
...****************...
" Apa kau merindukan ku? " Tanya Frans dengan senyuman mengembang di wajah nya.
" Sangat..." Jawab Sandara dan kembali memeluk tubuh Frans.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah Frans yang terlihat cukup sederhana itu. Frans menghampiri ibu nya dan kemudian memeluk ibu nya yang kini tengah sibuk memasak untuk Frans.
Setelah beberapa waktu, dan kini Frans juga sudah membersihkan tubuh nya. Mereka pun segera berkumpul di meja makan dan menyantap makanan yang sudah di buat oleh Natara.
Saat ini hanya Natara yang Frans miliki, karena ayahnya sudah lama meninggal. Sedangkan Kaira, yang tak lain adalah Sandara. Kaira mengira jika kedua orang tua nya sudah lama meninggal dan selama ini ia hidup bersama dengan Frans dan juga ibu nya.
Kaira benar-benar sudah tidak bisa mengingat bagaimana masa lalu nya itu. Semua kenangan pahit sudah terlupakan. Kaira kini sudah menjadi wanita yang sangat manis dan penuh keceriaan.
Selama beberapa tahun ini, Kaira hanya merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari Frans dan juga ibu nya. Ia bahkan tidak pernah menanyakan bagaimana masa lalunya dahulu.
" Frans, bagaimana kalau besok kita pergi ke pantai. " Usul Kaira yang sangat ingin melihat keindahan pantai.
Frans pun terdiam, selama ini Frans tidak pernah membawa Kaira ke pantai. Frans takut jika Kaira mengingat bagaimana dulu Remon membuangnya ke tengah laut. Ketakutan Frans amatlah besar.
" Frans..." Panggil Kaira lagi yang masih menunggu jawaban dari Frans.
" Apa kau sangat ingin melihat pemandangan di pantai? " Tanya Frans dengan wajah yang mulai sedikit khawatir.
" Ya...aku sangat ingin melihatnya, aku juga sudah sering melihatnya di internet. Dan itu terlihat sangat indah, kau sudah berjanji kepadaku, jika aku bisa sembuh dan kembali berjalan, kau akan membawa ku ke pantai. Apa kau ingat Frans? " Jawab Kaira lalu mengungkit soal Frans yang saat itu sempat menjanjikan hal tersebut kepada Kaira.
" Tapi kau belum lama ini bisa berjalan, dan di pantai terlalu licin...mungkin nanti kalau kau sudah benar-benar memungkinkan untuk ke pantai. Aku akan membawamu ke sana. Bagaimana? " Usul Frans yang mencoba membujuk Kaira agar Kaira tidak terus mendesaknya untuk pergi ke pantai.
Kaira terlihat sedikit kecewa, lalu ia menatap Frans dengan ekspresi memohon, namun jawaban Frans tetaplah tidak. Dan Kaira pun mau tidak mau akhirnya menyerah akan keinginannya itu.
__ADS_1
" Baiklah, tapi aku tidak ingin ke taman bermain...aku bosan...bagaimana kalau kita ke pusat perbelanjaan di kota, atau kita ke gedung-gedung besar yang ada di sana, kalau tidak salah mall namanya. Aku juga mencarinya di internet, mereka juga memiliki banyak layar besar untuk di tonton. " Ujar Kaira dengan mata yang sudah berbinar-binar karena terlalu senang memikirkan hal yang akan dilakukannya nanti.
" Setuju..." Ujar Frans lalu tersenyum lembut ke arah Kaira.
Dan mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan penuh canda dan tawa. Frans berharap kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya tanpa ada kesedihan. Dan jika mereka harus meneteskan air mata, Frans ingin meneteskan air mata kebahagiaan untuk keluarga kecil mereka.
" Kaira...jangan berhenti untuk tersenyum, senyuman mu adalah sumber kekuatan ku. " Ujar Frans yang tiba-tiba saja mengubah suasana yang awalnya ceria menjadi mellow.
Kaira pun menjadi terdiam dan menatap Frans begitu dalam. Kaira memang merasa nyaman, senang bersama dengan Frans, namun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Kaira juga merasakan sedikit kekosongan, namun Kaira tidak berani menunjukkannya kepada Frans, ia takut jika Frans akan mengkhawatirkan nya nantinya.
