Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#67


__ADS_3

...****************...


Dan setelah menghabiskan dua botol infus, Kaira pun sudah diizinkan pulang oleh dokter. Kaira berjalan perlahan menuju mobil Berlin, Berlin sangat ingin menuntun Kaira dan membantu Kaira berjalan, namun ia takut jika Kiara akan menolaknya dan menghindar darinya lagi.


“ Hati-hati…apa kau baik-baik saja? “ Tanya Devan yang juga khawatir karena Berlin membiarkannya berjalan sendiri.


“ Ya, saya baik-baik saja tuan. “ Jawab kaira lalu kemudian Devan membukakan pintu mobil Berlin. 


“ Biar aku yang menyetir. “ Ujar Berlin, dan kemudian Devan pun hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil Berlin.


“ Aku akan mengantarmu sampai rumah mu. “ Ujar Berlin lalu Kaira pun langsung menolak Berlin.


“ Tidak tuan, tas dan barang-barang saya masih di kantor, saya kembali ke kantor saja. Saya tidak ingin membuat ibu khawatir, dan Frans nanti juga akan sangat mengkhawatirkan keadaan saya jika dia tahu saya sempat tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. “ Tolak Kaira yang tidak ingin Frans dan ibunya menjadi khawatir tentang keadaanya. 


“ Kenapa kau masih peduli dengan Frans? Dia sudah membohongimu. “ Tanya Berlin yang sedikit merasa kesal karena Kaira menyebut nama Frans saat mereka sedang bersama.


“ Maaf tuan…” Jawab kaira yang masih merasakan lemas dan malas menjawab pertanyaan Berlin. 


Lalu kemudian Devan menyentuh bahu Berlin dan memberikan isyarat kepada Berlin supaya Berlin bisa mengontrol emosi dan ucapannya. Berlin yang paham maksud Devan pun langsung berhenti berbicara dan kembali fokus mengendarai mobilnya.


Sesampainya di kantor Berlin, Kaira dan juga Devan pun langsung berjalan menuju ruangan Berlin. Para staf yang sempat melihat Berlin menggendong Kaira tadi pun kembali menatap Kaira dengan tatapan aneh.


“ Sebenarnya apa yang terjadi? Apa itu sebuah trik untuk menggoda atasan? “ Tanya salah satu staf kepada staf lainnya.


Dan mereka semakin menggunjing Kaira di belakang Kaira. Sedangkan Ariana, ia hanya tersenyum kecil karena Ariana tahu identitas Kaira yang sebenarnya. 

__ADS_1


“ Ariana? Bagaimana ini? Katamu Kaira wanita yang sangat ramah, tapi sepertinya bukan ramah, dia hanya pandai menggoda. “ Seru Naina teman baik Ariana yang kemarin sempat memberitahukan kepada Ariana di saat seluruh pegawai sedang membicarakan Kaira. 


“ Naina, mulai sekarang kau harus lebih menjaga ucapanmu, jika kau tau siapa Kaira sebenarnya, aku yakin kau akan sangat menyesal sudah mengatakan hal seperti itu. “ Ujar Ariana lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan Naina yang masih berdiri mematung sambil melihat punggung Ariana yang kini sudah tidak terlihat.


“ Bagaimana perasaanmu saat ini? “ Tanya Berlin yang masih saja menatap Kaira dengan tatapan tidak biasanya. 


“ Perasaan? Saya baik-baik saja…” Jawab Kaira yang tidak tahu harus berbuat apa saat ini di hadapan Berlin.


“ Apa kau masih belum percaya? Apa kau menyesal setelah mengetahui kebenarannya? “ Tanya Berlin lagi yang sedikit kecewa dengan respons yang diberikan Kaira kepada nya. 


“ Maaf tuan, ini terlalu tiba-tiba, dan saya juga butuh waktu untuk menerima semua ini. “ Jawab Kaira lalu Kaira beranjak dari tempat duduk nya, namun Berlin dengan segera meraih tangan Kaira dan menghentikan langkah kaki Kaira. 


“ Apa kau tahu? Aku sangat merindukan mu selama ini, hari ku terasa kosong tanpa kehadiranmu. Aku sangat menderita karena kehilanganmu Dara. “ Ujar Berlin masih menggenggam tangan Kaira, namun Kaira hanya tertunduk dan tidak berani menatap mata Berlin. 


“ Dara…” Panggil Berlin yang sudah sejak lama ia ingin memanggil Kaira dengan nama Sandara.


