MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU

MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU
17


__ADS_3

...- Selamat Membaca -...


...*...


...*...


Adrienne membeku ditempatnya, dia tidak menyangka pria didepannya ini akan menyapa dan bahkan juga menyebut namanya.


"Ha-Hai Darren, k..kau masih mengenalku?" tanyanya gugup.


"Em, tentu saja, malam itu kau sangat bersikeras yah? oh' apa dia—


"Ahaha, kita tidak usah membahas itu lagi, semua sudah berlalu" potong Enne, sepertinya Darren tahu sesuatu.


"Emm, baiklah, tapi apa kau sudah menikah?" tanya pria itu lagi, dia bersikap seolah sangat akrab dengan Enne.


"Kenapa kamu menanyakan itu?" Enne mengernyit, sebenarnya kenapa Darren cerewet sekali.


"Hm, aku tidak melihat cincin pernikahan ditanganmu, aku bisa menyimpulkan kalau anak itu adalah anak—


"Waktunya sudah habis, silahkan bergeser" panitia memotong ucapan Darren. Timing-nya pas sekali, ada rasa lega di hati Enne, dia memang sudah tidak ingin membahas masa lalunya.


"Hei, kau mengenalnya? Kau terlihat serius?" tanya Roy.


"Ahaha, tidak kak, aku salah orang" jawab Darren canggung.


Valarie berlari meninggalkan Adrienne yang masih berada di member ke enam.


"Mama, aku ingin ke paman itu" tunjuknya.


Enne tidak sempat menahan putrinya, dia melihat Louis menerima Valarie dan mengendong anaknya dengan senang hati.


'Tidak, jangan Louis, hah padahal aku berencana akan melewatinya tapi Valarie malah mendekati pria itu' batin Enne.


"Siapa ini~? Kamu siapa anak manis?" Louis masih menggendong Valarie.


"Paman, mamaku cantik, paman mau?" tawarnya polos, Valarie hanya mengutarakan perasaannya, sepertinya dia menganggap Louis layak menjadi pasangan mamanya.


Louis terkejut, kenapa gadis mungil ini sangat lucu, dia gemas dan justru tertawa terbahak-bahak.


"Ahaha, nama kamu siapa manis?" tanyanya lagi, dia mencoba mengalihkan pembicaraan Valarie.


"Namaku Valarie artinya kuat paman" jawabnya lagi.


"Wah pintar sekali! Valarie umur berapa?"

__ADS_1


"Empat tahun! Paman~ Nama paman siapa?" gadis kecil itu sangat anteng dipangkuan Louis.


"Hahaha pintar sekali, Louis, nama paman Louis Vit, omong-omong Valarie kesini sama siapa?" tanyanya masih menggendong gadis kecil itu.


"Valarie ayo sini sama mama" ajak Enne, tangannya melambai pelan, orang-orang tertawa gemas dan mengambil banyak foto kedekatan Valarie bersama Louis tapi Adrienne sangat tidak nyaman dengan itu.


Valarie menggeleng "Tidak mau, paman Louis harus jawab dulu pertanyaanku" serunya masih menatap Louis.


"Valarie, jadi anak pintar yah sayang, dengar, kakak-kakak disamping mama juga mau bicara dengan paman, ayo sini sayang" Enne berusaha membujuk anaknya, untung saja Valarie mau dan kembali kesisi mamanya.


"Hmph, baik ma! Paman nanti kita bicara lagi" ujar gadis kecil itu.


"Baiklah, paman janji akan bicara lagi sama Valarie" Louis melambaikan tangannya, Enne dan Valarie segera turun dari panggung.


Louis mengernyit, dia masih menatap wajah Adrienne, tak lama rasa sakit menyerang kepalanya, terlintas ingatan yang samar-samar mengundang curiga Louis.


"Tunggu! Apa kita pernah bertemu?" tanyanya.


Adrienne tidak mendengar pertanyaan itu, dia sudah berada jauh dari panggung, rasanya dia ingin cepat pergi dan tidak akan membiarkan Valarie menemui Louis lagi.


'Tidak ada satupun hak dan kesempatan untuk kamu bisa mendekati anakku, penghianatan yang kamu lakukan dulu masih terngiang dikepalaku, jangan harap aku akan memaafkan mu' batin Enne marah.


Akhirnya acara fansign selesai, Valarie sangat senang, dia terus menerus membicarakan kemeriahan dan kelucuan member Dream saat dipanggung.


Adrienne terkejut, kenapa putri kecilnya ini selalu membahas Louis, dia tidak suka, meski mereka memiliki hubungan darah tapi Enne tidak akan pernah mau anaknya bertemu lagi dengan Louis.


"Sayang, paman itu orang besar, kita tidak bisa seenaknya bertemu dengannya" Enne mencoba menjelaskan.


Valarie cemberut "Tapi paman itu janji akan menemuiku" Adunya tidak senang.


Enne menggenggam tangan kecil Valarie, dia jongkok dan mensejajarkan dirinya dengan putrinya.


"Sayang, kadang-kadang orang berjanji hanya untuk basa-basi saja, jadi jangan langsung percaya, mama tidak mau kamu kecewa" jawab Enne.


