Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#66


__ADS_3

...****************...


Berlin pun terdiam dan tertunduk, ia merasa senang karena sudah mengetahui kenyataan bahwa Sandara masih hidup. Di sisi lain dirinya juga sangat kesal dan juga marah ketika tahu bahwa Frans lah yang sudah menyembunyikan Sandara selama ini.


“ Ada apa tuan? Kenapa tuan terlihat begitu sedih? “ Tanya Kaira yang sedari tadi mengamati gerak-gerik dan juga ekspresi yang diberikan oleh Berlin.


Berlin Pun langsung mendongakkan kepalanya dan kemudian ia menatap Kaira dengan tatapan tajam nya. Berlin seperti sedang bermimpi ketika melihat wajah Kaira yang begitu mirip dengan Sandara. Dan kini mimpinya itu sudah menjadi kenyataan, wajah yang sedang di tatapnya itu memang benar Sandara dan bukan orang lain.


“ Kaira…apa kau benar-benar tidak mengenali dirimu? “ Tanya Berlin lagi yang berharap Kaira bisa mengingatnya.


Kaira hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Berlin dengan tatapan heran. Lalu Kaira yang juga sangat ingin mengetahui identitas dirinya itu pun langsung melontarkan pertanyaan kepada Berlin, dan pertanyaan itu membuat Berlin cukup terkejut dan tidak menyangka Kaira akan menanyakan hal seperti itu kepada dirinya.


“ Tuan Berlin, boleh saya juga bertanya sesuatu yang pribadi? “


“ Tanyakan saja, aku akan menjawabnya. “


“ Semalam, saya mendengar percakapan Frans dan juga ibunya, dia mengatakan bahwa saya adalah istri dari seseorang yang dikenalnya. Dan Ibu mengatakan bahwa tuan Devan menemuinya dan tuan Devan datang untuk mencari kebenaran tentang saya. Apakah tuan Devan meminta tuan Berlin untuk menanyakan hal pribadi saya? Kenapa tuan Devan tidak bertanya langsung saja dengan saya? Apa tuan Devan masih menganggap saya sebagai istrinya? Mengapa selama ini dia tidak pernah mencari keberadaan saya? “ Tanya Kaira dengan wajah yang sudah sangat serius dan juga bersungguh-sungguh dengan perkataannya itu.


Berlin yang tercengang dengan pertanyaan Kaira itu pun sampai tidak bisa berkata-kata. Ia tidak menyangka jika Kaira akan salah paham dan mengira bahwa Devan lah suami nya. Berlin pun bingung bagaimana caranya ia harus memberitahu Kaira jika dirinya lah suami nya.


“ Kenapa tuan diam saja? “ Tanya Kaira lagi.


“ Apa kau tadi ingin meminum kopi dengan Devan karena alasan ini? “ Tanya Berlin yang kini terlihat sedih karena Kaira mengira Devan adalah suaminya.


“ Iya tuan, dan tuan Berlin sebagai saudaranya seharusnya lebih peka, dan tuan juga seharusnya memberikan saya waktu agar saya bisa mengetahui seperti apa suami saya. Saya tidak bisa menerima segalanya dengan mudah, semua butuh proses, walaupun tuan Devan adalah suami saya, tapi saya tetap tidak bisa langsung memperlakukannya seperti suami saya. Semua ini masih terasa tidak nyata bagi saya. “ Ujar Kaira yang membuat Berlin semakin tercengang.


“ Kaira, saat kau mengetahui kebenaran dan kau tahu Frans telah membohongimu, apa yang terjadi kepadamu? “ Tanya Berlin dengan hati-hati sebelum ia memberitahu Kaira bahwa dirinya lah suami Kaira yang sebenarnya.


“ Tentu saja saya sangat kecewa dengan Frans, tetapi saya tidak bisa membencinya. Biar bagaimanapun Frans lah yang sudah merawat saya selama ini, dan berkat Frans juga saya bisa kembali berjalan dan mendapat kehidupan yang layak. “ Jawab Kaira dengan sangat lugas dan juga terang-terangan.


“ Apa kau baik-baik saja dengan semua kebenaran yang ada? “ Tanya Berlin lagi untuk memastikan kalau Kaira akan baik-baik saja setelah ia menceritakan kebenaran yang sesungguhnya kepada Kaira.

__ADS_1


“ Ya…saya baik-baik saja tuan…apa tuan Berlin akan membantu saya dan memberitahu saya kebenaran yang sebenarnya? “ Tanya Kaira yang berharap jika Berlin mau menceritakan kebenaran yang sebenar-benarnya kepadanya tanpa adanya lagi kebohongan.


Lalu kemudian, Berlin meraih bingkai foto yang tadi di tutup nya dan kemudian Berlin memberikan bingkai foto pernikahannya itu kepada Kaira. Dan saat Kaira melihat bingkai foto itu, Kaira sangat terkejut sampai ia membelalakkan kedua matanya.


“ Kau adalah istri ku, Sandara Wang…” Ujar Berlin, lalu Kaira pun menjatuhkan bingkai foto tersebut karena terkejut mendengar ucapan Berlin.


Lalu Kaira menatap Berlin dengan wajah nya yang sudah tampak kebingungan. Jantungnya kini berdetak begitu cepat, ia juga merasakan sesak di dadanya. Kaira berusaha untuk mencerna semua kebenaran yang sangat tiba-tiba itu. Kaira juga berusaha keras untuk kembali mengingat segalanya, namun usahanya itu malah membuat kepalanya terasa sangat sakit.


Telinga Kaira pun berdengung, dan dengan segera Kaira menutup kedua telinganya dan memejamkan matanya. Berlin yang melihat respons yang diberikan Kaira seperti itu pun langsung menghampiri Kaira dan memegangi tubuh Kaira.