Lalu Kaira melepaskan genggaman tangan Berlin dari tangannya. Hari ini sudah menjadi hari yang penuh dengan kejutan untuk Kaira, dan Kaira pun berjalan meninggalkan Berlin begitu saja, dan saat ia sedang melewati ruangan Devan, tiba-tiba saja Devan menghalangi jalannya. 


“ Kaira…apa kau mau kembali ke rumah Frans? “ Tanya Devan yang berharap jika Kaira akan kembali ke rumah Berlin bukan kerumah Frans. 


“ Maaf tuan, beri saya sedikit waktu tuan, saya masih belum sepenuhnya menerima semua kenyataan ini. “ Jawab Kaira lalu berjalan melewati Devan.


Beberapa staf yang melihat Kaira yang tiba-tiba pulang itu pun semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka juga saling berbisik dan mengira jika Kaira sudah dipecat oleh Berlin karena ia mungkin saja ketahuan ingin menggoda Berlin, pikir para staf tersebut.


Kaira yang sudah berada di lobi itu pun langsung berjalan ke arah mobil yang sudah tidak asing lagi bagi nya. Dan saat Kaira ingin masuk ke dalam mobil Frans, ternyata Berlin yang dari tadi mengikutinya itu pun menghentikan Kaira. Dan Frans yang melihatnya pun langsung turun dari mobil nya dan kemudian menghampiri Kaira dan juga Berlin. 

__ADS_1


“ Lepaskan tangan Kaira. “ Pinta Frans sambil meraih tangan Kaira dari genggaman Berlin. 


“ Kaira? Dia Sandara Frans…dia istri ku…” 


“ Tidak, Sandara sudah lama mati, sejak Remon Saw membuang Dara ke tengah laut, sejak itulah Sandara sudah tidak ada di dunia ini lagi. “ Ujar Frans yang kemudian membuat Kaira tercengang, Kaira selama ini hanya tahu bahwa dirinya mengalami kecelakaan dan Kaira tidak tahu apa yang sebenarnya menimpa dirinya hingga ia kehilangan semua ingatannya itu.


“ Apa maksud perkataan mu? Apa aku dibuang ke tengah laut? Siapa yang begitu kejam melakukan hal seperti itu kepada ku? Dan Remon Saw? Siapa dia? “ Tanya Kaira yang semakin terkejut mendengar kebenaran lainnya tentang dirinya.



“ Remon Saw adalah ayah dari Berlin Saw, pria yang saat ini berdiri di hadapanmu, pria yang mengaku jika dia adalah suamimu, dia tidak berbuat apapun saat kau menderita karena perbuatan Remon Saw, yang tak lain adalah ayah nya. Dia tidak pernah melakukan apa-apa untuk kehidupanmu. “ 



Frans terlihat sangat kesal karena ia harus mengingat kejadian dimana Sandara selalu menderita saat bersama dengan Berlin.


“ Tutup mulutmu Frans, kau hanya orang asing dan kau tidak tahu apa-apa tentang kehidupan ku. Kau tidak pantas berkata seperti itu di depan Dara. Jika ingatannya kembali, Dara pasti akan memilih untuk bersama dengan ku dibandingkan dengan mu Frans. “ 



kaira semakin tidak mengerti dengan pembicaraan Berlin dan juga Frans. Kaira berharap ia bisa kembali mengingat segalanya dan dirinya bisa dengan mudah menentukan kebenaran yang sebenarnya terjadi.


“ Bagaimana dengan ku? Apa Yang sedang kalian lakukan? Kenapa kalian memperdebatkan hal-hal yang bahkan sulit untuk aku pahami? “ Tanya Kaira yang sudah merasa sangat pusing dan ia juga sudah sangat lelah dengan apa yang terjadi kepada nya hari ini.


“ Ikutlah bersama ku, dan temui ibu mu…ibu mu sudah sangat merindukan mu. “ Pinta Berlin yang sengaja menggunakan Sarah agar Kaira mau ikut bersama dengannya.

__ADS_1


Lagi-lagi Kaira dibuat terkejut dengan kebenaran yang terus saja bermunculan. Ia bahkan tidak pernah membayangkan jika dirinya masih memiliki seorang ibu. Dan kini yang ada dipikirannya hanya lah ibu nya itu. Kaira sangat ingin menemui sosok ibu yang dibicarakan Berlin tersebut.


__ADS_2