Diusia Valarie yang masih kecil, Adrienne sudah menggurui anaknya berbagai macam hal , itu sebabnya putri kecilnya itu sangat dewasa menyikapi sesuatu.


Meski kadang dia tidak bisa menahan tingkah manjanya tapi saat Adrienne melarang dan meminta sesuatu dia langsung menuruti dan mendengarkannya.


Valarie sangat hormat dan menyayangi mamanya, tidak pernah sekalipun dia ingin melihat mamanya bersedih.


"Jadi paman Louis bohong ya ma?" tanya Valarie, dari wajahnya dia terlihat sangat kecewa.


"Bisa dibilang begitu, tapi Valarie tidak perlu sedih, kali ini giliran mama yang mengajak putri mama ini kencan, ayo ikut mama" ajak Enne, dengan pelan dia menarik lengan kecil anaknya, mereka saling tertawa dan melepas kebahagiaan.


Adrienne mengajak Valarie ke berbagai tempat permainan, putrinya sangat senang, mereka bahkan menyempatkan diri mengunjungi kebun binatang terbesar dikotanya.

__ADS_1


Waktu berlalu cepat dan langit menggelap, bintang-bintang mulai bermunculan, kini dua insan itu sedang duduk dibangku taman menikmati eskrim dan camilan yang baru saja dibelinya.


Valarie sangat senang, baru kali ini mamanya tertawa lepas dan tanpa beban, dia sangat bersyukur bisa merasakan hari yang penuh canda ini.


"Mama" panggil gadis itu.


Enne melirik putri kecilnya "Iya? Kenapa sayang?" tanyanya perhatian.


"Jangan sedih lagi yah, aku suka sekali mama yang ini" ungkap Valarie, dia tersenyum lalu kembali menjilati eskrim nya.


Adrienne tidak menyangka, bahkan anaknya sendiri tahu kalau dia sangat menyedihkan, dia menyesal karna tidak mampu menyembunyikan keterpurukan yang dialaminya.


'Sepertinya selama ini, aku terlalu mengabaikan putri kecilku, Deon, kamu pasti marah kalau tahu aku sudah menyia-nyiakan kebahagiaan anak kita, aku egois, Deon tolong kuatkan aku, bantu aku percaya, kalau tanpamu aku masih bisa hidup bahagia bersama Valarie' batin Enne.


Enne mengelus pucuk kepala Valarie, dia menatap lembut anaknya, senyumnya mengembang lagi, hari ini Enne mengetuk hatinya agar sadar dan bisa kembali normal menjalani hidupnya lagi.


'Benar, sudah selama ini, Tiara dan Edric sudah kewalahan mengurus anaknya dan mereka juga membantuku mengurus Valarie, karna keegoisan ku, selama ini putriku tidak mendapatkan kasih sayangku, maafkan aku sayang' Enne membatin lagi.


"Valarie tau tidak, arti nama ayah apa?" tanya Enne mencoba menarik perhatian anaknya.


Valarie menggeleng "Tidak, memang artinya apa ma?" ucapnya ikut bertanya.


Enne tersenyum "Deon itu artinya dewa, dan ayah kamu itu seperti dewa yang datang menyelamatkan mama, dia sangat mencintai mama" jelas Enne mengenang masa lalunya, dia tersenyum lega, akhirnya Adrienne tidak menangis lagi mengingat Deon, pria yang sangat dicintainya.


"Hm, nanti aku juga mau punya teman seperti ayah Deon" celetuk Valarie, dia tersenyum manis membayangkan seperti apa ayahnya dulu.


"Jangan, ayah Deon hanya milik mama dan tidak akan ada lagi pria seperti ayah kamu, hehe Valarie cari yang lain saja" canda Enne.


Valarie tidak terima dan langsung menatap langit malam sambil berdoa dan merengek-rengek.


"Tidak-tidak, ayah Deon, ayah itu milikku kan? Ayah sayang Valarie kan? Mama bohong kan? Ayah itu milikku!" ujarnya tak terima.


Adrienne terkekeh melihat tingkah gadis kecilnya, begitulah Valarie yang pernah melihat mamanya menatap langit sambil berdoa dan berbicara dengan Deon, ternyata dia mengikuti yang dilakukan mamanya.


"Hahhaha, darimana Valarie tahu, kalau ayah Deon sudah di langit sana?" tanya Enne.


"Om Edric bilang ayah Deon itu ada disurga, dan disana ayah selalu mengawasi dan melihat Valarie, itu sebabnya Valarie tidak mau membuat mama menangis karna nanti ayah Deon marah" adunya serius, Enne terharu, air matanya menetes padahal prianya sudah pergi jauh sejak lama tapi rasanya Deon masih ada disampingnya dan menjaga Valarie bersamanya.


Enne menyeka cepat air matanya "Benar, ayah Deon selalu mengawasi dan menjaga Valarie dari atas sana, jadi putri kecilku, jangan nakal yah, terima kasih sudah tumbuh menjadi anak cantik yang pintar, kuat dan baik hati" ucap Enne penuh syukur.


"Aku juga terima kasih karna mama sudah jadi mama yang cantik dan baik hati" jawab Valarie yang langsung memeluk erat mamanya.


...*...


...*...

__ADS_1


__ADS_2