Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#57


__ADS_3

...****************...


Tok...tok...tok...


Terdengar suara Kaira mengetuk pintu kamar Natara, lalu Frans dengan segera menghentikan percakapannya dengan ibunya itu. Frans beranjak dari duduk nya dan Kemudian membukakan pintu untuk Kaira.


" Aku bawakan air hangat dan bubur untuk ibu. " Ujar Kaira lalu memperlihatkan semangkuk bubur dan juga segelas air hangat.


" Apa kau yang membuat bubur? " Tanya Frans heran.


" Tentu saja bukan, aku tadi membelinya, kebetulan di ujung komplek ada pedagang bubur. Yasudah, aku masuk dulu Frans..." Jawab Kaira dan kemudian berjalan begitu saja melewati Frans yang kini masih berdiri di bibir pintu kamar Natara.


Dan setelah itu, Frans menutup kembali pintu kamar Natara, lalu Frans berjalan ke arah dapur. Ia melihat beberapa bahan makanan di dalam kulkas lalu tanpa membutuhkan waktu yang cukup lama, Frans pun langsung mengolah bahan makanan tersebut.


Setelah selesai memasak, Frans kembali menghampiri Kaira yang saat ini masih berada di kamar Natara.


" Sayang...kau pasti lapar, makan dulu...nanti kau boleh menemani ibu lagi. " Ujar Frans sambil membuka pintu kamar Natara.


" Sttt...!!! Kecilkan suara mu, ibu baru saja tertidur. Jangan sampai ibu nanti terbangun karena mendengar suara mu. " Kaira pun mengendap-endap sambil berbicara dengan Frans lirih.


Frans hanya mengangguk dan menunggu Kaira yang kini tengah berjalan perlahan menghampirinya. Dan ketika Kaira sudah dekat dengannya, Frans dengan segera meraih tangan Kaira dan keluar dari kamar Natara.


Frans masih menggandeng tangan Kaira sampai mereka berdua berada di dapur. Dan Kaira pun di buat takjub dengan hidangan yang sudah di sajikan oleh Frans untuknya itu.


" Wahhh...ini semua? " Tanya Kaira yang begitu takjub dengan Frans.


" Ya...coba lah..."

__ADS_1


" Aku saja tidak bisa membuat masakan seperti ini, bahkan untuk membuat bubur saja sulit, kau benar-benar luar biasa. Apa ibu yang mengajarimu? " Tanya Kaira yang tak henti-hentinya terkagum-kagum dengan makanan yang ada di depannya.


Frans hanya tersenyum lalu mengecup kepala Kaira, Frans sudah menduga reaksi apa yang akan di berikan Kaira. Dan benar saja dugaannya, Kaira benar-benar terlihat senang setelah melihat masakan buatannya.


" Sudah...berhenti menatap makanan mu, cepat makan dan beritahu aku bagaimana rasa masakan buatan ku. " Ujar Frans sambil menatap Kaira dengan tatapan lembut nya.


Lalu Kaira dengan wajah yang sudah terkagum-kagum itu pun langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya itu.


" Wah...kenapa ini enak sekali Frans...kau benar-benar...ajari aku..." Ujar Kaira lalu meminta Frans untuk mengajarinya memasak.


Frans pun seketika itu langsung tertawa, ia benar-benar senang melihat reaksi yang di berikan Kaira untuk nya. Dan berkat Kaira ia bisa sedikit lebih tenang dan tidak terlalu terbebani dengan kesulitan ekonomi yang sedang di hadapinya.


Lalu, tiba-tiba saja...di tengah kebahagian kecil mereka. Kaira tiba-tiba saja mengatakan sesuatu yang tidak terduga, dan itu cukup membuat Frans terkejut.


" Frans...sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakannya kepada mu, tapi aku selalu menunggu waktu yang tepat. Aku ingin bekerja Frans, aku ingin membantu mu dan ibu. Aku juga ingin memiliki pengalaman bekerja. Dan mungkin saja dengan bekerja aku bisa cepat pulih dan kembali mengingat mu. " Ujar Kaira yang membuat Frans langsung menghentikan aktivitas makan nya.


