Married To A Crazy Women

Married To A Crazy Women
#59


__ADS_3

...****************...


Setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka, Devan pun kembali membawa Berlin ke kantornya. Dan kemudian Berlin kembali masuk ke dalam ruangannya. 


Berlin duduk di kursinya lalu ia kembali membuka ponsel nya. Ia membuka galeri di ponsel nya lalu Berlin melihat-lihat foto yang ada di dalam ponsel nya itu.


“ Kenapa tidak ada satupun foto mu di dalam ponsel ku? “ Gumam Berlin yang menyesali semua yang sudah terjadi kepada nya.


Ia baru sadar ketika sudah kehilangan orang yang sebenarnya sangat berarti bagi nya. Selama ini Berlin tidak pernah memberikan perhatian yang maksimal kepada Sandara. Berlin juga sangat sadar betul bahwa dirinya belum bisa menjadi suami yang baik untuk Sandara di semasa hidup nya Sandara. 


“ Andai waktu bisa ku ulang, aku akan memberikan seluruh perasaanku kepadamu Dara…kenapa begitu sulit melupakan dirimu, rasa bersalah yang selalu menyelimuti ku membuatku takut untuk membuka mata ku di pagi hari. Aku takut untuk menghadapi kenyataan yang ada. Bayangan wajah mu selalu muncul dan rasa bersalah itu semakin hari semakin bertambah.” Gumam Berlin yang masih terus menatap ponsel nya. 


Dan kemudian Berlin melihat bingkai foto pernikahannya yang ia taruh di meja kerjanya. Berlin mengusap bingkai foto tersebut lalu menaruh nya lagi.


“ Hanya satu foto ini yang aku punya…kau terlihat sangat cantik memakai gaun putih. “ Gumam Berlin lagi dan kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


*********


Di tempat lain…


Frans pun segera berangkat menuju tempat kerjanya dan membiarkan Kaira mendengus kesal di hadapannya, Frans hanya tersenyum kecil lalu mengusap-usap rambut Kaira dan kemudian masuk ke dalam mobil nya.


Setelah melihat mobil Frans yang pergi meninggalkannya, Kaira berniat untuk langsung masuk ke dalam rumah, tetapi tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri nya.


“ Permisi…” Sapa wanita cantik yang kini sedang menyentuh bahu Kaira lembut.


“ Ya…” Jawab Kaira lalu membalikkan badannya dan melihat siapa yang menyentuh bahu nya.


“ Maaf nona, saya ingin menawarkan beberapa lowongan kerja, kebetulan di perusahaan kami sedang membutuhkan karyawan secepatnya, dan tanpa syarat. “ Jelas Ariana, yang ternyata adalah sekretaris Devan.


Ariana sempat mendengar obrolan Kaira dan juga Frans sebelum Frans berangkat ke kantornya, dan kemudian Ariana menggunakan kesempatan tersebut untuk membujuk dan juga mendekati Kaira. 

__ADS_1


Kaira hanya terdiam sambil menatap Ariana dengan heran, ia masih tidak percaya ada seseorang yang menawarkan pekerjaan begitu saja.


“ Apa ini bukan penipuan? “ Tanya Kaira menyelidik.


“ Bukan nona, jika nona tidak percaya nona bisa datang ke perusahaan kami, ini kartu nama saya, jika nona berminat, mulai besok nona sudah bisa bekerja, dan…untuk persyaratan melamar pekerjaan bisa menyusul nanti, “ Ujar Ariana yang mencoba untuk terus meyakinkan Kaira.


Lalu Kaira meraih kartu nama milik Ariana dan memeriksa perusahaan yang tertera pada kartu nama Ariana itu lewat ponsel nya. 


PT. BD Bersaudara…


Dan setelah ia mengetik nama perusahaan tersebut, Kaira pun terkejut karena ternyata perusahaan tersebut cukup besar dan memiliki beberapa cabang di beberapa kota. 


“ Wah? Apa ini perusahaan besar? “ Tanya Kaira yang masih tidak percaya dengan perusahaan yang menawarkan pekerjaan kepada nya itu.


“ Iya nona, dan kami sedang membutuhkan karyawan secepatnya. Mungkin nona adalah salah satu orang yang beruntung jika nona mau menerima tawaran dari saya. “ Ujar Ariana yang terus meyakinkan dan membujuk Kaira.


“ Kebetulan yang aneh…aku memang sedang ingin mencari pekerjaan, dan kemudian kau datang kepada ku untuk menawarkan pekerjaan. Mungkin hari ini adalah hari keberuntunganku. “ Ucap Kaira lalu tersenyum senang ke arah Ariana. 


