Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#62


__ADS_3

...****************...


Sedangkan Kaira, ia langsung pulang bersama dengan Frans. Kaira masuk ke dalam mobil Frans, dan kemudian Frans langsung melajukan mobil nya. Kaira terlihat sedikit lelah, dan Kaira juga menatap Frans dengan tatapan mata yang sudah sayu.


“ Apa sangat melelahkan? Sepertinya kau terlihat sangat lelah. “ Tanya Frans yang terus saja memperhatikan raut wajah Kaira.


“ Tidak terlalu lelah, hanya saja ini pertama kali nya aku bekerja dan mungkin tubuhku belum terbiasa. “ Jawab Kaira lalu tersenyum ke arah Frans.


“ Mau langsung pulang atau makan di luar? “


“ Makan di luar saja, lagipula kondisi ibu juga belum benar-benar pulih, pasti ibu juga tidak memasak.” Jawab Kaira lalu Frans pun menghentikan mobilnya di sebuah restoran.


Mereka berdua pun makan di sebuah restoran siap saji. Frans dan Kaira menghabiskan waktu selama satu jam di restoran siap saji tersebut. Dan setelah itu mereka pun kembali ke mobil dan lanjut untuk kembali pulang.


Dan keesokan harinya, Kaira yang sudah rapi pun segera menghampiri Natara dan juga Frans yang kini sudah berada di ruang makan untuk sarapan bersama-sama.


“ Wahh, ibu sudah memasak? Ibu sudah membaik? “ Tanya Kaira yang melihat sudah banyak berbagai lauk buatan Natara di atas meja makan.


“ Iya, kondisi ibu sudah membaik Kaira…cepatlah makan sarapan mu, ibu juga sudah membuatkan bekal untuk kalian berdua. “ Seru Natara sambil meletakkan kotak makan di samping Kaira dan juga Frans.


“ Kenapa ibu harus repot-repot begini? Aku bisa beli makanan di luar bu. Ibu harus banyak beristirahat, jangan sampai kelelahan. “ Ucap Kaira yang masih mengkhawatirkan keadaan Natara yang terlihat masih sedikit pucat.


“ Ibu tidak apa-apa, ibu malah jauh lebih baik kalau melakukan sesuatu untuk kalian.”


Dan Kaira pun memeluk Natara sambil mengembangkan senyumannya. Kaira selalu bersyukur karena memiliki keluarga kecil yang menyayangi nya. Walaupun Kaira belum mengingat hal-hal yang telah dilupakannya, namun Kaira selalu berpikir bahwa memang kehidupannya pasti dipenuhi kasih sayang seperti saat ini.


“ Aku sangat senang menjadi salah satu bagian dari keluarga ini. “ Ujar Kaira yang secara tiba-tiba itu.


Frans pun menghentikan aktivitas makannya dan kemudian menatap Kaira. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat Kaira mengingat segalanya, walaupun dokter berkata jika Kaira tidak akan mengingat masa lalu nya lagi, namun tidak menutup kemungkinan jika suatu saat ia bisa mengingat segalanya.


“ Cepatlah makan sarapan mu, jangan sampai kau terlambat di hari kedua mu bekerja. “ Perintah Frans yang tidak ingin mendengarkan kelanjutan ucapan yang akan dikatakan Kaira.


Kaira hanya mengangguk lalu menghabiskan sarapannya, setelah usai Kaira dan Frans pun berpamitan kepada Natara dan membawa bekal mereka.

__ADS_1


Sesampainya di kantor, Kaira yang sudah mulai paham dengan tata cara kerja di perusahaan Berlin pun sudah mulai terbiasa. Kaira juga dengan cepat sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan beberapa staf yang bekerja di perusahaan Berlin tersebut.


“ Kaira? “ Panggil seorang wanita yang kini tengah berjalan ke arah Kaira yang sedang menyeduh kopi di pantry kantor nya itu.


“ Ya…” Jawab Kaira lalu menoleh ke arah wanita tersebut.


“ Hai…bagaimana perasaanmu selama dua hari ini? “ Tanya wanita itu lalu kemudian wanita itu juga menyeduh kopi di samping Kaira.


“ Perasaanku? Hmmmpp…biasa saja. “ Jawab Kaira yang memang biasa saja dan ia juga tidak terlalu terbebani dengan beberapa pekerjaan yang diberikan Berlin kepadanya.


“ Biasa saja? Benarkah? Ahh ya aku lupa, aku Talia Lim…senang berkenalan dengan mu. “ Tanya Talia lalu kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Kaira. Kaira pun menjabat tangan Talia dan kemudian tersenyum ke arah Talia.


“ Kau di bagian apa Talia? “ Tanya Kaira yang ingin tau posisi Talia di perusahaan.


“ Aku di bagian pemasaran…oh ya? Kau bilang tadi biasa saja, apa tuan Berlin berbicara dengan mu? “ Tanya Talia yang cukup penasaran karena selama ini Berlin tidak pernah mengeluarkan sepatah kata pun kepada para pegawainya.


Kaira hanya mengangguk lalu menatap Talia dengan heran, Kaira tidak tahu kenapa Talia bertanya seperti itu kepada nya, dan itu membuat Kaira berpikir jika Talia terlihat tidak menyukai Berlin.


“ Tuan Berlin itu seperti batu, dan terlihat sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain, kecuali tuan Devan. Selama aku bekerja di perusahaan ini, aku tidak pernah melihat tuan Berlin berbicara dengan pegawainya. “ Jelas Talia yang juga cukup heran dengan jawaban Kaira yang mengatakan dirinya berbicara dengan Berlin.