" Tidak...aku tidak mengizinkanmu. " Frans tanpa basa-basi langsung menolak apa yang baru saja di katakan oleh Kaira.


" Tidak...aku tidak mau...kau tidak perlu memikirkan kebutuhan mu, semua kebutuhan mu akan aku penuhi. " Frans pun dengan nada suara yang sudah berat kembali menolak keinginan Kaira tersebut.


Lalu Kaira terlihat murung, bahkan ia tidak menghabiskan makanannya. Kaira menatap Frans dengan kesal, lalu ia beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Frans, namun sesaat kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Frans.


" Jika kau tidak mengizinkannya, tidak masalah bagi ku...toh yang menjalani hidup adalah aku, aku akan tetap bekerja baik dengan seizin mu ataupun tanpa izin mu. " Ujar Kaira yang tetap pada pendiriannya.


" Kenapa kau sangat keras kepala? Apa kau tidak memikirkan perasaan ku? Bagaiman jika terjadi sesuatu saat kau bekerja? Aku hanya khawatir, dan seharusnya kau paham itu Kaira. " Frans pun mulai meninggikan suara nya.


__ADS_1


Dan Kaira pun semakin yakin dengan keputusannya, ia sama sekali tidak melihat ke arah Frans lagi, Kaira dengan segera berjalan meninggalkan Frans dan kemudian masuk ke dalam kamar nya.


" Kenapa Frans sulit sekali membiarkan ku bekerja? Apa aku ini tahanan? Aku hanya ingin membantunya..." Gumam Kaira sambil menutup pintu kamar nya dan menguncinya.


Sedangkan Frans, ia masih duduk sambil meneguk secangkir teh. Frans masih tidak habis pikir jika Kaira akan menginginkan hal seperti itu. Dan Frans juga tidak ingin membiarkan Kaira berkeliaran di luar sana tanpa pengawasan dari nya.


Lalu kemudian Frans pun beranjak dari duduk nya, ia berjalan menuju kamar Kaira. Lalu kemudian Frans mengetuk pintu kamar Kaira, namun Kaira yang sedang kesal dan juga marah kepada Frans itu tidak mau menjawab panggilan Frans dan ia juga tidak membukakan pintu kamar nya.


Lalu Frans pun mencoba untuk berpikir keras di depan pintu kamar Kaira. Ia menimbang-nimbang dan juga memperkirakan konsekuensi yang di dapatnya jika Kaira bekerja dan tidak dalam jangkauannya.


Frans juga memikirkan soal ekonomi yang tengah di alaminya, lalu dengan berat hati, Frans pun akhirnya memutuskan untuk mengizinkan Kaira mencari pekerjaan, dengan syarat...Kaira tidak boleh bekerja sampai tengah malam, dan kalau bisa tempat bekerjanya tidak jauh dari rumah.


" Baiklah...aku mengizinkanmu bekerja..." Ujar Frans lalu dengan cepat Kaira langsung membukakan pintu kamar nya.


" Benarkah? Aaaahhh...terimakasih Frans, aku tau kau pasti akan mengizinkanku. " Pekik Kaira lalau memeluk tubuh Frans.


" Tapi dengan satu syarat...jangan pulang malam-malam dan cari tempat bekerja yang tidak jauh dari rumah. Bagaimana? "


" Baiklah..." Ujar Kaira lalu tersenyum lebar di hadapan Frans.



Frans pun tak kuasa melihat senyuman indah yang mengembang di bibir manis Kaira, ia pun kembali memeluk Kaira lalu mencium kening Kaira.


" Hentikan senyummu itu..."


" Kenapa? " Tanya Kaira lalu mendongakkan kepalanya dengan tubuh yang masih dalam pelukan Frans.

__ADS_1


" Aku takut jika aku tidak bisa menahannya dan aku semakin ingin mencium bibir manis mu itu. " Jawab Frans lalu menatap Kaira tajam.


Kaira pun langsung menenggelamkan wajah nya di pelukan Frans. Ia tidak ingin Frans melakukan hal seperti itu dengannya, wajahnya pun menjadi memerah. Lalu Kaira melepaskan pelukannya dari Frans dan kemudian ia masuk kembali ke dalam kamar nya dan kembali menutup rapat pintu kamar nya.


__ADS_2