“ Memang perusahaan kami selalu membutuhkan pegawai setiap tahunnya, dan kalau untuk soal sekretaris, mungkin direktur utama kami membutuhkannya, karena selama ini beliau tidak memiliki sekretaris dan sekarang mungkin saja beliau ingin memiliki sekretaris untuk membantu pekerjaannya. “ Jelas scurity tersebut yang mengingat bahwa selama ini hanya Devan yang memiliki sekretaris, namun Berlin sama sekali tidak pernah mempunyai sekretaris pribadi.
Setelah puas mendengarkan penjelasan dari scurity tersebut Frans pun langsung pergi meninggalkan perusahaan yang dikelola Berlin itu. Sedangkan Kaira, Ariana membawa Kaira ke ruangan Devan.
Tok…tok…tok…
Ariana mengetuk pintu ruangan Devan, lalu Devan pun memintanya untuk masuk. Dan saat Ariana masuk bersama dengan Kaira, Devan langsung membelalakkan kedua mata nya. Devan benar-benar dibuat takjub dengan wajah Kaira yang begitu mirip dengan Sandara, bahkan sama sekali tidak ada perbedaan.
“ Tuan…ini Kaira, mulai hari ini Kaira yang akan menjadi sekretaris tuan Berlin. “ Ujar Ariana yang tidak mengetahui jika wajah Kaira sangat mirip dengan mendiang istri Berlin.
“ Ah ya…selamat Kaira, kau mulai hari ini mulai bekerja di perusahaan kami, semoga kau betah bekerja di perusahaan kami. “ Ujar Devan masih dengan wajah yang terheran-heran melihat kemiripan yang seratus persen sangat mirip itu.
“ Terimakasih tuan Berlin, mohon bimbingan tuan. “ Kaira mengira jika Devan adalah Berlin karena Ariana tadi sempat menyebutkan nama Berlin.
Devan dan juga Ariana pun sedikit menahan tawa, lalu kemudian Ariana meminta izin Devan untuk membawa Kaira ke ruangan Berlin dan memperkenalkan Kaira kepada Berlin sekretaris barunya itu.
“ Tidak Ariana, biar aku saja yang membawanya ke ruangan Berlin, kau lanjutkan saja pekerjaanmu. “ Devan pun menghentikan Ariana yang ingin membawa Kiara.
Lalu Ariana pun keluar dari ruangan Devan, dan saat Ariana keluar dari ruangan Devan, ada beberapa staf perusahaan yang menghampiri Ariana dan menanyakan soal kehadiran Kaira yang terlihat begitu di prioritaskan oleh Devan.
“ Ariana, siapa wanita itu? Dan mengapa tuan Devan terlihat begitu senang dan antusias menyambut kehadirannya. Apa dia orang penting? “ Tanya salah satu staf perusahaan tersebut yang melihat ekspresi Devan yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika Kaira masuk ke dalam ruangannya. Dan kebetulan pintu ruangan Devan tadi tidak di tutup.
“ Dia Kaira, wanita yang di rekomendasikan oleh tuan Devan untuk menjadi sekretarisnya tuan Berlin. “ Jelas Ariana kepada salah satu staf tersebut.
“ Sekretaris tuan Berlin? Kau serius? Apa dia sanggup menjadi sekretaris tuan Berlin? Tuan Berlin bahkan tidak pernah menyapa ataupun berbicara dengan pegawainya selama ini, dan yang selalu mewakili tuan Berlin adalah tuan Devan, bagaimana nanti cara mereka berkomunikasi? “ Tanya staf itu yang merasa jika Kaira tidak akan sanggup menghadapi sikap dingin Berlin.
Ariana hanya menaikkan kedua bahu nya lalu berlalu pergi meninggalkan para staf yang masih sibuk membicarakan soal Berlin dan juga kehadiran Kaira. Dan mereka juga merasa kasihan kepada Kaira karena harus menghadapi Berlin yang selama ini tidak pernah bersikap ramah kepada mereka.
Sedangkan Kaira, kini Devan membuka pintu ruangan Berlin dan membawa Kaira masuk ke dalam ruangan Berlin. Berlin tidak menghiraukan kehadiran Devan dan Berlin masih saja fokus menatap layar komputer yang ada di hadapannya itu.
