MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU

MELAHIRKAN ANAK IDOLAKU
35


__ADS_3

...- Selamat Membaca -...


...*...


...*...


"Hebat! Kau berani pergi tanpa izin dariku? Bahkan mendatangi wanita jalang itu? Besar juga nyalimu Louis" suara Eliza meninggi sedangkan suaminya terduduk lemas disofanya.


Terbayang semua kata-kata Adrienne, tentang banyaknya masalah yang akan menghampiri mereka jika dia bertindak ceroboh.


Louis menyesal.


'Mengapa tidak ada satupun yang berhasil? Kenapa aku selalu mengambil langkah yang salah' batin Louis kecewa.


"APA KAU TIDAK PUNYA MULUT? CEPAT JAWAB PERTANYAAN KU LOUIS!!!" teriak Eliza sangat marah.


Louis terdiam cukup lama sampai akhirnya dia melirik Eliza dengan jijik, sangat terlihat penyesalan dimatanya.


"Bisa-bisanya aku menikah dengan wanita toxic sepertimu" ucapnya sangat kecewa.


Mendengar kalimat itu, Eliza naik pitam, bibirnya menyungging, ingin rasanya dia memukul mulut suaminya.


"Memang kenapa denganku hah? Kenapa? Apa aku se-menjijikkan itu? Apa wanita bernama Adrienne lebih baik dibandingkan aku yang seorang model ini?" tanya Eliza, emosinya memuncak, dia sangat tidak suka cara Louis menatapnya.


Louis terkekeh.


"Benar! Kau sangat berbeda dengannya, wajahnya cantik seperti malaikat, tuturnya lembut, hatinya-pun hangat! Dari semua yang kusebutkan, apa kau memiliki salah satunya? Tidak kan? Lalu kenapa kau marah? Kau sudah tahu kalau kau dan Adrienne berbeda" ejek Louis tak tahan.


Hancur sudah hati Eliza, tidak tersisa lagi perasaan ampun dibenaknya.


"Jangan memancing amarahku Louis" kecamnya.


Louis kembali menatap istrinya.


"Terserah kau ingin bagaimana, intinya aku mau cerai" ucap Louis sangat tegas, dia berlalu meninggalkan Eliza yang semakin marah.


"KAU AKAN MENYESAL LOUIS! AKU AKAN MEMBUNUH WANITA YANG KAU CINTAI ITU, CAMKAN KATA-KATA KU LOUIS!!!" ancam Eliza, teriakannya sangat besar tapi suaminya tidak mendengar itu karena Louis sudah pergi meninggalkan rumahnya.


"ARGGGGGHHHHH! DASAR BRENGSEK!" Teriaknya putus asa.


...*...


...*...


Tiara menyambut Adrienne dan Valarie yang berhasil keluar dari kepungan wartawan ganas itu.

__ADS_1


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Tiara khawatir.


Adrienne mengangguk.


"Iya aku baik-baik saja" sahutnya lemah.


Valarie menatap aneh ibunya.


"Mama, kenapa kita kerumah Lian? Bukankah mama punya kejutan?" tanyanya penasaran.


Adrienne baru menyadari janjinya, dia pun bingung akan menjawab apa, untungnya Tiara peka dan langsung menyuruh Valarie mendatangi Lian yang asik bermain dikamarnya.


"Sayang, lebih tepatnya Lian yang punya kejutan untukmu, cepatlah ke kamarnya, dia sudah menunggumu dari tadi" Sahut Tiara tenang, dia sama sekali tidak merasa bersalah menyebut nama Lian yang bahkan tidak tahu kalau Valarie akan datang.


Senyum putri Enne merekah, dia terlihat senang dan tanpa basa-basi langsung berlari menuju kamar Lian yang ada di ujung.


"Adrienne sepertinya kamu harus minum obatmu, aku tahu kamu sudah menahannya, ayo ke kamarku, kebetulan obatmu masih tersisa banyak disini" titah Tiara, dia menarik tangan sahabatnya, tentu saja dia khawatir, trauma Enne masih belum sembuh sepenuhnya, kalau sampai penyakitnya kambuh Tiara akan sangat merasa bersalah.


"Terima kasih Tiara! Kau memang yang terbaik" ungkapnya penuh syukur.


"Sudahlah! Tapi kau harus ceritakan tentang Louis padaku, hari ini aku akan membuat berita yang bisa menghilangkan berita lainnya" sahut Tiara sudah agak tenang.


"Tapi, aku takut berita itu tidak akan hilang, aku takut mereka mencari-cari masa laluku Tiara" adu Enne cemas.