“ Benarkah? Tetapi sepertinya tuan Berlin tidak seperti itu. Dia ramah dan juga sangat baik. Kemarin saja tuan Berlin memintaku untuk memesankan makanan dan dia juga yang membayarnya. “ Jelas Kaira dan kemudian ekspresi yang diberikan Talia terlihat dengan jelas jika Talia tidak mempercayai perkataan Kaira.


“ Ayolah…jujur saja, tidak mungkin tuan Berlin seperti itu. Pasti suasananya sangat canggung di dalam ruangan tuan Berlin. “ Elak Talia yang benar-benar tidak mempercayai apa yang baru saja di katakan Kaira.


Lalu Kaira hanya bisa tersenyum samar sambil menatap Talia dengan tatapan bingung. Kaira tidak tahu kalau semua pegawai memiliki pendapat tentang Berlin seperti itu.


“ Kau boleh tidak percaya dengan perkataanku, tapi aku tidak berbohong, kalau begitu aku kembali ke ruangan tuan Berlin ya…” Ujar Kaira lalu kemudian Kaira berjalan meninggalkan Talia yang masih berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang masih terlihat tidak percaya kepada Kaira.


“ Apa mereka mungkin memiliki hubungan khusus sebelumnya, dan mungkin itu sebabnya tuan Devan merekomendasikan Kaira untuk menjadi sekretaris tuan Berlin. Ya…itu mungkin saja. “ Gumam Talia lalu kembali ke ruangannya dan kembali membicarakan soal perbincangannya dengan Kaira kepada teman-teman karyawannya yang lainnya.


Dan kemudian Kaira dan Berlin pun menjadi perbincangan hangat, hampir semua staf membicarakan Kaira dan juga Berlin, itu semua berawal dari Talia yang tidak bisa mengontrol dugaannya dan akhirnya asal menyimpulkan dan berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.


Setiap Kaira berjalan dan melewati ruang pemasaran dan juga ruangan staf lainnya, pasti pandangan mata para staf tidak biasa dan melihat Kaira seakan Kaira adalah tersangka kejahatan.

__ADS_1


“ Kenapa semua orang menatapku seperti itu? “ Batin Kaira.


Dan akhirnya Kaira pun berjalan dengan menundukkan kepalanya. Kaira tidak terbiasa dengan tatapan mata yang ditujukan kepadanya itu. Ia merasa semua orang seperti tidak menyukainya, lalu saat Kaira sedang berjalan ke toilet, Kaira berpapasan dengan Ariana.


Dan Kaira pun mengambil kesempatan untuk bertanya mengenai para staf yang melihatnya dengan tidak biasa itu kepada Ariana.


“ Nona Ariana…maaf, apa aku boleh meminta waktumu sebentar saja? “ Tanya Kaira yang terlihat sedikit ragu-ragu untuk bertanya namun ia tetap bertanya kepada Ariana.


“ Ada apa Kaira? “ Ariana dengan ramah kembali bertanya kepada Kaira.


“ Apa ada sesuatu yang salah dengan ku selama aku bekerja di sini nona? Sepertinya para pegawai yang lainnya tidak menyukai ku. “ Keluh Kaira dengan wajah yang sudah agak murung.


“ Kau tidak melakukan kesalahan apapun, coba nanti aku tanyakan, kau tidak perlu khawatir, fokus saja bekerja, biar aku yang mencari tahu nanti. “ Ucap Ariana dan kemudian Kaira terlihat lega mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ariana.


Dan setelah dari toilet, Kaira pun kembali ke ruangan Berlin, sedangkan Ariana, seperti apa katanya tadi, Ariana pun mencari tahu mengenai apa yang terjadi dengan para staf sehingga Kaira menanyakan hal tersebut.


“ Naina…” Panggil Ariana kepada salah satu staf yang kebetulan bersahabat dengannya.


“ Ada apa? “


“ Apa ada sesuatu yang terjadi yang aku tidak ketahui? Kenapa sepertinya para staf tidak terlalu senang dengan Kaira? “ Tanya Ariana yang langsung membicarakan inti permasalahan yang ingin ditanyakan nya.


“ Ah soal sekretaris baru itu? Apa kau tidak tahu? Kau kan yang paling dekat dengan tuan Devan. “


“ Apa maksud mu? “ Ariana pun terlihat kebingungan dan tidak mengerti dengan maksud perkataan Naina.


“ Tadi pagi Talia sempat berbicara dengan Kaira, dan Talia bilang, sepertinya Kaira dan tuan Berlin memiliki hubungan khusus selain pekerjaan, jadi itu sebabnya tuan Devan merekomendasikannya. Mungkin saja Kaira sudah memberikan tubuh nya untuk tuan Berlin, sehingga tuan Berlin bersikap lunak kepada nya. “ Jelas Naina yang kemudian membuat Ariana sedikit tercengang karena Ariana tahu jika Kaira bukanlah gadis seperti itu. Dan Ariana juga yang mencari informasi soal Kaira sebelum Kaira menjadi sekretaris Berlin.


“ Tdak-tidak, kalian salah menduga, Kaira tidak seperti itu, tuan Devan memang mengutusku namun itu semua tanpa sepengetahuan tuan Berlin. “ Jelas Ariana yang menepis semua tanggapan buruk yang diarahkan kepada Kaira.


“ Tapi kau kan tidak mengantar Kaira sampai ke ruangan tuan Berlin, kau bilang tuan Devan yang mengantarnya. Dan besar kemungkinan apa yang dikatakan Talia ada benarnya, apa kau sama sekali tidak mencurigai nya? “ Tanya Naina yang kemudian membuat Ariana menjadi berpikir lagi.


Lalu Ariana pun menyudahi perbincangannya, dan kemudian ia dengan segera mendatangi ruangan Devan. Dan Ariana memberanikan dirinya untuk menanyakan persoalan Kaira kepada Devan.

__ADS_1


__ADS_2