MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU

MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU
37


__ADS_3

...- Selamat Membaca -...


...*...


...*...


Pagi yang cerah.


Tidak seperti biasanya, hujan tidak turun dan langit membiru dengan sempurna.


Pemandangan yang sangat menarik perhatian. Eliza terbangun dari tidurnya yang melelahkan, disampingnya masih ada Reza, pria itu terlelap nyenyak dalam mimpinya.


Eliza tersenyum.


Dia melangkah menuju ruang tengah tempat tv-nya berada, hari ini dia ingin menikmati berita-berita yang kemarin sudah dibuatnya.


"Anggap saja aku sedang mengancammu Louis, dengan berita perselingkuhanmu, kamu pasti akan memohon-mohon agar aku menyelamatkan namamu hahahaha" ucap istri Louis, kekehannya terdengar renyah, seolah dia sangat menikmati waktunya.


Eliza langsung menyalakan televisinya, seringainya masih terpampang jelas di wajahnya, dengan santai dia menekan nomor saluran tv yang menyediakan gosip-gosip mengenai artis.


Sobat Insirt, kali ini kita kedapatan berita miring nih oleh pasangan aktor dan juga model yang sedang naik daun, dikabarkan Louis Vit mengajukan cerai pada istrinya karena ketahuan berselingkuh, tidak hanya itu Louis memiliki bukti ketika mendapati Eliza sedang tidur dengan pria dengan tubuh bertato, berikut ulasannya.


Begitulah berita perceraian Eliza hangat diperbincangkan, benar-benar berita yang tidak ada dalam rencana model cantik itu.


"SIALL" umpat Eliza.


Buru-buru dia menelfon suaminya, Eliza paham kalau Louis sempat pulang melihat waktunya baru terjadi beberapa jam yang lalu.


Drrt


"Apa?" tanya Louis diseberang.


"Sial! Kau sedang memfitnahku, tarik kembali berita perceraian kita Louis kalau tidak, aku akan membunuh wanita yang kau cintai itu" ancam Eliza.


"Fitnah? Apa kau pikir foto kau tidur dengan pria itu bohong? Jelas-jelas aku melihat kalian dengan mata kepalaku sendiri! Ooh jadi kau mengancamku? Kau berani yah?" jawab Louis ikut emosi.


"Tck! Brengsek, aku tidak akan tinggal diam, sebelum berita perceraian itu ditarik, aku akan melakukan sesuatu pada Adrienne, cam kan itu brengsek" umpat wanita cantik itu.


Eliza langsung mematikan sambungan telfonnya. Dia tidak ingin mendengar lebih banyak omongan suaminya yang dia tahu pasti akan membuatnya semakin pusing.


"Aku akan membuat mu menyesal Louis" gumam Eliza sangat kesal.


Disisi lain Louis juga terpancing.


"Wanita itu benar-benar gila! Aku harus menyelamatkan Adrienne, Eliza pasti akan membahayakannya, tapi kalau berita tentang Adrienne tersebar lagi bagaimana?" kata Louis pusing.


Dia menyender dikursinya, kamar yang ada di agensi memang cukup luas, untung saja direktur Bigtree sangat menyayangi grup Dream jadi apapun yang anggotanya mau pasti langsung dikabulkan.

__ADS_1


...*...


...*...


"Jadi kau benar-benar mau kesana? Kau yakin?" tanya Edric pada Enne.


Mereka bertiga sedang mendiskusikan kepindahan Adrienne dan Valarie ke kampung halaman Deon, bagi Enne, disana cukup aman dan tidak ada yang mengenali mereka.


"Aku yakin" Sahutnya tenang.


Tiara merasa sedih, karena rumah Deon cukup jauh dari kota, butuh waktu tiga atau empat jam menuju rumahnya, sedangkan Edric dan dia memiliki pekerjaan yang sangat jarang untuk bisa ditinggalkan.


"Kita pasti susah bertemu" ungkap Tiara sedih.


"Tenanglah, aku hanya dua bulan disana, sampai berita tentangku benar-benar hilang, aku tidak akan kesini, ini semua demi kebaikan Valarie, aku tidak ingin dia trauma" jelas Enne yang juga sedih harus meninggalkan ke-dua sahabatnya.


"Kan bisa tinggal disini Enne, kenapa harus jauh-jauh kesana?" tanya Tiara tak habis pikir.


Adrienne menggeleng.


"Aku benar-benar tidak mau berada di kota, dan menurutku tempat tinggal Deon jauh lebih aman, disana Laura akan menemani kami, setidaknya aku juga ingin kembali ditempat yang pernah ku tinggali bersama Deon" jelas Enne lagi.


Edric paham maksud istrinya yang khawatir dengan Enne tapi disisi lain dia juga tahu kalau keputusan yang diambil sahabatnya adalah keputusan paling aman karena lingkungan tempat tinggal almarhum Deon memang sangat asri dan tidak ada gangguan.


