Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#64


__ADS_3

...****************...


“ Ada apa ibu? Apa yang terjadi? Apa ibu sakit? “ Tanya Frans beruntun namun Natara masih saja menangis. 


“ Ibu…apa yang terjadi? Kenapa ibu menangis seperti ini? “ Tanya Kaira yang juga menjadi khawatir dengan Natara.


“ Frans, kenapa kau membohongi ibu? Kenapa kau membawa pergi istri orang? “ Ujar Natara yang kemudian mempertanyakan apa yang sudah dilakukan oleh Frans. 


Frans yang sudah langsung mengerti dengan maksud ibu nya itu pun langsung menatap Kaira dan kemudian Frans meminta Kaira untuk masuk ke dalam kamar nya.


“ Kaira, tolong biarkan aku dan ibu berbicara, kau masuk saja ke dalam kamarmu. “ Pinta Frans, namun Kaira yang khawatir dan juga ingin tahu apa yang baru saja dikatakan Natara itupun bersikeras untuk tetap berada di situ bersama dengan Frans dan juga Natara.


“ Tidak, aku khawatir dengan ibu, dan apa maksud perkataan ibu tadi? Istri siapa yang kau bawa pergi? “ Tolak Kaira, lalu Kaira pun bertanya apa maksud dari perkataan Natara kepada Frans tadi.


“ Tolong dengarkan aku, jangan membuatku marah Kaira, cepat masuk ke dalam kamar mu. “ Frans pun meninggikan suaranya sampai Kaira yang tidak pernah melihat Frans semarah itu pun menjadi terdiam dan menatap Frans dengan tatapan bingung, ia cukup terkejut dengan tindakan Frans barusan.


Dan masih di dalam keheningan akibat ucapan Frans itupun Kaira akhirnya meninggalkan Frans dan juga Natara, ia berjalan menuju kamar nya, namun Kaira tidak masuk ke dalam kamar nya dan ia hanya berdiri tepat di depan pintu kamar nya. Kaira menjadi semakin penasaran karena Frans bersikap seperti itu kepada nya. Kaira pun berniat untuk diam-diam mendengarkan percakapan Frans dan juga Natara.


“ Siapa yang mengatakan hal seperti itu kepada Ibu? “ Tanya Frans menyelidik. 


“ Devan, saudara dari mantan tuan mu, apa kau mengingat nya? “ Ujar Natara dengan tangis yang masih terisak.


“ Devan? Apa dia kemari? Untuk apa? Dan dari mana Devan mendapatkan alamat rumah ini? “ Gumam Frans yang mempertanyakan kenapa Devan bisa mengetahui kediamannya itu.


“ Kaira bekerja di perusahaan nya, kau tau Frans? Kaira bekerja di perusahaan suami nya. Dan namanya bukan Kaira, tapi Sandara, apa ibu benar? “ Tanya Natara lalu kemudian Natara menanyakan kebenarannya.


Kaira yang mendengarnya pun cukup tercengang, dan Kaira juga menjadi salah paham, ia mengira yang dibicarakan Frans adalah Devan, dan Devan lah suaminya.


“ Apa maksudnya itu? Apakah tuan Devan adalah suami ku? “ Gumam Kaira sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. 

__ADS_1


Sedangkan Frans, Frans hanya terdiam sambil memegangi kepalanya, ia tidak menyangka jika selama ini Kaira bekerja di perusahaan Berlin. Frans pun jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya yang terasa seperti akan pecah memikirkan Kaira yang saat ini sudah sering bertemu dengan Berlin tanpa disadarinya.


Dan Kaira, dengan perasaan yang sudah sangat kacau, ia bahkan tidak bisa percaya lagi dengan Frans, Kaira pun segera masuk ke dalam kamar nya dan kemudian ia menangis sambil terus menyalahkan dirinya sendiri.


“ Kenapa aku harus kehilangan ingatan ku? Dan aku? Aku sangat bodoh, kenapa laki-laki yang sudah sangat aku percayai bisa menyimpan rahasia yang begitu besar dari ku. Dia adalah satu-satunya pria yang selalu ada untukku, tapi kenapa dia melakukan hal itu kepada ku? “ Gumam Kaira masih dengan isak tangis nya. 


Dan di sisi lain…


“ Frans, kembalikan Kaira kepada suaminya, kau tidak berhak memisahkan mereka. Dia bukan milikmu, dia sudah punya suami Frans. “ Ujar Natara yang merasa jika apa yang dilakukan putranya itu adalah tindakan yang salah. 


“ Tapi aku tidak bisa ibu, aku sangat mencintai Kaira, dan jika aku mengembalikan Kaira, Kaira tidak akan bahagia, nyawanya juga terancam ibu. Aku tidak ingin melihat Kaira menderita lagi. Ayah Berlin sangat membenci Kaira, dia selalu menyiksa Kaira dengan berbagai cara. Aku tidak ingin membuat Kaira masuk ke dalam kandang serigala lagi, aku ingin membahagiakan nya dengan caraku ibu. “ Jelas Frans yang memang bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


“ Tapi ini salah Frans, Kaira tetaplah istri laki-laki itu, jika suatu saat dia mengingat kembali masa lalunya, dia pasti akan sangat membencimu Frans. “


“ Tidak ibu, Kaira tidak akan membenciku, dia akan berterimakasih kepada ku ibu. Kaira tidak pernah mencintai Berlin selama mereka menikah. Mereka menikah hanya di atas kertas, dan Kaira hanya ingin membalaskan dendam kepada ayah Berlin. “ 


“ Kenapa? Apa yang terjadi sampai Kaira harus balas dendam dengan ayah mertuanya sendiri? “ Tanya Natara yang semakin bingung dengan masa lalu Kaira.