“ Pekerjaan apa yang harus aku lakukan? “ Tanya Kaira yang penasaran dengan pekerjaan yang tiba-tiba datang kepadanya itu.


“ Sekretaris nona…” Jawab Ariana yang kemudian membalas senyuman Kaira.


“ Apa yang dikerjakan sekretaris? “ Tanya Kaira yang tidak mengerti tentang bagaimana menjadi sekretaris.


“ Anda hanya perlu terus di samping bos, dan menyiapkan segala keperluan untuk meeting maupun hal lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan kantor. “


“ Ah, jadi seperti itu…sepertinya tidak terlalu sulit. “ Ujar Kaira yang memang sangat bersemangat untuk mencari pekerjaan.


Lalu setelah itu Ariana pun pergi meninggalkan Kaira yang masih berdiri di depan pintu gerbang rumah nya sambil melihat ke arah Ariana yang semakin lama berjalan semakin menjauh. 


Setelah rencananya berhasil Ariana langsung menghubungi Devan dan memberitahu Devan apa yang baru saja dibicarakan nya dengan Kaira. Devan yang mendengarnya pun terdengar begitu senang ketika mengetahui Ariana berhasil menemui Kaira dan kemudian membujuk Kaira untuk bekerja di perusahaannya.

__ADS_1


Sedangkan Kaira, Kaira masuk ke dalam rumah nya dengan hati yang tak kalah senang, Kaira langsung mencari Natara dan memberitahu Natara soal kabar baik itu.


“ Ibu…” Teriak Kaira yang sudah kembali bersemangat.


Dan Natara yang baru saja keluar dari kamar mandi itu pun langsung menghampiri Kaira.Natara agak sedikit bingung ketika Kaira memberikan sebuah kartu nama kepada nya.


“ Apa ini? “ Tanya Natara sambil meraih kartu nama tersebut.


“ Itu kartu nama salah satu pegawai perusahaan yang akan menerimaku bekerja besok. “ Jawab Kaira masih dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.


“ Bagaimana? Maaf ibu sedikit tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan barusan. “ Tanya Natara yang kembali sedikit bingung dan masih belum bisa mencerna kata-kata dari Kaira tersebut.


“ Jadi tadi kebetulan aku bertemu dengan seorang wanita yang ingin mencari pegawai untuk bekerja di perusahaan tempatnya bekerja. Dia bilang, kalau perusahaannya sedang membutuhkan sekretaris, lalu dia menawariku, dan aku bisa membawa persyaratan untuk melamar kerja nya belakangan bu. Bukankah ini sebuah kebetulan yang membahagiakan bu? Aku sangat senang karena mudah sekali mencari pekerjaan untukku. “ Jelas Kaira yang tak henti-hentinya tersenyum ke arah Natara


Natara pun terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi, lalu ia ikut tersenyum dan mengangguk sambil menatap Kaira dengan tatapan herannya. Natara juga sama seperti Frans, ia tidak bisa menyakiti ataupun berbuat apa-apa lagi setelah melihat senyuman Kaira.


“ Apakah kau sangat menginginkan pekerjaan itu? “ Tanya Natara lagi untuk memastikan jika Kaira memang benar-benar ingin melakukan pekerjaan tersebut. 


Kaira hanya mengangguk lalu kembali mengembangkan senyuman di wajahnya, dan Natara pun membiarkan kebahagiaan kecil yang sedang dirasakan oleh Kaira tersebut.


Dan malam pun tiba…


Kaira mendengar suara mobil yang sedang masuk ke dalam garasi rumahnya. Ia tahu bahwa itu adalah mobil Frans, dan Kaira pun segera keluar dari kamar nya dan membukakan pintu untuk Frans. 



“ Frans!! “ Panggil Kaira, lalu Frans yang baru saja turun dari mobil pun melihat ke arah Kaira. 


“ Ada apa? Sepertinya suasana hatimu sedang baik, berbeda sekali dengan tadi saat aku akan berangkat bekerja. “ Tanya Frans yang menyadari bahwa Kaira memang sedang gembira dan juga suasana hatinya menjadi sangat baik dari sebelum nya.


Kaira masih belum menjawab pertanyaan Frans, dia hanya tersenyum lalu menghampiri Frans dan menggandeng lengan tangan Frans. Kaira bersikap manja seperti biasanya, dan kemudian saat mereka sudah masuk ke dalam rumah, Kaira memberikan kartu nama milik Ariana kepada Frans.

__ADS_1


__ADS_2