“ Berlin, aku membawakan sekretaris baru untukmu, dia Kaira dan ini pengalaman pertama nya bekerja, semoga kau bisa cocok dengannya. “ Ujar Devan namun Berlin tetap saja diam dan tidak melihat ke arah Devan.
“ Kaira, kau langsung saja duduk di meja kerja yang sudah aku siapkan, meja nya ada di sebelah kanan meja Berlin. “ Devan pun mengantar Kaira duduk di meja kerja yang sengaja Devan siapkan di samping kanan meja Berlin. Devan sengaja tidak membuatkan ruangan untuk Kaira, ia ingin jika Berlin bisa secara intens bertemu dengan Kaira untuk membahas masalah pekerjaan maupun masalah yang lainnya.
__ADS_1
Dan saat Berlin ingin meminum kopi yang sudah di genggamnya, ia tidak sengaja melirik ke arah Devan dan juga Kaira, lalu karena Berlin sangat terkejut, ia sampai menjatuhkan cangkir kopinya hingga cangkir tersebut pecah.
Lalu kemudian Berlin beranjak dari duduknya dan ia menghampiri Devan dan juga Kaira. Pandangan matanya tidak bisa berpaling dari wajah Kaira yang sangat mirip dengan Sandara.
“ Dara? “
Kaira dan Devan pun hanya menatap Berlin yang semakin lama semakin dekat dengan mereka. Lalu kemudian Devan mengambil langkah maju dan menghentikan langkah Berlin yang saat itu ingin memeluk Kaira.
“ Berlin, sebentar…” Ujar Devan sambil memegangi tubuh Berlin.
“ Kenapa kau menghalangiku, aku sudah sangat merindukannya. “ Ujar Berlin yang mencoba melepaskan tangan Devan dari tubuh nya.
Kaira pun terlihat kebingungan melihat sikap Berlin dan juga Devan, ia hanya berdiri mematung sambil melihat Berlin dan juga Devan yang kini terlihat seperti sedang bertengkar.
“ Berlin, dengarkan aku…dia Kaira Yuwei, bukan Dara, tenangkan dirimu…jika kau seperti ini kau hanya membuatnya takut melihatmu. “ Bisik Devan tepat di telinga Berlin.
Lalu kemudian Berlin pun menghentikan sikapnya itu dan mulai kembali bersikap biasa, Berlin sesekali melirik ke arah Kaira dan memikirkan betapa miripnya wajah Kaira dan juga Sandara.
Dan setelah itu Devan pun kembali ke ruangannya dan hanya meninggalkan Berlin dan juga Kaira di ruangan Berlin. Berlin masih saja memperhatikan wajah Kaira dan menatap Kaira terus menerus.
Kaira yang menyadari bahwa dirinya sedang di tatap oleh Berlin itu pun merasa sedikit tidak nyaman dan juga risih dengan tatapan mata Berlin yang terus saja tertuju kepada nya.
“ Maaf tuan, apa ada sesuatu di wajah saya? Kenapa tuan dari tadi melihat ke arah saya? “ Tanya Kaira yang sudah sangat risih dengan tatapan Berlin tersebut.
“ Kau jangan salah paham, aku hanya ingin melihat kinerjamu. Apa kau tinggal dengan orang tuamu? “ Tanya Berlin yang mencoba menyelidiki latar belakang Kaira.
“ Tidak tuan, orang tua saya sudah lama meninggal, saya tinggal dengan ibu kekasih saya tuan. “ Jelas Kaira yang kemudian membuat suasana hati Berlin berubah karena mendengar jika Kaira sudah memiliki kekasih.
“ Sudah berapa lama kalian berpacaran? “ Tanya Berlin yang masih sangat penasaran dengan kehidupan Kaira.
“ Sepuluh tahun…” Jawab Kaira asal, Kaira sendiri bahkan tidak ingat berapa lama ia berpacaran dengan Frans.
Lalu Berlin pun berhenti bertanya dan kembali fokus kepada pekerjaan yang sudah menunggunya. Berlin mengerjakan pekerjaannya sambil sesekali mencuri-curi pandang dan memperhatikan Kaira yang sedari tadi sibuk mencetak beberapa file.
“ Bagaimana bisa suara dan wajahnya sangat mirip dengan Dara? “ Batin Berlin.
__ADS_1