MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU

MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU
19


__ADS_3

...- Selamat Membaca -...


...*...


...*...


Adrienne menitip Valarie ke Tiara karna harus pergi jauh dari kota, hari ini, untuk pertama kalinya, dia memutuskan menemui kekasihnya.


Dengan segala keberanian dan semangat yang didapatnya, dia akan melepas masa berkabungnya.


Edric menawarkan diri menemani sahabatnya dan Enne mengiyakan, mereka berdua pergi membawa seikat bunga khusus yang Adrienne pilih karna maknanya yang dalam.


Butuh 3 jam perjalanan untuk sampai di selatan tempat makam Deon berada, hati Enne berat, apalagi saat kakinya selangkah maju menuju tempat kekasihnya berada.


^^^- Sudut Pandang Adrienne -^^^


Akhirnya, aku disini.


Aku tidak tahu, semakin hari dadaku semakin sakit Deon.


Aku terus menerus merindukanmu, sulit sekali membujuk diriku sendiri untuk menemuimu lagi.


Kata-kata terakhir yang kau ucapkan padaku masih terngiang jelas, lalu bagaimana bisa aku melupakanmu dan hidup bahagia Deon?


Setiap aku bergerak, bayang-bayangmu seolah mengiringi hidupku, aku sangat tersiksa, rasanya ingin mati saja.


Dan hari ini aku datang, kau pasti sangat merindukanku, maaf karna baru sekarang hati ini lega menemuimu.


"Apa kabar? Lama tidak bertemu"


Sapaanku terdengar menyedihkan, terimakasih untuk Edric yang mengerti perasaanku.


Dia pasti sengaja meninggalkan ku, agar aku bisa melepas rindu denganmu.


"Oh ya, Valarie selalu mendoakanmu, sekarang dia sudah besar dan dia tumbuh jadi anak yang pintar, oh dan dia juga lucu sepertimu! Hm, apa saat dikandungan dia belajar mengikuti tingkahmu? Soalnya dia suka sekali bertingkah imut sepertimu, dia juga penurut! Kamu senang kan? Anak kita sangat kuat, pintar, lucu dan baik, meski kadang dia pendiam kadang juga ceria, hehe benar-benar mirip sepertimu"


Hm, maaf, aku cerewet yah? Padahal kita baru bertemu dan aku malah sibuk menceritakan kehidupanku.


Deon.


Aku merindukan mu sampai ketulang-tulangku.


Sakit sekali, disini, didada ini, rasanya seperti dihantam batu, setiap kau muncul di pikiranku, tenggorokanku seperti dicekik, sulit sekali hidup ini kujalani tanpamu.


Maaf Deon, setelah empat tahun menghilang aku justru hanya mengadu tentang kehidupanku yang menyedihkan.


Kau pasti marah kalau tahu aku menelantarkan Valarie dan kurang memberinya kasih sayang.


Maafkan aku.


Tapi Deon, coba kau jadi aku, betapa banyak janji yang kau ucapkan padaku, lalu kau menyiksa setiap bayanganmu muncul dipandanganku, kau tahu, aku hanya bisa menangis dan menikmati rasa sakit karna merindukan mu.


Aku memang bodoh Deon.

__ADS_1


Ternyata kedatangan ku hanya menambah luka, rasanya semua perih yang kupendam terasa begitu nyata, sampai-sampai kepalaku mau pecah, aku tidak tahu harus bagaimana Deon, tapi setidaknya aku lega bisa bertemu dan menyapamu lagi.


Hari ini, aku akan memutuskan hubungan kita, meski berat melakukannya tapi demi kebahagian Valarie aku harus mulai melepaskanmu, memutus ikatan kita adalah jalan terbaik.


Kau jangan marah yah.


Aku tahu kok, kalau kamu jadi aku, kamu pasti juga akan memilih jalan ini, demi kebahagian dan kehidupan anak kita


Aku sadar Deon, Valarie sudah banyak melewatkan kasih sayang dimasa kecilnya, dia hanya terus melihat wajahku yang lesu dan tidak bersemangat, aku bersalah.


Jadi sekarang, demi Valarie, aku mau kita putus dan sekarang aku tidak akan lagi bersedih, kamu akan selalu jadi yang terbaik bagiku, begitupula Valarie akan selalu menganggapmu ayah terbaik.


Jangan sedih Deon, jika sudah waktunya aku akan membawa Valarie untuk menjengukmu.