" Frans...kau selalu saja merubah suasana yang ceria ini. " Tegur Natara yang tidak ingin melihat Kaira meneteskan air mata nya karena kata-kata Frans yang sangat dalam itu.
" Aku hanya ingin melihat nya bahagia ibu, tidak lebih...Kaira...biarkan aku membahagiakan mu. " Ujar Frans lagi lalu menggenggam tangan Kaira.
" Selama ini kau sudah lebih dari cukup membuatku bahagia. Dan aku tidak tau bagaimana harus mengucapkan rasa terimakasih ku kepada mu Frans. Kau bahkan sangat mencintai ku, namun aku sama sekali tidak bisa mengingat kenangan-kenangan manis kita. Maafkan aku yang selama ini belum bisa membuka seluruh perasaanku terhadap mu. " Ucap Kaira di tengah air mata yang terus mengalir di pipi nya.
" Tidak apa-apa, perlahan-lahan saja...aku tau ini sulit bagimu. Di saat kau terbangun dari koma mu kau hilang ingatan dan tidak mengenaliku, aku bisa memaklumi perasaanmu...aku bisa menunggu mu memberikan seluruh perasaanmu itu kepada ku. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. " Ujar Frans sambil menepuk-nepuk punggung Kaira dengan lembut.
Natara yang melihat dan menjadi saksi kisah cinta putra nya itu pun ikut tenggelam dalam kesedihan dan ia juga meneteskan air mata. Ia hanya ingin melihat putra satu-satunya bahagia bersama orang yang dicintainya. Dan Natara pun selalu berdoa supaya Kaira tidak akan pernah mengingat masa lalu nya itu untuk seumur hidupnya.
Memang terdengar kejam, tetapi Natara tau kalau itu yang terbaik untuk putranya dan juga Kaira.
" Sudah...berhenti lah menangis...kau harus memberikan senyuman mu yang sangat cantik itu. Jangan memberiku air mata, apa kau ingin mencari udara segar? " Tanya Frans lalu Kaira pun mengangguk menyetujui ajakan Frans.
Dan akhirnya setelah makan siang, mereka pun keluar untuk mencari udara segar. Siang ini cuacanya tidak terlalu terik, ada sedikit awan hitam yang menutupi matahari. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menyusuri jalan setapak.
Hingga mereka berhenti tepat di sebuah kedai kopi. Lalu Frans dan Kaira masuk kedalam kedai tersebut dan menikmati secangkir latte bersama.
__ADS_1
" Sangat indah..." Ujar Kaira lalu melihat ke sekeliling nya.
" Apa kau senang? "
" Hmmm "
" Beri aku senyuman indah mu. " Pinta Frans dan kemudian Kaira dengan cepat mengabulkannya.
......................
Dan di tempat lain...
Sudah berjalan hampir dua setengah tahun, dan kini perusahaan tekstil yang di kelola oleh Berlin dan juga Devan pun sudah menjadi perusahaan yang cukup besar.
Kinerja mereka berdua sudah tidak bisa diragukan lagi. Dengan usaha dan kerja keras yang mereka lakukan, kini mereka bisa menjadi pengusaha yang sukses, dan kini sudah memiliki ribuan karyawan di perusahaan nya.
Bahkan Berlin juga membangun pabrik-pabrik di beberapa kota. Mereka benar-benar sudah menjalankan segalanya sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
" Berlin, pekerjaan kita hari ini sudah selesai, pulanglah jangan bermalam di kantor lagi, tidak baik untuk kesehatan mu. " Ujar Devan yang mengingatkan Berlin supaya beristirahat sebagaimana mestinya.
Namun seperti biasa Berlin selalu saja tidak menghiraukan apa yang dikatakan Devan. Berlin selalu saja berusaha menyibukkan dirinya karena ia ingin melupakan Sandara, ia selalu menghabiskan harinya di kantor dan selalu meminum alkohol setiap kali ingin beristirahat atau membuat pikirannya tenang tanpa bayang-bayang Sandara.
Jangan lupa like comment and vote ya ❤️❤️
Klik tombol favorit juga ya ❤️❤️❤️
__ADS_1