"Baiklah, keputusan mu juga sudah bulat, aku dan Tiara tidak akan memaksamu, semoga kamu senang disana, aku akan panggil Valarie, selama kalian disana bersenang-senanglah aku dan Tiara akan membereskan semua berita tentangmu, aku akan memanggil mu lagi jika semuanya sudah berakhir" jelas Edric.


"Jaga diri baik-baik, jika ada waktu aku akan menemuimu, jangan lupa minum obatmu, aku akan sangat merindukanmu" pamitnya sedih.


"Iyah, aku akan sering menghubungimu, kamu juga jangan terlalu banyak bekerja, apalagi kau sedang berbadan dua, maaf karena aku tidak bisa menemanimu" ucap Enne, dia semakin merasa bersalah.


"Maaf karena aku hanya selalu merepotkanmu" lanjutnya sedih.


Tiara menggeleng.


"Kamu tidak pernah merepotkan ku" sahutnya.


Edric datang bersama Valarie dan Lian digendongnya.


"Mama, kita akan pulang?" tanya Valarie tiba-tiba.


Enne mengambil anaknya dari gendongan Edric.


"Iya sayang, tapi habis itu kita langsung ke rumah nenek, kita akan tinggal disana untuk beberapa waktu, bagaimana? Kamu mau kan?" tanya Enne, dia mencoba ceria didepan putrinya.


Mendengar pertanyaan itu, membuat Valarie merasa sangat senang.


"Horeeeee, aku bisa bertemu nenek lagi, aku sangat senang, kalau begitu ayo pergi ma" ajak Valarie girang.

__ADS_1


"Hati-hati disana, jangan lupakan aku" ucap Lian tiba-tiba.


Valarie terkekeh mendengarnya.


"Tentu saja aku tidak akan melupakan mu, kamu kan tampan" jawabnya jujur, Lian tersenyum mendengar pujian Valarie.


"Hahahaha, ternyata putri mama sangat pintar menggombal ya, kalau begitu ayo kita berangkat sayang" ajak Enne lega, setidaknya putrinya tidak menolak dan juga tidak banyak menuntutnya.


"Hati-hati dijalan Enne" ucap Edric khawatir.


"Ingat telfon aku kalau kalian sudah disana" timpal Tiara juga khawatir.


"Iyah tenang saja, kalau begitu kami pergi yah" pamit Adrienne, dia menggendong putrinya menuju mobil yang sudah disiapkan sahabatnya mengikut dua pengawal yang akan menjaganya sampai di rumahnya dengan selamat.


Sangat singkat waktu berlalu, Adrienne dan Valarie mampir ke rumahnya untuk mengambil pakaian, kartu dan uang agar bisa melanjutkan hidup di kampung halaman mantan pacarnya.


Para pengawal dan sopir yang diperintahkan untuk menjaga mereka berdua sudah pergi, suasana gelap karena sudah malam dan Valarie yang terbiasa tidur diatas jam tujuh akhirnya tertidur diatas sofa karena tidak tahan menunggu ibunya yang masih beberes.


Saat asik mengemasi barangnya, seseorang menyapanya dari dekat, suara serak yang mengintimidasi wanita bersurai hitam pekat itu.


"Lama tidak bertemu Adrienne" sapanya tepat dibelakang Adrienne.


Ibu Valarie membeku ditempatnya.


Langkah kaki pria itu terdengar menakutkan, ingin rasanya Enne berlari dari tempatnya sekarang tapi tubuhnya lemas, kaki dan tangannya gemetar, dia tidak bisa melakukan apapun.


"Kenapa tidak menjawab? Apa kau tidak rindu denganku?" tanyanya heran, dia berdiri tepat di depan Enne yang menunduk karena takut melihat wajah si pria.


"Si-siapa kau?" tanya Enne takut.


Pria itu terkekeh melihat wanita didepannya seperti hewan yang tersudutkan.


"Jangan takut cantik! Aku tidak akan melakukan apapun padamu, lagipula aku hanya ingin melanjutkan kegiatan yang dulu sempat tertunda, jadi kamu hanya perlu melayaniku saja" ungkap pria itu, dia adalah Reza, pria yang disuruh Eliza untuk menghabiskan Enne.


Ketakutan Enne mulai kembali, apalagi saat tangan Reza menyentuh pinggangnya, rasa jijik dan takut bercampur jadi satu, secepat mungkin, sebelum kesadarannya menghilang, Enne menelfon Edric.


Tapi Reza segera mengambil ponsel Enne dan mematikan sambungannya.


"Kau benar-benar nakal yah! Tidak boleh begitu cantik, atau kau mau, aku melampiaskan nafsuku ini pada putrimu yang ada di sofa empuk itu?" tanya Reza, dia jelas mempermainkan perasaan Adrienne, mana mungkin dia ingin putrinya dilecehkan.


"CUIH, mati saja kau brengsek" umpat Enne menggebu-gebu, bisa-bisanya pria didepannya ini berpikir untuk menyentuh putri kecilnya.


Reza terkekeh lagi, sikap Enne benar-benar merangsang birahinya, dia sangat ingin menghabiskan malam bersama wanita cantik yang sok meninggikan harga dirinya itu.


...*...


...*...

__ADS_1


__ADS_2