Tiara tersenyum, dia menggenggam tangan sahabatnya, mencoba menyalurkan kedamaian dihati Enne.


"Aku percaya denganmu" sahut Enne.


Kini mereka berada di kamar yang dulu ditempati Enne istirahat dan berobat dari traumanya.


Tiara mengambil obat yang ada di laci begitupun segelas air yang disediakan didalam kamar itu.


"Minumlah, hari ini, biar aku yang urus semuanya, setelah kamu cerita, istirahatlah dan jangan pikirkan apapun" jelas Tiara, kini dia meminumkan obat pada Enne dan wanita itu perlahan-lahan tenang, tidak ada lagi suara-suara wartawan yang sebenarnya terus terngiang ditelinga Adrienne.


"Terimakasih, sekarang aku akan ceritakan semuanya"


...*...


...*...


Sudah satu jam sejak Enne menceritakan keseluruhan cerita yang bagaikan petir disiang hari untuk Tiara.


Kini ibu Valarie tidur lelap diranjang-nya dan Tiara mulai menyusun rencananya, beberapa ingatan di masa lalunya membuat ia merasa bersalah.


'Ternyata, aku yang membuat Enne merasakan sakit, andai saja aku tidak mengundang Eliza dan Louis di pernikahan ku, mungkin saja dia tidak akan sampai se-kecewa itu, anggap saja saat ini aku sedang membayar kesalahanku Enne' batin Tiara.

__ADS_1


Dia keluar dari kamar yang sedang ditempati sahabatnya, seorang pria sudah menunggui Tiara di ruang tamu.


Ibu Lian mendekat, segera dia memerintahkan agar pria itu mengatur semua berita yang sedang beredar.


"Segera take down berita mengenai Adrienne ataupun hal-hal yang berkaitan dengan dia, beritahu media-media yang dengan sengaja menyiarkan beritanya, kalau Brain IT, Y.O.U dan semua yang berada dalam naungan walden akan menarik sponsor dan tidak akan lagi memberi kontrak jika ada satu saja berita yang bocor dan disebarluaskan" jelas Tiara.


"Baik nyonya" sahut pria itu.


"Oh dan juga buatkan artikel kalau aku sedang hamil, buat seheboh mungkin sampai para wartawan lebih memilih mengincar berita ini saja" lanjutnya masih serius.


Pria itu memandangi Tiara yang juga balik menatapnya.


"Apa?" tanya Tiara.


"Nyonya benar-benar hamil?" tanya pria itu.


Tiara terkekeh.


"Tck, sayang sekali, Edric akan mengetahuinya lewat berita, padahal aku susah-susah menyembunyikannya" sesalnya.


"Selamat nyonya" ucap pria itu, dia ikut bahagia, Tiara hanya mengangguk dan menyuruh pria itu lanjut mengurus beritanya.


'Edric lagi apa ya? Kalau dia baca beritanya, apa dia akan kembali ke Indonesia secepatnya?' batin Tiara penasaran.


Sehari setelahnya, berita tentang Adrienne lenyap begitu saja, Tiara berhasil melindungi sahabatnya tapi ternyata berita pertengkaran rumah tangga Louis dan Eliza lebih terkenal dan menutupi berita kehamilan Tiara.


Meskipun sedikit meleset dari keinginannya tapi setidaknya berita tentang Adrienne sudah tidak ada lagi.


...*...


...*...


Eliza sengaja mengundang wartawan kerumahnya, suaminya tidak pulang sejak kemarin.


Dia menangis tersedu-sedu, sambil satu tangannya menyeka air mata buayanya.


"Aku tidak tahu apapun, ternyata dia selingkuh dibelakang ku, dan sekarang dia pergi entah kemana, mungkin saja dia sedang bersama selingkuhannya itu" rengek Eliza.


Tangisnya semakin menjadi, para wartawan merasa senang karena mendapatkan berita yang lebih menarik lagi.


"Kemarin dia menceraikan aku, tapi aku tidak mau meninggalkannya, aku mencintainya walaupun dia menduakan aku" lanjutnya masih tersedu-sedu.


Begitulah berita tentang perselingkuhan Louis menyebar dan Eliza mendapat begitu banyak simpati, banyak orang berbondong-bondong menghujat wanita yang menjadi selingkuhan Louis yang tidak tahu siapa orangnya.


Sampai sekarang tidak ada media yang berani menyebut Adrienne sebagai wanita selingkuhan Louis karena ancaman dari keluarga Walden.

__ADS_1


...*...


...*...


__ADS_2