Memeluk Kenangan

Memeluk Kenangan
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Rama keluar dari restoran sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut halaman, mencari keberadaan mobilnya. Nihil, mobil yang tadinya terparkir rapi di depan halaman restoran, kini tidak ada jejaknya sama sekali. Ia menghela napas karena kebingungan.


Tak sengaja ia bertemu dengan Fano yang masih berdiri sejak Nasyra meninggalkan tempat itu.


“Ke mana mobilnya ... bukankah tadi Nasyra bilang, ia menunggu di mobil? Harusnya ada di sini.” Rama bergumam lirih.


“Maaf, apa Anda dari tadi di sini?” tanya Rama pada Fano yang di jawab anggukan olehnya.


Fano lalu bertanya, “Memangnya ada apa?”


“Apa Anda melihat mobil putih yang parkir di sini?”


Mobil putih? Apa mobil yang di naiki Rara tadi, ya? Siapa dia? Ada hubungan apa dengan Rara? batin Fano penasaran.


“Ah iya, sepertinya tadi saya melihatnya keluar beberapa menit yang lalu," jawab Fano sedikit acuh.


“Benarkah, terima kasih informasinya.


Rama segera mengeluarkan ponselnya, ia lalu menghubungi Nasyra, sedangkan Fano, ia berpamitan untuk masuk ke dalam restoran.


“Saya permisi masuk dulu,” pamit Fano pada Rama.


"Ya, silahkan!"


Tujuan Fano datang ke restoran milik Nasyra tersebut adalah untuk menemui koleganya. Tak di  sangka-sangka, ia malah bertemu bidadarinya yang sudah lima tahun ini ia cari. Ya, sang pemilik hati itu akhirnya sudah kembali di hadapannya, walau ia belum mendapatkan banyak informasi tentangnya.

__ADS_1


Rama berusaha menelepon Nasyra, sudah ke tiga kalinya ia melakukan panggilan, tapi masih tak di angkat juga oleh istrinya.


Selang beberapa menit kemudian, mobil putih itu datang menjemput Rama, dengan gagahnya Rama berdiri sambil berkacak pinggang.


Tepat di depannya, mobil itu berhenti. Rama lalu membuka pintu mobil. Dengan nafas yang sengaja di buat kesal, ia melihat ke arah Nasyra. Siap menghujani pertanyaan yang mungkin akan sangat rinci pada wanitanya itu.


Semoga, Kak Rama tidak menanyakan sesuatu apa pun. Aku harus jawab apa ....


“Sayang, ke mana tadi? Bukankah seharusnya kamu menunggu di mobil?" tanya Rama penasaran.


“Ah, itu ... tadi Pak Ki mengajakku. Iya kan, Pak ....” Nasyra melempar jawaban ke Pak Ki, sopir yang dari tadi menyaksikan kejadian yang sesungguhnya, antara majikannya dan lelaki asing yang bertemu di depan restoran.


“Anu ... Tuan, tadi saya mau itu ....”


“Mau apa, Pak Ki? Ke mana? Yang jelas coba ngomongnya." Rama menyahut tak sabar mendengar jawaban dari sopirnya.


“Kak ... tadi Pak Ki beli bahan bakar dulu. Maaf ya, nggak sempat bilang tadi.”


“Oh ... aku kira ke mana, dan kenapa teleponku tidak diangkat tadi?” tanya Rama.


“Benarkah? Tadi telepon?” Nasyra balik bertanya sambil mengecek ponselnya di dalam tas.


“Ah iya, ternyata aku silent, Kak, maaf ....” lanjut Nasyra.


“Kita berangkat sekarang ya, sepertinya sudah telat," ajak Rama denga nada memerintah.

__ADS_1


“Jalan, Pak Ki!”


“Baik, Tuan.”


Sejak menjadi pasangan suami istri Nasyra adalah sosok wanita yang sangat di kagumi oleh suaminya. Rama sangat menyayanginya, walaupun ia tak tahu bagaimana Nasyra menyimpan rapi nama Fano di dalam hatinya. Rama seolah tak peduli, yang terpenting, istrinya memperlakukannya dengan baik.


Prinsip Nasyra kala itu, ia akan langsung menikah jika ada yang melamarnya, siapa pun lelaki itu. Baginya, mengharap Fano adalah kemustahilan. Tidak mungkin ia terus berharap pada satu nama yang sudah memiliki seorang istri di hidupnya.


Ia di pertemukan pertama kali dengan Rama pada saat mengadiri sebuah kompetisi memasak di Singapura. Nasyra menjadi peserta satu-satunya perempuan pada saat itu, dan Rama menjadi juri kompetisi.


Rama terus berusaha mendekati Nasyra, sosok gadis yang penuh talenta itu membuatnya semakin tertarik. Keahliannya dalam bidang memasak sudah terbukti saat ia mengikuti kursus lima tahun yang lalu. Ia menekuni keahliannya, menjadikan masak sebagai hobinya.


Hingga akhirnya, Nasyra menjalin hubungan dengan Rama karena lelaki itu berhasil memikat hati irang tua Nasyra. Seseorang yang kini menjadi suaminya itu, mulai mendukung cita-cita Nasyra yang ingin membuka restoran. Rama dengan senang hati membantunya untuk mendirikan sebuah restoran yang menjadi impian Nasyra.


Restoran yang diberi nama Orched Resto itu kini semakin berkembang pesat saat Nasyra selalu membuat menu baru. Ditambah lagi, perusahaan Rama di bidang periklanan juga tak gentar mempromosikan restoran milik istrinya itu.


.


.


Bersambung ....


Tetap setia ya kalian.. para reader tersayang ...


jangan lupa tinggalkan jejaknya.😘😘💚💚💚

__ADS_1


tanpa komen dan like kalian, aku kurang semangat up nya.😌😌


__ADS_2