“ Apa kau baik-baik saja? “ Tanya Berlin yang kini mengkhawatirkan keadaan Kaira.


Lalu Kaira membuka mata nya dan kemudian Berlin menuntunnya untuk duduk di sofa ruangannya. Berlin juga dengan sigap mengambilkan air putih untuk Kaira.


“ Minumlah…” Perintah Berlin yang sudah memberikan segelas air putih kepada Kaira.


Kaira pun langsung meneguk air tersebut dan setelah itu Kaira mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia menarik nafas dalam dan kemudian ia kembali melihat ke arah Berlin yang saat ini tepat berada di sampingnya.


“ Apa kau baik-baik saja? Apa kau perlu memeriksakan kondisimu ke rumah sakit? “ Tanya Berlin yang teramat khawatir dengan Kaira.


Dan Kaira hanya menggelengkan kepalanya, tubuhnya terasa semakin lemas, bahkan sendi-sendinya seperti tidak bisa digerakkan. Lalu Kaira mengepal-ngepalkan kedua tangannya dan mencoba untuk terus membuat dirinya tenang dan tidak tegang.


“ Apa yang terjadi? Kenapa tubuh ku begitu lemas? Apa aku terlalu terkejut? “ Batin Kaira.



Kaira terus menarik nafas panjang dan terus mencoba untuk menenangkan pikirannya. Namun tiba-tiba saja matanya seperti melihat banyak kunang-kunang yang menghampirinya, dan…Kaira pun tidak sadarkan diri tepat di samping Berlin.


“ Kaira? Ada apa denganmu? “ Tanya Berlin yang kini mengguncang-guncangkan tubuh Kaira yang sudah tidak sadarkan diri di pelukannya itu.


Karena Berlin sudah sangat khawatir, tanpa berpikir panjang lagi Berlin langsung menggendong Kaira dan membawanya ke mobil nya. Saat Berlin keluar dari ruangannya sambil menggendong Kaira, para staf yang sedang bekerja pun sampai terkejut dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan kaira sehingga Berlin terlihat tampak panik sambil menggendong Kaira.

__ADS_1


Ariana yang melihatnya itu pun langsung berlari keruangan Devan, dan memberitahu Devan apa yang baru saja dilihatnya. Devan pun juga menjadi panik dan kemudian berlari untuk mengejar Berlin yang saat ini sedang menuju tempat parkir.


Sesampainya di tempat parkir, Devan segera mencari mobil Berlin dan kebetulan Berlin sudah berada di dalamnya. Devan mengetuk jendela mobil Berlin dan kemudian Devan meminta Berlin supaya menemani Kaira duduk di belakang.


“ Kau jaga Kaira, biar aku yang menyetir. “ Perintah Devan dan kemudian Berlin pun menurutinya.


Setelah sampai di rumah sakit dan juga kondisi Kaira sudah di cek oleh dokter, dokter pun memberitahu Berlin bahwa Kaira hanya mengalami syok, dan itu tidak terlalu berbahaya, namun karena sebelumnya kondisi saraf Kaira lemah, jadi Kaira merasakan lemas pada tubuhnya. Dan itu memang salah satu efek samping yang sering terjadi pada pasien seperti Kaira.


Berlin yang mendengar bahwa tidak ada yang terlalu serius dengan Kaira pun merasa lega. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Kaira, mengingat bahwa apa yang dialami Kaira benar-benar tidak biasa selama ini.


“ Bagaimana? Apa yang dikatakan dokter? “ Tanya Devan yang juga mengkhawatirkan Kaira.


“ Dia baik-baik saja, Kaira hanya syok…” Jawab Berlin lalu kemudian masuk ke dalam IGD.


“ Apa yang terjadi? Apa kau sudah memberitahu Kaira jika dia adalah Sandara? “ Tanya Devan yang menduga jika Berlin sudah memberitahukan soal kebenarannya kepada Kaira.


“ Dia sudah tahu jika Frans membohonginya, dan sebenarnya dia salah paham ketika mendengarkan percakapan antara Frans dan ibunya. Dia mengira jika kau adalah suaminya. “ Jawab Berlin dan kemudian Devan pun menjadi terkejut karena mengetahui jika Kaira menganggapnya sebagai suaminya.



“ Benarkah? Wahhh aku jadi merinding mendengarnya, bagaimana bisa Kaira mengira bahwa aku lah suaminya. Benar-benar membuat bulu kuduk ku berdiri. Tapi…apa kau sudah memberitahunya bahwa kau lah suaminya? “


“ Iya, aku sudah memberitahunya, dan itu sebab nya Kaira menjadi sangat terkejut.”


Lalu ditengah percakapan Berlin dan juga Devan, Kaira pun tersadar dan kemudian membuka kedua matanya. Ia melihat ke arah Berlin dan juga Devan secara bergantian.


“ Dimana ini? “ Tanya Kaira sambil memegangi kepalanya.


“ Jangan terlalu banyak bergerak, kau sedang di rumah sakit. “ Jawab Berlin kemudian membelai lembut rambut Kaira, dan Kaira yang tidak terbiasa dengan perlakuan Berlin itu pun langsung menggeser kepalanya dan menjauhkan kepalanya dari tangan Berlin.


“ Apa kau sangat kecewa mengetahui bahwa aku lah suami mu? “ Tanya Berlin yang sedikit tersinggung karena Kaira mencoba menghindari tangannya.

__ADS_1


“ Maaf tuan, saya hanya masih belum terbiasa. “ Jawab Kaira, dan kemudian Berlin pun memahami alasan Kaira bertindak seperti itu terhadapnya.


__ADS_2