“ Kenapa hidupnya begitu malang, lalu apa rencanamu selanjutnya Frans? “ Tanya Natara yang kemudian luluh hatinya karena mendengar kisah Kaira.


“ Aku masih belum tau bu, jika aku dengan tiba-tiba meminta Kaira untuk berhenti dari perusahaan itu, aku takut Kaira akan curiga nantinya, aku akan memikirkannya. “ Jawab Frans kemudian ia membantu ibu nya untuk berdiri dan mengantar Natara untuk beristirahat di kamar nya.


Setelah Frans mengantarkan Natara, ia berjalan dengan lesu menuju kamarnya. Pikirannya menjadi sangat kacau, apa yang ditakutkannya selama ini benar-benar terjadi. Frans masuk ke dalam kamar nya, lalu Frans membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Frans menatap langit-langit plafon rumah nya, wajah Kaira terus saja muncul di dalam pikirannya. Frans bahkan mengingat kejadian di saat Remon sempat menghajar Kaira sampai babak belur ketika Remon menculiknya saat itu.


Frans benar-benar tidak ingin jika Kaira harus mengalami hal yang sama di kehidupannya saat ini. Ia tidak ingin tawa bahagia yang Kaira miliki saat ini lenyap hanya karena Berlin Saw. 


“ AAAAARRRHHHHHH!!!! “ Teriak Frans yang tidak kuasa menahan gejolak di dadanya. Rasa khawatir dan takut akan kehilangan Kaira menjadi satu di dalam pikirannya.

__ADS_1


“ Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku begitu ceroboh dan tidak memeriksa secara keseluruhan tentang perusahaan yang merekrut Kaira. “ Gumam Frans yang menyesal karena ia dengan mudah membiarkan Kaira bekerja di perusahaan yang dikelola oleh Berlin dan juga Devan itu.


Di tengah kekhawatiran dan kegundahan yang dirasakan Frans, tiba-tiba saja Kaira mengetuk pintu kamar Frans, dan Frans dengan segera membukakan pintu kamar nya.


“ Masuklah…” Pinta Frans yang kini sudah membukakan pintu kamarnya dan kemudian Kaira pun masuk ke dalam kamarnya.


“ Frans? Ada apa? Aku mendengar suara teriakan mu? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan ibu? “ Tanya Kaira menyelidik, Kaira sengaja pura-pura tidak mengetahui apa-apa, dan Kaira juga berencana untuk mencari identitasnya sendiri tanpa sepengetahuan Frans.


“ Ah…apa teriakan ku sangat keras? Aku hanya sedang pusing karena memikirkan pekerjaan ku yang masih belum selesai. Tidak, ibu baik-baik saja, sekarang ibu sudah beristirahat di kamar nya. “ Jawab Frans yang terlihat sedikit gugup untuk menjawab pertanyaan dari Kaira. 


“ Jadi kau masih saja menutupi apa yang sudah kau lakukan? Aku akan mencari tahu tentang kebenaran itu sendiri.” Batin Kaira.


“ Syukurlah kalau ibu baik-baik saja, dan kau…jangan terlalu memaksakan dirimu Frans, beristirahatlah, dan kau bisa melanjutkan pekerjaanmu besok. “ Ujar Kaira yang kemudian tersenyum ke arah Frans. 


“ Kaira…jika kau mencari pekerjaan lain bagaimana? “ Tanya Frans yang sedikit ragu-ragu untuk menanyakannya, namun ia ingin mendengar jawaban dari Kaira soal pertanyaannya itu.



“ Ada apa? Kenapa tiba-tiba? “ Tanya Kaira yang langsung menatap Frans dengan tajam, Kaira berharap jika Frans mau jujur kepadanya dan menceritakan segalanya kepada Kaira. Dan jika saja Frans menceritakan segalanya, Kaira bermaksud untuk mencoba memaklumi apapun alasan yang akan diberikan oleh Frans, mengingat selama ini Frans dan juga Natara sudah merawatnya dengan sangat baik.


“ Aku hanya tidak terlalu menyukai perusahaan tempatmu bekerja. Bisakah kau meninggalkan perusahaan itu? “ Jawab Frans dan kemudian Frans kembali bertanya kepada Kaira.


Raut wajah Kaira pun menjadi terlihat begitu kecewa, ternyata Frans tidak ada niatan sama sekali untuk memberitahukan kepadanya soal kebenaran mengenai dirinya.



“ Aku tidak akan meninggalkan perusahaan itu. “ Jawab Kaira tanpa ragu-ragu dan kemudian kaira kembali menatap Frans tajam.


“ Kenapa? Apa yang membuatmu sangat menyukai perusahaan itu? Aku akan mencarikan mu perusahaan yang jauh lebih baik dari pada perusahaan itu. “ Tanya Frans kemudian ia masih terus mencoba untuk membujuk dan meyakinkan Kaira.

__ADS_1


“ Tidak Frans, aku sudah nyaman di perusahaan itu, dan atasan ku juga sangat baik, nama nya tuan Devan, dia pria yang sangat ramah dan juga baik. Aku sangat menyukai bagaimana dia memperlakukanku sebagai bawahannya dengan sangat ramah dan sopan. “ Jawab Kaira, lalu kemudian Kaira membahas soal Devan dan mengamati raut wajah Frans. 


Kaira ingin tau ekspresi apa yang akan diberikan Frans ketika ia menyebut nama Devan, karena Kaira berpikir jika Devan lah suami nya.


__ADS_2