
...- Selamat Membaca -...
...*...
...*...
Valarie dan Enne sedang asik bermain di taman bersama Lian, mereka bertiga menikmati sandwich yang dibuat Adrienne tadi.
"Mama, kapan kita pulang?" tanya Valarie tiba-tiba.
Enne melirik putrinya.
"Memang Valarie tidak betah disini?" tanyanya balik.
Valarie mengembangkan senyumnya.
"Betah ma! Apalagi ada Lian disini" aku Valarie.
"Baguslah, kalau begitu mama menelfon dulu ya" pamitnya.
Adrienne melangkah jauh dari anaknya dan mengambil ponsel yang ada di sakunya sejak tadi, wajahnya berubah cemas, jelas kalau berita rumah tangga Eliza sudah sampai ditelinganya.
"Apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku akan menangani masalah ini? Valarie pasti akan sangat kecewa dan sakit hati" gumamnya khawatir, tangannya gemetar karena takut.
Disisi lain, Tiara sedang menunggu suaminya di bandara, Edric memutuskan pulang setelah melihat berita tentang Adrienne, juga karena istrinya hamil.
Sayang beritanya tidak meledak tapi tidak ada satupun artikel yang Edric lewatkan kalau beritanya diterbitkan dari perusahaannya, segera setelah melihat berita kehamilan istrinya, dia memutuskan pulang ke Indonesia.
"Sayang" Sapa Edric pada Tiara.
"Selamat datang Edric" sahut istrinya, wajahnya berseri karena senang.
Tanpa basa-basi Edric memeluk istrinya, lepas sudah semua rindu yang dipendamnya, terlebih kondisi istrinya yang tengah berbadan dua, membuat Edric semakin bahagia.
"Kau terlihat sangat cantik hari ini sayang" puji Edric diselingi senyum sayangnya.
Tiara terkekeh, Edric memang yang terbaik untuknya, pria romantis yang selalu memuji dan memuliakannya seperti ratu yang nilainya lebih berharga dibanding apapun.
"Ayo pulang, di rumah ada Enne dan Valarie" ajak Tiara senang.
__ADS_1
Edric mengangguk dan melanjutkan percakapannya di mobil.
"Jadi, apa yang terjadi sayang? Kenapa Adrienne bisa terlibat berita seperti itu?" tanya Edric, mukanya serius tapi Tiara balik menatap sinis suaminya.
"Sebenarnya aku sangat marah, karena kamu sudah tahu kalau Louis itu ayahnya Valarie, tapi kamu tidak pernah memberitahu aku hal penting itu!" ungkap Tiara sedikit kesal.
Edric melirik istrinya, dia tidak tahu harus menjawab apa, memang salahnya tidak memberitahu Tiara tapi sebenarnya itu karena dia tidak ingin menyebarkan berita tentang sahabatnya, apalagi itu rahasia.
"Maaf sayang! Ini juga salahku karena memberi Louis alamat tempat Adrienne tinggal, dia bilang istrinya yang minta ternyata malah dia yang datang" sesal Edric, Tiara menatap kasihan suaminya.
"Ya sudah! Sekarang kita harus melindungi Enne, dia rentan terkena masalah, apalagi dulu dia di bully, aku takut traumanya kembali lagi, kamu ingat kata dokter kan? Jika dia kembali merasakan trauma, itubakan fatal untuk mentalnya, jadi kita harus melindungi sahabat kita apapun yang terjadi" jelas Tiara.
"Baiklah sayang" sahut Edric, dia menggenggam tangan istrinya dan bersandar di bahunya, sopir melajukan mobilnya dengan pelan membiarkan dua majikannya menikmati waktu berduanya.
...*...
...*...
Darren baru saja menyeduh kopi hangat untuk seniornya Louis yang kini sedang bersembunyi dikediamannya.
"Minum dulu kak" ucap Darren basa-basi.
Louis masih diam ditempatnya, ada banyak hal mengganjal pikirannya.
"Setelah semua yang ku tahu, apa pantas mempertahankan wanita seperti dia?" tanya Louis kesal.
Darren menggigit bibir bawahnya, memang tidak sepenuhnya Louis salah tapi sikap Eliza juga berubah karena dia yang bersikap acuh seperti ini.
"Aku memang tidak suka dengan Eliza, dia bermuka dua tapi tidakkah menurut kakak ini berlebihan?" tanya Darren lagi.