"Aku mencintaimu sangat dalam sampai raga dan jiwaku terasa mati hanya dengan mengingatmu, terimalah bunga ini Deon,sebagai tanda perpisahan dan rasa terima kasihku atas begitu banyak waktu yang menyenangkan"


Aku sengaja memberimu bunga Sweet pea, karna bentuknya cantik dan artinya sama seperti keinginanku saat ini.


Semoga kau suka.


Lihatlah, bunganya sangat lembut seperti tatapanmu, dia juga mirip kupu-kupu sepertimu yang selalu datang memberi waktu-waktu terindah dihidupku.


Hm.


Kalau kau masih hidup kau pasti sudah menertawakan dan mengejekku, Iyah untuk kali ini aku memang sok puitis tapi Deon, ingatlah selalu kalau dirimu dan segala kenanganmu akan selalu memiliki ruang dihatiku.


Tidak ada maksud melupakanmu, bunga ini hanya tanda perpisahan dariku yang sudah menerima kepergianmu, aku akan hidup bahagia meski tanpamu Deon.


Aku mencintaimu.


dan Aku merindukanmu sayang.


^^^- Sudut Pandang Selesai -^^^


...*...


...*...


Adrienne masih menangis, meski sudah mengungkapkan kerinduan dan keinginannya, dia masih sangat tersiksa.


Edric mendekat, sudah sejak tadi Enne menangis dan dia tak tahan.


"Enne, aku disini, tenanglah" Ucap Edric, dengan sabar dia mengelus punggung sahabatnya mencoba menenangkan hati Enne yang pasti sangat hancur.


Waktu berlalu cepat, tak terasa matahari akan terbenam, Enne menyadari itu dan merasa bersalah karna sudah membuat Edric menunggu sangat lama.


 


"Maaf Edric, ayo kita pulang" ajak Enne.


"Sudah selesai?" tanya Edric.


"Em, ayo pulang" ajaknya tegar, dengan segala kemampuannya, Adrienne menghalau pergi kesedihannya, sudah waktunya dia memulai hidup yang baru bersama Valarie putri semata wayangnya.

__ADS_1


Adrienne mengecup nisan Deon dan beranjak pergi meninggalkan masa lalunya


Kali ini dia ingin memulai lembaran barunya bersama Valarie, semoga saja Adrienne mendapatkan kisah yang lebih baik, kisah yang tidak mematahkan hatinya lagi.


... *...


...*...


Louis terus berguling didepan tv, dia sedang memikirkan sesuatu dan hal itu sangat mengganggu pikirannya.


Eliza pergi sejak dua jam yang lalu, dia tidak menyebutkan alasan apapun ke Louis, intinya dia pergi tanpa pamit tapi suaminya tidak terlalu memedulikannya.


'Sebenarnya kenapa aku dan Darren bertengkar? Apa kami pernah punya masalah? Tapi kenapa aku tidak ingat apa-apa?' batin Louis.


Dia mengambil handphonenya dan langsung menelfon Darren, Louis sudah tidak bisa menahannya, dia sangat penasaran.


"Aku harus tanya Darren"


Drrtt~


Drrrt~


"Halo Kak, ada apa?" tanya Darren dari seberang.


"Apa kau sibuk? Kalau tidak datanglah kerumahku? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan" jelas Louis.


Darren terdiam beberapa saat.


"Tentang apa?" tanyanya lagi.


"Sudah cepat datang saja" pintanya sudah tak sabar.


"Baiklah, 10 menit lagi aku sampai" sahut Darren cepat.


Louis masih setia disofanya sambil sesekali mengintip jam dinding.


"Tck, apanya yang 10 menit, ini sudah satu jam" gerutu Louis, dia sedang berfikir hukuman apa yang akan diberikannya agar Darren tidak berbohong lagi.


Sepertinya Darren sering berbohong masalah waktu.


Disisi lain Darren menggigit bibir bawahnya.


'Kenapa kak Louis memanggilku? Dia kan sangat jarang mengajakku kerumahnya, tck, apa terjadi sesuatu?' pikir Darren.


Pria itu melajukan mobilnya menuju kediaman Louis, dengan segala persiapannya, dia memantapkan hati agar tidak dimarahi atau mengundang emosi Louis.


...*...


...*...


(Bunga Sweet Pea)


__ADS_1


__ADS_2