Louis melirik tajam bola mata juniornya, jelas dia tidak menyukai arah pembicaraan itu.
"Tidak ada yang berlebihan, orang yang harusnya ku nikahi itu Adrienne dan sekarang aku punya putri bernama Valarie, selama ini aku menelantarkan mereka, bagaimana aku akan hidup bersama Eliza yang bahkan tidak aku cintai Darren? Lagipula dia berlagak seperti memiliki hubungan denganku, aku tertipu, dia memanfaatkan amnesia ku agar bisa mendekatiku, itu yang membuat ku sangat marah Darren, apa kau paham?" jelas Louis panjang lebar.
Rasa marah, dengki, kesal bercampur menjadi satu di otak Louis.
Apalagi istrinya membuat berita palsu tentang dirinya yang berselingkuh, membuatnya ingin memberontak dan mengacak-acak kehidupan Eliza si wanita bertopeng itu.
Barulah Darren mengerti isi pikiran seniornya setelah dijelaskan secara rinci.
__ADS_1
"Maafkan aku kak, aku tidak mengerti perasaan kakak yang pasti sangat tersiksa" sesal Darren.
"Iya tidak apa-apa! Sekarang bagaimana membuat Eliza diam yah? Aku benar-benar jijik dengan aktingnya itu, aku muak melihatnya" kata Louis mencoba mencari akal untuk meredakan berita bohong yang disebarkan istrinya.
Waktu sudah menunjuk pukul sembilan malam saat Darren dan Louis masih membincangkan jalan keluar dari masalah rumah tangganya.
Disisi lain, Eliza sedang tidur bersama seorang pria dengan tatto naga di punggungnya, dia terlihat sangat menikmati waktu-waktu berduaan dengan pria itu.
"Adrienne ya... dia cukup susah ditiduri, tapi aku akan coba merusak hidupnya, asal kamu selalu membayarnya dengan tidur bersamaku, bagaimana?" usul pria itu tiba-tiba.
Eliza tersenyum.
"Apa yang kau ucapkan! Permintaanmu itu sangat mudah, aku hanya ingin kamu menyingkirkan dia secepatnya REZA" ungkap Eliza masih berada dibawah pria bernama Reza yang merupakan mantan kekasihnya dan orang yang memberikan trauma mendalam untuk Enne.
Pria itu terkekeh mendengar Eliza yang terburu-buru.
"Tenanglah! Waktu paling nikmat ketika berburu mangsa adalah saat mereka sedang merasa sangat bahagia, dimasa itulah, aku akan melenyapkan mimpi-mimpinya dan membuatnya memilih bunuh diri hahaha" jelas Reza diiringi kekehan anehnya.
"Kau memang dapat di andalkan sayang" puji Eliza, dia langsung mencumbu mantan pacarnya dan waktu berlalu begitu saja.
Louis pulang kerumahnya dan betapa terkejutnya dia mendapati Eliza tertidur diatas kasurnya bersama seorang pria yang belum pernah dilihatnya.
Karena merasa dihina, emosi Louis memuncak tapi untungnya dia langsung mengambil video mereka berdua dan tanpa bersuara kembali meninggalkan Eliza dan Reza yang masih dalam keadaan telanjang.
'Jangan harap kamu bisa lolos dari berita ini Eliza, kali ini aku akan menceraikan mu, kita tidak akan pernah bersama dasar wanita murahan' batin Louis sangat marah.
Dia melempiaskan amarahnya dengan memukul stir mobilnya, rasanya dia sangat bodoh, bisa-bisanya dia menikahi wanita dengan sifat murahan seperti itu, harga dirinya terluka, Eliza sangat mengecewakannya.
"Aku pasti sudah gila karena menikahinya" gumamnya tak habis pikir.
Segera dia melajukan mobilnya menuju kantor, dia akan mengurus surat cerainya, apalagi sudah ada bukti konkret dimana Eliza tidak akan bisa membantah atau bersandiwara lagi.
"Kenapa semua ini terjadi padaku?" tanya Louis heran.
Teringat wajah Enne dan Valarie, wanita yang bisa menenangkan hati dan pikirannya.
"Jika saja aku menikahinya, pasti hidupku akan jauh lebih baik, harmonis dan bahagia, andai saja aku tidak amnesia, kami pasti sudah bahagia sejak dulu" ucap Louis berkhayal.
Sesampainya, Louis langsung mengurus surat-surat cerainya.
__ADS_1
...*...
...*...